Hilang

Hilang
Tersadar



"Ya kak kau benar.. aku tidak menemukan nya.. sebaiknya besok saja kita mencari nya kembali.."


Rama sambil berjalan masuk mengunci pintu tokonya..


"Lalu apa yang akan kita lakukan pada orang ini kak..sepertinya tidak mungkin kalau kita meninggalkan nya sendiri disini..,?"


Rama melihat sekeliling memastikan ada matras atau kasur kecil yang bisa di pakai untuk mereka tidur menemani pria asing tersebut.


" Kau mau kemana kak"


melihat kakak nya bangkit Rama mendongak kan wajahnya


"Aku akan mengambil kasur lipat di atas untuk kita istirahat.. lagian kasihan juga orang itu kalau hanya di geletak kan begitu saja "


Amira tesenyum lucu mengingat dia begitu tega membiarkan orang yang terluka tergeletak di lantai begitu saja.


sepertinya aku mulai antagonis.. hihihi


Amira tersenyum sepanjang jalan mengambil kasur lipatnya.


"Apakah dia belum sadar juga Ram..?"


Tanya Amira sambil menuruni tangga dengan kasur menutupi seluruh badan nya.


"Belum kak.."


Ucap Rama sambil mengambil alih bawaan kakak nya..


*Ci*h.. menyusahkan saja..


" ayo cepat kita pindahkan dia "


Amira mengangkat kaki pria itu. Akhirnya mereka memindahkan pria tersebut menyusun kan kasurnya senyaman mungkin..


"Kakak pergilah istirahat ke kamar.. biarkan aku yang menjaga dia.."


Rama menunjuk orang tersebut


" Sebaiknya kamu saja yang pergi istirahat.. bukankah besok pagi kamu sekolah.."


Amira duduk merebahkan kaki nya..


" Baiklah sepertinya aku juga sudah mengantuk.. "


Rama berjalan sambil sesekali menguap


"Nanti beri tahu aku kalau dia sadar atau kakak membutuhkan sesuatu.."


Cekh anak itu


Setelah di rasa Rama sudah pergi baru lah Amira mengambil kotak obat untuk mengobati luka luka yang di alami pria tersebut.


" Haaahh baiklah kita mulai obati luka mu.."


Amira mengoleskan obat sedikit demi sedikit dan perlahan..


setelah di teliti ternyata kau begitu tampan ya.. ehehe


Amira tersenyum dengan pikirannya


ish bodoh sekali bisa bisanya aku berpikiran mesum begini..


Amira menepis fikiran nya


Tapi kenapa dia belum sadar juga ya.. apa dia benar benar hanya pingsan atau tidur.. atau malah koma ish.. menyusahkan saja..


Amira mengecek nafas pria tersebut menempelkan telunjuknya di hidung laki laki itu.. setelah di rasa bernafas dia menempelkan telinganya di dada pria itu..


Sepertinya semuanya normal.. tapi kenapa dia belum sadar juga. apa benturan nya keras sampai dia tidak sadar kan diri selama ini.. apa aku menghubungi dokter saja atau ambulance tapi bagaimana kalau aku jadi saksi dan ini di bawa ke polisi.. kenapa aku begitu bodoh.. apa yang harus aku lakukan.. begini saja aku takut dan tak tau harus bertindak seperti apa..ah entahlah pusing juga aku memikirkannya.. sebaiknya aku menunggu pagi saja kalau dia belum sadar juga.. aku akan membawa nya ke dokter..


"Ya itu paling benar.. sebaiknya aku istirahat dulu sebentar.."


Amira menguap meluruskan kaki nya


Baru saja Amira akan tertidur... dia mendengar suara erangan..


" ibu.. ayah... aku takut... ibuu..."


Hos.. hos..hos.. pria itu terbangun dan melihat sekeliling


aku dimana kenapa badanku terasa sakit semua..


Byan melihat sekeliling yang pertama dia lihat adalah wanita cantik dengan wajah melongo seperti keheranan..


" Euhh.. aku dimana.. kau siapa? kenapa aku disini.. apa yang terjadi padaku..? "


Byan menyadarkan wanita di depannya


"Euh eh eh., kauuuu.... "


.