I Love You Nanny

I Love You Nanny
Kebetulan



##15


Pov Desi


Nama ku Desi Alfy Wirawan . Aku terlahir dari keluarga sederhana saat aku kecil ibuku berjualan nasi uduk di depan rumah dan bapak jadi tukang pijat karena mungkin keahlian nya hanya itu .


Seingat ku ayah adalah mualaf saat menikahi ibu , ayah berasal dari keluarga berkulit putih bermata sipit . Ayah di buang oleh keluarga nya karena memilih memeluk agama ibu .


Aku memiliki postur tubuh mungil , hidung tidak terlalu mancung dan mata yang minimalis alias sedikit sipit .


Beberapa hari lalu aku bertemu dengan istri pengusaha nomor satu di kota ini namanya shena andrea , orang yang cantik Persis dengan sikap nya , pertemuan yang tak di sengaja , mengantar kan ku kepada kehangatan keluarga . Merasa memiliki kaka , karena kebaikan nya yang membuat baku kagum .


Disaat yang bersamaan pula aku bertemu dengan laki-laki yang entah siapa namanya , laki berperawakan tinggi kekar , dan tampan . Membuat aku tersenyum jika mengingat nya .


Hidup ku yang semula dingin menjadi hangat seketika saat aku menemukan orang-orang baik seperti mereka .


Besok pagi aku berencana menemui kak shena , aku di suruh berkunjung ke rumah nya karena mereka berencana pulang ke rumah besok .


****


Di tempat lain .


Aku pulang ke rumah mendapati ibu sudah terlelap bersama kianu di kamar ku . Aku memilih tidur di kamar satu nya karena tak mau mengganggu ibu ..


Aku tak bisa berhenti memikirkan cewek kulkas itu , dia mampu menggetarkan hati seorang luki Prasetya , dengan segala tingkah dingin nya membuat ku penasaran .


Aku hanya tersenyum mengingat kekonyolan ku saat berkenalan dengan nya . Aku harus banyak berterima kasih pada ziyan dan shena . Berkat mereka Aku bisa bertemu dengan wanita yang mengacuhkan ku , tapi mampu membuat hati ku tak menentu .


Akhirnya aku tertidur dengan pulas , besok pagi aku berencana akan menemuinya di tempat kostnya .


Keesokan pagi nya aku terbangun karena tercium bau masakan kesukaan ku .


" Bu .. kenapa pagi-pagi udah masak ? " Tanya ku .


" Kamu kan udah gak ada yang masakin , jadi ibu inisiatif aja deh buat masakin makanan kesukaan kamu " jawab ibu .


Ah emang biasa gue masak dan makan sendiri , mau ada istri atau engga , gumam ku dalam hati .


Aku bergegas ke kamar mandi , dan bersiap untuk bertemu dengan cewek kulkas itu . Setelah selesai ibu bertanya .


" Kamu mau kemana nak? Sudah ganteng gini ?"


" Ohh iya bu hari ini aku ada urusan , mau menemui seseorang " jawab ku .


" Ohh kianu bagaimana? Apa ibu basa ke rumah saja?"


" Tidak usah bu , mbak Lastri pengasuh kianu akan datang pukul 8 , kalau ibu mau pulang gapapa ko "


Ibu pun tersenyum dan kami sarapan bersama , setelah selesai aku pun pamit kepada ibu.


" Aku pergi dulu ya bu , kalau mbak Lastri dateng . Ibu mau disini dulu juga boleh " ujar ku seraya mencium punggung tangan ibu .


Aku segera melajukan mobil ku menuju tempat tinggal cewek Kulkas itu , aku hanya berdiam di dalam mobil melihat ke arah gang tempat kost desi .


Aku melihat desi sedang berjalan menuju tukang nasi uduk di pinggir jalan , terlihat senyuman nya tulus Sangat menyejukkan hati .


Satu jam berlalu aku melihat dia sudah bersiap dengan tas kecil yang di selendang nya , segera aku turun dan melancarkan aksi ku .


" Hay des " sapa ku sambil melambaikan tangan nya .


" Eh Bapak ngapain disini ?" Desi celingukan melihat ku heran .


" Jangan panggil gue bapak , panggil luki . Umur kita kan gak beda jauh " ujar ku so akrab hehe .


" Ya kali umur saya baru 21 , bapak udah punya anak " sambil tersenyum dingin.


" Hmm iya iya , jangan panggil bapak juga kalee. Mas ke , atau Abang , terserah lo asal jangan bapak. Tegas luki .


" Gak ah udah enak panggil bapak aku , siapa namanya ?" Tanya nya , saat berkenalan juga dia tak menanyakan nama ku .


" Luki , panggil gue luki aja deh " sambil tersenyum manis.


" Oke , bye aku mau pergi dulu " melambaikan tangan.


" Eh lo mau kemana ? Mau gue anter?" Tawar ku.


" Gausah saya mau naik bis saja " sambil berlalu meninggalkan ku .


" Ayo lah , gak baik nolak tawaran orang . Emang lo mau kemana?" Tanya ku lagi .


" Saya mau ke rumah kak shena , kamu mau anter?" Jawab nya cepat .


" Dengan senang hati , silahkan " membuka pintu mobil nya.


" Lo asli sini? " Tanya ku , sambil fokus menyetir.


Desi hanya mengangguk tanpa melirik ku.


" Kenapa lo kost?" Tanya ku .


" Saya di tinggalin sama ibu saat berumur 12 taun , waktu ibu meninggal saya dikasi uang sekitar 3 jt an oleh tante , adik dari ayah saya , buat sekolah sama tempat tinggal. Mana cukup kan . akhirnya saya berjualan tisu di lampu merah , Alhamdulillah ada orang baik yang sudah lama tidak di karuniai putra. Mereka pun mengadopsi saya " jelas nya , dan membuat ku sedikit prihatin .


Aku mencari kebohongan di sorot mata desi , tapi tak nampak .


" Tapi sayang , saya cuman sekolah sampai SMP saja . orang tua angkat saya meninggal karena kecelakaan , dan rumah yang di tinggali mereka menjadi hak waris adik kandung nya . Beberapa tahun setelah nya saya mulai bekerja dengan menjadi tukang pijat spa ++ tapi membuat saya tidak nyaman , mungkin itu bakat yang di turunkan ayah ." jelas nya lagi .


" Kalau sekarang , kan lo emang pijat juga kerja nya?" Tanya ku .


" Ya tapi lain , ini kan pijat spa nya hanya untuk wanita saja "


Aku pun hanya mengangguk faham . Aku merasa kalau wanita seperti desi ini wanita kuat bisa berdiri sendiri dengan kaki nya tanpa bantuan orang lain .


" Aduh kok saya jadi curhat begini sih hehe , maaf ya padahal saya sangat tertutup sama orang lain " terlihat desi jadi salah tingkah .


" Gapapa ko des , lo bisa cerita kapan aja lo mau gue pasti setia dengerin " sambil tersenyum tulus .


" makasih ya pak ." desi tersenyum kepada luki untuk pertama kalinya .


Tak berapa lama aku pun sampai di kediaman ziyan dan shena , aku membuka kan pintu mobil untuk desi .


" Gak usah pak luki saya bisa sendiri " ujar nya sedikit malu


Luki tetap membuka pintunya , hari ini aku meliburkan diri . Bos mah bebas gengs 😍.


Luki memimpin jalan sambil menuntun tangan desi dan memencet bel , desi melihat ke kanan dan kiri . melihat begitu megah nya rumah shena . dia kagum walau shena kaya tapi tidak sombong .


Mba uni pun membuka pintu , " maaf aden mau ketemu siapa ? "


" Saya mau bertemu ziyan mba . apa ada di rumah ?"


" Ada , silahkan masuk " mba uni pun mempersilahkan aku dan desi masuk .


Uni langsung naik ke kamar atas dan mengetuk pintu kamar ziyan , Memberitahukan bahwa ada tamu di bawah yang uni tidak kenal .


Ziyan dan shena pun turun , saat menuruni tangga shena langsung tertuju ke arah ruang tamu melihat ada sosok desi dan luki? .


" Desiiiiiii " shena memeluk desi dan desi mencium tangan nya .


" Kamu tepati janji desi " kata shena sambil memegang kedua tangan desi .


" Iya kak shena , aku hanya ingin memastikan keadaan kakak saja "


" Aku baik desi , kok kamu bareng a luki ? "


" Emm itu ,.. anu aku .. kak emm " desi gelagapan menjawab pertanyaan shena .


" Itu shen , tadi gue sengaja jemput dia di tempat kostnya" jelas ku membuat shena faham.


" Ohhh apa jangan-jangan emmm kalian ehehe ?? " shena menunjuk wajah mereka yang memerah karena salah tingkah .


" Sayang sudah biarkan mereka duduk dan minum dulu , bi anah tolong buatkan minum untuk luki dan desi ya " perintah ziyan dengan nada yang rendah .


Mereka berempat pun mengobrol , tentang segala hal masalah bisnis ziyan dan luki , membuat para wanita sedikit bosan .


Shena membuka pembicaraan .


" Aa , boleh gak desi tinggal disini ? Dia butuh pekerjaan kasian kalo ngandelin dari freelance pijit spa kan jarang . Gak semua penghuni hotel perempuan dan mau di pijat spa juga " ujar shena sambil memegang tangan ziyan


" Emm keahlian kamu apa desi ? " tanya ziyan .


" Cuma mijit aja pak , tapi aku suka anak kecil . Karena izajah ku hanya sampai SMP paling bisa kerja jadi baby sitter aja "


" buat saat ini sih kita emang belum perlu baby sitter " ujar ziyan .


Kesempatan gue nih bisa deket terus desi. Gue tawarin aja deh .


" Gue butuh zi , biar desi kerja ma gue jagain baby ki . Soalnya baby sitter yang biasa dia ga bisa nginep . Lo mau kan des ? " tanya ku penuh harap .


" Tapi sebelum aku kerja , bisa aku pengenalan dulu sama baby nya ? " jawab dia menatap wajah ku , ahh sejuk nya .. gumam ku dalam hati .


" Tentu bisa dong. Pulang dari sini kita langsung ke apartemen gue " pungkas ku.


Setelah puas berbincang akhirnya aku pun pamit pulang . Aku yakin mba Lastri pasti sudah pulang .


( Jangan lupa like dan vote ya guys . Happy reading 😍😍)