
"Ky tangkap...?" Teriak Torik.
Iky menangkap dan memasukkan bola basket . Akhirnya mereka dapat sekor 3-1.
"Udah ah udah, capek aku, dah aku kalah....?" Fahmi mengangkat tangan menyerah, Fahmi yang kelelahan langsung duduk di lantai sembari mengelap keringat dengan punggung tangannya.
"Teeeetttttt......!!!!" Bel berbunyi menunjukkan istirahat sudah usai.
Iky dan temannya keluar dari gedung bola basket, Iky merasa dirinya dari tadi di awasi oleh seseorang, beberapa langkah Iky keluar dari pintu, ada perempuan yang pernah Iky lihat di kelas A2 yaitu Rina, Rina membelakangi dan menunduk.
"Itu kan perempuan yang kemarin..? Sepertinya dia mengintip kami sedang bermain bola basket dari jendela...?" Batin Iky berjalan lurus sembari menoleh ke arah Rina yang masih menunduk.
"Ky, kamu tadi dari mana lama banget ke toiletnya...?" Tanya Fahmi heran.
"Tadi mules perut aku...?" Jawab Iky yang di rangkul oleh kedua temannya yang berjalan menuju kelas.
"Tau aja lu Rik hahahaha...!!!!" Jawab Fahmi tertawa.
"Anjirrrr ya kagak lah hahahaha...!!!!" Iky tidak Terima dan ikut tertawa.
Tidak terasa jam terakhir sudah selsai, seperti biasa Iky pulang sendiri dengan sepedanya. Iky yang sedang mengambil sepedanya dari parkiran , melihat perempuan tadi dengan ketiga sahabatnya dari jauh.
"Apa mereka jalan kaki...?" Batin Iky yang mematung memperhatikan Rina dan ketiga sahabatnya.
Tak lama ada mobil sedan yang berhenti di depan 4 perempuan itu. Iky pun masih berdiri di tempat, sembari memegang setang sepedanya. Tak lama ada Ibu-ibu separuh baya keluar dari mobil, penampilan yang sangat dermawan dan cantik memakai dress hitam lengan panjang di atas sikut dan panjang dress selutut. Iky melihatnya penasaran, tak lama Rina masuk dalam mobil bersama Ibu-ibu tadi setelah berbincang sebentar dengan ketiga temannya Rina tadi. Setelah melihat temannya Rina pergi, Iky langsung mengayuh sepedanya dan pulang.
Setengah jam lebih 8 menit Iky sampai di rumah. Iky yang masih memakai seragam sekolah langsung masuk dalam kamarnya, Iky duduk di tempat meja belajarnya membuka laci dan mengambil sebuah koran lama. Tidak ada rahasia dari tante Desi dan om Ari, karena tante Desi lah yang memberikan koran itu untuk Iky, yang telah di simpan selama 16 tahun dan umur Iky sekarang menuju 18 Tahun. Koran itu berisi berita atas meninggalnya ayahnya yang tertulis bila ayahnya meninggal karena pembunuhan berencana dan belum tau penyebab dan siapa orang yang telah membunuhnya. Yang Iky tau sekolah yang Iky tempati saat ini adalah milik ayah dulu, di koran tertulis bahwa yang meninggal adalah pemilik sekolah tersebut, ayah Iky di temukan sudah tidak bernyawa oleh petugas kebersihan waktu pagi hari di kantor guru. Dan di Koran itu tertulis bila ayah Iky meninggal terkena pukulan di bagian punggung dan kepala. Pukulan di kepala mengakibatkan pendarahan dan di duga ayah Iky di pukul dengan keras dengan benda semacam kayu dan botol kaca, tetapi di koran tertulis hanya dugaan dan belum mengetahui betul ayah Iky di pukul pakai botol atau semacam barang yang berbau kaca, di karenakan tidak ada pecahan kaca yg di samping mayat tersebut. Dan parahnya lagi tidak ada yang mengetahui siapa pelaku yang telah membunuh ayah Iky.
_Bersambung_