Hilang

Hilang
Sebaiknya kau pergi



"Sedang apa kau disini..?"


Rama sedikit kesal karna melihat pria yang baru di lihat nya semalam, masuk ke dapur lalu memakan makanan yang di siapkan untuk kakak nya.


cih tidak sopan sekali


"A.. aku.. sedang makan lah... sedang apa lagi.. eumm.. masakan mu sangat enak.. kau sangat berbakat nak.."


Byan menunjuk dirinya acuh dengan pertanyaan Rama sambil terus mengunyah menikmati makanan nya dan memberikan acungan jempol pada Rama.


Apa dia bilang nak..? emang aku anak nya.. benar benar si tua ini.. seenak nya saja makan.. itu kan untuk kak Mira..


Rama sangat geram dengan panggilan yang di lontar kan Byan untuk nya.. belum lagi sifat acuh nya saat makan.. benar benar membuat nya geram.


" Apa kau bilang..? nak..? memang aku anak mu..? seenak nya saja memberikan ku sebutan.. lalu apa itu.. kau makan dengan lahap nya.. itukan untuk kakak ku.."


Rama berbicara dengan nada kesal nya.. sambil menunjuk makanan yg tinggal setengah lagi di hadapan Byan..


"Benarkah..? ini untuk kakak mu..? kau tidak membuat kan sarapan ini untuk ku..? lalu bagian ku mana..?"


Byan membulat kan matanya.. menyodorkan makanan yg telah di makan separuh nya itu.. mengedarkan pandangan sekitaran meja makan dan benar saja hanya ada dua piring nasi goreng di sana.. dengan toples kerupuk dan piring telor ceplok yang sepertinya masih utuh.. Byan memasang wajah se sedih mungkin.. membuat yang melihat nya merasa iba..


Haaaahhh.. kenapa juga aku harus membuat kan sarapan untuk nya.. memang dia siapa.. cih lihatlah muka itu.. benar benar menyedihkan.. dia pandai sekali..


" Baiklah baiklah.. lanjutkan saja makanan mu.. siapa juga yang akan memakan makanan bekas orang asing sepertimu.. lalu setelah kau makan sebaiknya kau pergi.. sepertinya kau terlihat baik baik saja.."


Rama membuat kembali sepiring nasi goreng untuk nya. Tak butuh waktu lama untuk Rama memasak karna dia memang bisa di andalkan dalam hal masak memasak.. lalu dia pergi menuju kamar kakak nya untuk membangunkan wanita itu.. ternyata Amira tidak ada di kasurnya.. hanya terdengar suara gemericik air disana..


Sepertinya dia sedang mandi


" Kak keluar sarapan nya sudah siap.."


Rama berteriak agar terdengar oleh kakak nya..


"Ya baiklah adik manis"


ish dia itu selalu saja


Rama kembali ke meja makan.. sambil mengerucut kan bibir nya.. Sebenar nya Rama sangat tidak suka dengan panggilan panggilan Amira yang selalu menganggap nya anak kecil di saat umur nya yang sudah menginjak 19 tahun.. bagi nya itu sangat ke kanak kanak kan.. padahal bagi Amira sikap nya itu yang membuat dia masih menganggap Rama sebagai anak anak..


Di meja makan Byan masih membulak balik kan sisa makanan yang dari tadi tersisa setengah lagi itu.. dia melamun memikirkan perkataan Rama..


Cih bocah itu benar benar menyebalkan.. dia mengusirku setelah makan makanan ini.. aku harus bisa mengulur waktu.. setidak nya sampai aku mendapatkan informasi tentang pria itu..


Tak lama Rama datang di susul Amira yg berjalan bergegas..


Kenapa pria itu hanya membolak balikan makanan nya.. apa ucapan ku tadi keterlaluan..?


" Ouh.. anda sudah ter bangun tuan..? Ayo silahkan habiskan makanan nya.. kita akan pergi ke dokter untuk memeriksa kan keadaan mu.."


Amira duduk dan langsung mengambil minum dan memakan makanan nya.. melihat adik nya yang masih mematung dia sangat heran..


"Kenapa kamu masih berdiri.. ayo cepat makan.. tenang saja.. kakak akan mengantarkan mu dulu baru pergi ke dokter.. kamu takut tak di antar kan yaaa,..??"


Amira menunjuk adiknya dengan mata menyelidik menggoda Rama.


"Ish.. kau ini.. aku tak di antar pun bisa pergi sendiri naik angkutan umum.."


Rama duduk dan langsung makan..


"Huh.. kau ini.. kalau kau naik angkutan umum disini kau akan terlambat.. waktu mu habis untuk menunggui angkutan umum lewat.. sudah ikut seperti kakak bilang tadi saja.."


Amira menoyor kepala adik nya yang duduk di pinggir nya


" Ya memang itu seharus nya.."


jawaban Rama sontak membuat Amira melipatkan bibir nya. Melihat pemandangan itu Byan tersenyum sendiri..