I Love You Nanny

I Love You Nanny
Kuat dugaan



##46


" Hallo bang Jupri " suara mika di balik Telfon


" Gimana nih ? Orang nya ngedesek gue mulu. Siapa yang salah nih ? "


" Duh ini salah nya Reka bang . Gimana dong " ucap mika pelan .


" Sini biar biar saya yang bicara sama karyawan nya " seorang laki-laki tinggi itu merebut ponsel bang Jupri .


" Hallo , kamu ini gimana sih ga becus banget sih . Pesen bunga mawar merah ,ko malah di aksih mawar putih . Kamu fikir ibu saya udah mati ? "


" Maaf pak ini kesalahan dari pihak kami .kami akan mengganti sekarang juga dengan bunga baru . Teman saya kurang teliti mungkin pak "


" Mana bos kamu ?! Saya mau bicara " pinta laki-laki tersebut .


" Baik pak . Tunggu sebentar " mika pun memberikan ponsel tersebut kepada Desi .


" Hallo selamat siang pak , saya berbicara dengan bapak ?? " Desi menanyakan nama nya memastikan kalau itu bukan keluarga shena .


" Saya Ziyan Erlingga . Kamu ini bagaimana sih , pesanan seperti ini aja sudah salah . Gimana karyawan kamu kerja nya ? Saya bisa tutup toko bunga mu Sekarang juga kalau saya mau "


Astaga apa ini , tiba-tiba saja orang terdekat ku dahulu kembali lagi . Benak nya .


" Maaf kan saya pak , ini memang kesalahan dari pihak kami . Kami akan ganti semua kerugian ini , apa bapak mau Dp nya kembali? "


Terlihat wajah Reka dan Mika sangat cemas , mereka benar-benar takut kalau toko bunga nya akan di tutup .


" Tidak .. kamu susun kembali bunga nya dan antar kesini sebelum jam 6 sore ini !!" Ucap ziyan kepada desi dan langsung menutup telepon nya .


" Astagfirullah Ziyan , bukan nya itu suami nya kak shena ? " Desi berbicara sendiri .


" Kenapa mbak ? Apa katanya ? " Tanya Mika pemasaran .


" Gapapa . Kita susun ulang mawar merah sebelum jam harus sudah selesai , ayo semangat "


" Mbak maaf kan aku ya , aku gak fokus tadi , gara-gara aku semua jadi kena marah . Dan lagi ada kerugian buat mawar putih yang sudah di buat buket dan karangan bunga nya . " Reka Sangat menyesal atas kecerobohan nya .


" Udah , gak usah di fikirin . Kita harus segera mengerjakan ini , jam 6 sore ini harus sudah di kirim loh "


Ponsel toko pun berbunyi lagi .


" Selamat siang , dengan Rey flower bisa di bantu "


" Iya siang mbak , saya Shena . Istri nya pak ziyan , saya mau minta maaf atas ketidak nyamanan nya . Maksud suami saya mungkin tidak seperti itu " ucap Shena .


" Tidak apa-apa bu , memang ini kesalahan dari pihak kami . Kami akan segera selesai semua nya sebelum jam 6 sore "


Ho? Suaranya ? Seperti Shena kenal .


" Maaf dengan siapa saya berbicara ? " Tanya shena .


" Saya Desi bu "


" Oh begitu .... Mungkin hanya kebetulan . Saya harap suami ibu tidak akan menutup toko bunga saya "


" Saya akan pastikan itu tidak akan pernah terjadi , oh iya boleh saya melihat bunga lain nya di toko kamu ? "


" Silahkan bu , toko kami berada di Jl. **** **** , Toko bunga yang merangkap jadi kebun . Kita bisa memetik nya sendiri , saya tunggu berdatangan ibu . Terimakasih juga sudah order bunga di kebun kamu "


Shena pun menutup telponnya desi hanya merenung sejenak , bagaimana reaksi Shena ketika tau desi yang dia maksud adalah benar .


Desi mengerjakan semua rangkaian bunga nya . Sudah hampir jam 5 , akhirnya rangkaian Bunga itu pun selesai . Desi mencoba menelpon Shena dan akan mengantar nya sekarang juga .


Toko bunga pun tutup mereka bertiga berjalan menuju rumah Desi .


****


Di rumah bu Lisna .


" Gimana ki , sudah bertemu dengan desi ? " Tana Bu Lisna penasaran .


" Gak ketemu bu , Luki kehilangan jejak " ucap luki lesu .


" Apa mungkin ini kebetulan ? Selama ini yang membantu kianu kalau tersesat itu desi . Dia juga menyamarkan namanya menjadi alfy bu saat kiki berkenalan dengan nya "


" Ibu rasa itu memang kebetulan Luki , desi kan tidak pernah tau kalau kianu sudah besar . Wajah nya ketika bayi dan sekarang kan jelas berbeda "


" Iya tapi kenapa , kalau dia pakai nama samaran berarti dia tau dong kalau kiki itu anak aku bu ."


" Ya mungkin dia punya alasan lain "


" Oh iya kamu berhutang penjelasan pada kiki , ibu takut salah kalau ibu yang menjelas kan "


" Yaudah luki ke kamar dulu ya bu "


Luki pun berjalan menuju kamar nya , saat membuka pintu Luki melihat kianu sedang bermain game di ponsel nya .


" Dad , apa tante alfy sudah ketemu? Kenapa daddy tarik tangan tante alfy ? Apa daddy mengenal nya ? " Pertanyaan kianu membuat luki gelagapan , entah harus mulai dari mana untuk menjelaskan ini .


" Begini sayang . Daddy kan pernah bilang kalau kamu punya mommy dan bunda "


" Iya Dimana bunda ? "


" Tante alfy itu , Tante Desi . Namanya Desi , dia yang mengurus kamu ketika mommy Bekerja "


" Pantas aja Kiki nyaman di peluk tante cantik , daddy berhasil cari bunda ? "


" Daddy kehilangan jejak . Api daddy janji akan segera menemukan tante cantik mu itu "


" Terimakasih ya daddy " kianu pun memeluk luki , dia sangat senang akhirnya akan bertemu dengan bunda yang selalu di ceritakan luki .


Aku harus mencari mu kemana desi , aku sungguh ingin menjelas kan semuanya . Kamu pasti berfikir kalau aku kembali bersama kania , semua ini tidak yang seperti kamu fikiran desi . Luki pun merenungi kejadian tadi . Tidak seharusnya dia marah pada desi , dia juga sadar kalau desi disini juga korban . Korban ke egoisan Luki dan kania .