Hilang

Hilang
Ini sangat membuat ku tidak nyaman



🌻🌻🌻🌻


Happy reading guysss...


******


Kini mobil yang kedua nya kendarai sudah sampai di depan toko.. Byan masih enggan untuk turun karena memikirkan bagaimana cara memulai rencana nya..


"Apa anda tidak akan turun tuan?"


Kata kata Amira membuyarkan lamunan nya..


"Ah ia.. aku akan segera turun.."


Ah sudah nanti aku pikirkan lagi.. aku harus istirahat dulu badan ku serasa remuk.. Byan membatin masih duduk di tempatnya.


Melihat pria itu tidak bergerak dari tempatnya membuat Amira berasumsi sendiri bahwa laki laki itu benar benar hilang ingatan sampai sampai tak bisa membuka mobil. karna selama ke dokter dia yang selalu membukakan pintu mobil itu.. saat Byan hendak membuka handle dalam nya Amira sudah membukanya dari luar..


" Kenapa anda tidak memberi tahu saya kalau anda tidak bisa membuka nya.. sepertinya ingatan anda benar benar hilang.. maafkan saya karena tidak memperhatikan ini.."


Haaah.. benarkah dia berfikir aku benar benar hilang ingtan.. tapi itu bagus.. Byan tersenyum puas


" Ayo tuan silahkan.. anda bisa menggunakan ruangan di belakang toko.. istirahat lah.. buat diri anda senyaman mungkin.."


Amira berjalan beriringan dengan Byan..


"Ah maaf.. bisakah kamu tidak memanggil saya tuan.. sepertinya itu sangat canggung.. panggil nama saja bisa kan.."


" Ya tapi saya harus memanggil anda siapa.. bahkan anda sendiri lupa dengan identitas anda.. ya sudah kalau begitu panggil saya juga Amira saja.. masalah panggilan anda saya akan memikir kan nya.. atau anda ingin di panggil apa..?"


" Aku tak ada ide.. terserah kau saja Amira.. aku akan menggunakan apapun nama yang kamu berikan.."


" Ah benarkah.. baiklah kalau begitu aku akan mempertimbang kan nya.. aku akan membawakan makanan untuk mu.. ini sudah hampir jam makan siang.. istirahatlah.."


Heemmm.. beruntung nya hari ini pesanan ku sangat banyak.. aku harus bekerja extra waktu ku sudah banyak terbuang.. banyak yang harus aku kemas.. ah.. sebaiknya aku masak dulu Rama pasti sebentar lagi pulang..


Amira membuka kulkas nya memotong dan mencuci bahan bahan masakan nya, membuat bumbu, lalu mengolah nya. Siang ini dia memasak lebih banyak dari biasanya..


Amira turun ke bawah ruko nya.. berniat memanggil laki laki yang di tolong nya.. terlihat dia sedang melamun memandangi foto keluarga nya..


Sepertinya aku familiar dengan laki laki tua itu


bukan kah dia sangat kaya di jaman nya.. kekayaan nya bahkan tidak akan habis di generasi ke 5 sekali pun.. seharus nya kalau wanita ini keluarga nya dia tidak akan hidup seperti ini.. keadaan seperti ini sepertinya tidak layak bagi dia.. apa terjadi sesuatu dengan kekayaan pak tua itu..


Byan berfikir pasti ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga ini.. atau dia salah mengira kalau Amira tidak ada hubungan darah dengan pria tua kaya raya itu.. tapi dia tidak putus asa, setidak nya wanita itu pasti mengenal dua pria yang di kenali nya di foto tersebut..


Tidak mungkin kan seseorang bisa berfoto bersama kalau tidak saling kenal.. setidak nya ada sedikit informasi yang bisa aku dapatkan di tempat ini..


Setelah lama menimbang nimbang akhirnya dia menengadak kan kepala nya ke atas sofa, dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada wanita mematung dengan wajah mendekat dan tangan hendak menggapai pundak nya..


"Astaga.." ucap kedua nya..


Byan langsung terperanjat membenarkan posisi duduk nya menjadi tegak..


"Ah.. maaf kan saya tuan.. dari tadi saya memanggil manggil anda tapi anda tidak bergeming.. jadi saya berniat menepuk pundak anda.." Ucap Amira sambil menggaruk kepalanya tak gatal..


" Ia tidak apa apa.." ada yang bisa saya bantu..? "


"Ah itu.. aku ingin mengajak anda makan.. bukan kah ini sudah masuk jam makan siang.. anda juga harus meminum obat kan.."


Amira menjelaskan maksudnya dengan sedikit kikuk.. karena ini pertama kali nya dia kedatangan tamu di ruko nya.. apalagi tamu nya seorang pria..


Sebenar nya ini membuat ku sangat tidak nyaman tapi mau bagaimana lagi.. tak ada pilihan lain..