
##14
Aku ikut mencari keberadaan shena tapi tak ada hasil . Karena pergerakan ku yang terbatas membawa stroller kianu .
Karena hari sudah siang aku pun memutuskan untuk pulang , terlihat kianu tertidur pulas di kursi belakang .
Aku pulang menuju apartemen dan menggendong kianu , saat aku masuk ke dalam sudah ada ibu yang tengah menunggu ku di ruang tv .
" Ibu ... Lagi ngapain ibu disini " tanya ku kaget . Aku yakin ibu akan menanyakan soal kania .
" Hehh anak kurang ajar , ibunya berkunjung malah di tanya ngapain . Ibu mau ketemu cucu dan mantu ibu lah . Mana kania ? " jawab ibu .
" emm anu .. kania . Gimana ya jelasin nya bingung "
" Ada apa sih ki , coba jelasin sama ibu . Kaya ada yang kamu sembunyikan ?? " tatap ibu penuh selidik .
" aku minta maaf sebelumnya . Aku dan kania udah gak bisa sama sama lagi . " Jawab ku pelan sambil menundukkan kepala ku kelantai .
" Maksudnya apa luki ? Lihat wajah ibu kalau kamu sedang bicara " ibu menaikan nada bicaranya .
" Emm aku akan bercerai dengan kania bu "
" APA !!! ada masalah apa kalian? Apa tidak bisa di bicarakan baik-baik?" Teriak ibu .
" Maaf kan aku bu , aku sudah berusaha mempertahankan nya. Tapi kali ini aku tak sanggup bu "
" Kamu ini laki-laki Luki , bagaimana bisa kamu tidak bisa menyelesaikan masalah? "
Andai saja ibu tau kalau kania memperlakukan ku dan kianu tidak baik , pasti ibu juga akan marah sama hal nya seperti aku . Gumam ku dalam hati.
" JAWAB LUKI!!" Teriak ibu lagi .
" Kecilkan suara ibu , itu akan membangun kan kianu bu "
Ibu terdiam sebentar , saat emosi mulai turun aku mencoba menjelaskan kepada ibu . Bahwa hubungan ku dengan kania itu memang salah . Dan tak bisa di pertahankan lagi . Apalagi ibu terlihat sangat marah saat aku menceritakan perbuatan nya kepada ziyan , saat itu ibu mulai melunak .
" Maaf kan aku bu , aku tidak bermaksud mempermainkan suatu pernikahan. Tapi jika seorang istri memperlakukan suami dengan tidak baik apakah patut di pertahankan ? Aku hanya manusia biasa bu . Ada saat nya aku muak dengan semua ini . ada masanya orang yang berjuang , akan kalah karena perjuangan nya tak di hargai " aku membendung air mata ku agar tak jatuh di hadapan ibu .
" Maaf kan ibu nak , ibu tak bermaksud menghakimi kamu . Ibu hanya belum siap kalau kianu kehilangan ibunya dalam keadaan masih bayi begini "
Ibu memeluk ku hangat , ibu tau beban yang aku pikul tak semudah kedengarannya. Aku menyambut pelukan ibu hangat . Merasa nyaman teringat kapan terakhir aku memeluk ibu , dan itu sudah lama sekali .
Saat aku berada dalam dekapan ibu aku teringat sesuatu . Ah aku harus telfon ziyan . Aku tau bisa menemukan istrinya dimana . Gumam ku dalam hati .
" Bu maaf kan aku , aku mau mandi sebentar . Terus aku harus menemui seseorang . Ibu bisa jaga kianu dulu sampai aku pulang ? "
" Bisa Luki , ibu akan menjaga cucu ibu dengan baik. " Jawab ibu .
" Yasudah bu aku mandi dulu " aku berlalu ke kamar dan mandi .
Setelah beberapa saat aku sudah bersiap , dan menghampiri ibu yang sedang duduk sambil menggendong kianu .
" Hay anak daddy udah bangun sayang " aku menyapa anak ku .
Kianu tersenyum teduh menatap ku .
" Ibu aku pergi dulu ya , ada urusan yang harus aku selesaikan " aku mencium punggung tangan ibu dan berlalu menuju parkiran .
Aku menelfon ziyan dan mengajak nya bertemu di hotel tempat cewek kulkas itu menginap . Aku yakin shena disana .
Tut...tut...tutt
" Ya luki ada apa ?" Suara ziyan di balik telfon .
" Hallo zi , gue punya cara nemuin istri lo"
" Cara apa ?" Jawab ziyan dingin.
" Kita balik ke hotel yang kemarin , gue kenal sama temen bini lo . Gue yakin mereka masih ada disana " jawab ku penuh keyakinan .
" Oke gue otw sekarang , lo juga kesana sekarang " jawab ziyan
Ziyan menutup telponnya aku segera meluncur ke TKP . Mereka memakan waktu sekitar 40 menit sampai di hotel itu , mereka berjalan menuju food court .
" Hay boleh kenalan? Dari awal ketemu gue gak tau nama lo " aku sedikit berbasa-basi busuk .
" Desi " jawab na dingin tanpa membalas jabatan tangan ku .
" lo lagi apa disini?" tanya ku lagi .
" kerja " jawab desi cuek.
" Kenal sama shena bini sahabat gue ? Gue yakin yang tadi siang bareng lo itu dia kan? Dia tinggal di lantai berapa ?"
Desi melamun , sedang memikirkan sesuatu yang berat .
" Ini masalah keluarga , harusnya lo gak halangi suami istri buat ketemu kan ?" Terus ku lagi .
" kak shena ada di lantai 5 kamar no 7 " jawab nya dingin .
Sesegera mungkin luki menghampiri ziyan , menyuruh nya ke lantai 5 kamar no 7 . Ziyan langsung berlari menuju lift .
" Lo di sini dulu bareng gue , ayo duduk " aku mengajak Desi duduk . Dia langsung duduk berhadapan dengan ku .
" Emm yang tadi pagi itu anak kamu? Tanya desi pelan " , ia takut menyinggung perasaan ku mungkin .
" Iya anak gue , tadi siang kan gue udah kasih tau, kenapa emang? Tanya ku . Membuat nya sedikit gelagapan .
" Nanya aja ,ibu nya kemana emang? Pertanyaan sedikit membuat ku bingung menjawabnya .
" Bini gue maksud lo? Bini gue udah pergi ninggalin anak yang , ya lo liat lah lagi lucu-lucu nya kan"
" Saya turut prihatin pak , kasian ya anak nya . Terlalu kecil untuk tidak kenal ibu nya " memasang wajah sedih .
" Gak masalah , gue bisa gedein dia sendiri. Ya walaupun gue pake jasa baby sitter yang datang hanya siang saja "Jelas ku membuat desi kagum tanpa di sadari nya .
" Hmmm begitu ... " Jawab nya singkat
Hening sesaat , aku belum melihat pertanda ziyan turun dari kamar hotel .
Desi yang meninggal kan ku begitu saja , secepat mungkin aku menarik tangan nya .
" Mau kemana lo? " Ucap ku .
" Emang bapak masih mau disini ? " Jawan nya.
" Gue mau nungguin sahabat gue lah yang nyamperin temen lo ke kamar " jelas ku kepada cewek kulkas ini.
"Ooooo " jawaban yang tak di harapkan , dia hanya membuat kan bibir nya dan berkata oh ria saja .
" Nah .. lo ngapain disini ? Lo di panggil om-om ya ? Selidik ku penasaran .
" Jangan sembarang !! Saya kerja disini jadi tukang pijit freelance " sambil mengepalkan tangan nya ke arah ku .
" Hahaha santai gue cuman bercanda kali , berarti kerjaan lo ga tetep dong " jawan ku sambil tersenyum.
" Iya " jawab desi singkat .
" Lo gabisa jawab nya ga singkat ya? Panjang dikit napa " protes ku.
" Iyaaaaaaaaaa, puas kamu?! . Udah ah saya mau pulang , kak shena udah kirim pesan ke saya kalau mereka mau tidur disini. Sebaiknya kamu juga pulang " jawab nya . Berani sekali dia menyuruh ku . gumam ku dalam hati .
" Tunggu tunggu mau gue anter ga ? " Tawar ku tulus . Jarang banget kan aku ngajak cewe pulang bareng , kecuali kania hmmm .
" Gak usah makasih , tempat kost deket "
Desi meninggalkan ku begitu saja , aku di buat nya kesal tapi aku merasa kalau wanita seperti desi ini bukan wanita biasa , wanita yang patut di perjuangkan . Jarang Banget loh aku dapat perlakuan tidak menyenangkan dari wanita seperti desi .
Akhirnya aku pun pulang , sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal , sebelum pulang aku berniat membuntuti nya .
" Aduh **** !!! Kenapa gue gak minta no HP nya sih " aku memaki diri ku sendiri di dalam mobil.
" Jangan lupa like dan vote ya guys , menurut kalian gimana ceritanya ? Maaf ya kalau ada typo , mungkin karena terlalu semangat . Vote sebanyak-banyak ya itu sangat berarti untuk author . Thanks kiss 😍 " jangan lupa pakai masker di masa pandemi ini gengs ❤️❤️