Hilang

Hilang
Amira dan Rama



Malam yang gelap dan sepi adalah waktu terbaik untuk beristirahat. Tapi tidak bagi gadis cantik dan tomboy ini, ya dia Amira gadis cantik berkulit putih mulus tapi di rumah sudah seperti lelaki. Amira dan adiknya Rama sedang berpeluh keringat menurunkan barang yang datang untuk mengisi toko online nya.


" Dik.. sudah istirahat saja ini sudah sangat larut bahkan hampir pagi bukan kah besok kamu masuk pagi? "


Amira bertanya sambil membawa box besar di depan tubuhnya terlihat tidak seimbang sekali saat dia berjalan.


" Tak usah mengkhawatirkan ku kak.. aku kan lelaki "


Rama menjawab kekhawatiran kakak nya sambil sedikit membusungkan dada.


" ish sombong sekali kau bocah kecil.."


Amira mengacak rambut Rama sambil berjalan hendak mengangkut kembali box box barang melewati lelaki itu.


"Hey.. kau ini kak.. tak bisa lihat aku berjongkok sedikit selalu saja mengacak rambutku.. aku sudah besar bukan bocah lagi bahkan aku jauh lebih tinggi dari mu..aku lelaki jangan panggil bocah lagi.. humpt"


Rama protes bibirnya sampai terlipat


"Cih mana ada lelaki yang melipat bibirnya begitu.. lihat lah dirimu sangat menggemaskan.. sudah sana pergilah istirahat kembali di atas.. sedikit lagi juga ini selesai.. kakak bisa menyelesaikannya sendiri.. "


Amira mengibas ngibaskan tangan nya memberi pertanda agar Rama pergi.


" kakak biarkan kali ini saja aku yang menyelesaikannya.. aku ingin belajar menyusunnya supaya jikalau kakak sakit seperti kemarin aku tak kelabakan lagi mengurus ini semua.. biarkan aku belajar berbisnis mulai sekarang.."


Rama memohon menangkupkan kedua tangan di depan dadanya..


" hey"


Amira melempar dus kosong bekas sepatu ke arah Rama


" Kau mendo'akan ku sakit lagi.. hah? "


" Hahaha... kau ini kakak sensitif sekali.. hahaha"


Rama tergelak


" Baiklah.. baiklah.. lakukan apa yang ingin kau lakukan anak muda.. aku akan mengistirahatkan kaki ku dulu.. "


Amira duduk meluruskan kaki nya


bagus juga kau berfikir begitu dik.. karna perut ku sebenarnya sudah tak tahan lagi.


Amira tersenyum getir


" Kakak sepertinya ini box yang terakhir setelah ini aku tinggal menyusunnya saja kan"


Rama menoleh sambil menatuh box terakhirnya


" ya kau benar.. lakukan saja seperti yang ingin kau lakukan.. nanti kalau ada kesalahan aku akan mengoreksinya"


Amira mengibas ngibaskan tangan nya acuh.. dia sedikit terpejam karna dia sangat lelah setelah menurunkan barang barang di tokonya sebelum Rama datang.


"kakak aku sudah selesai "


Rama melirik kakak nya yang tertidur pulas sambil duduk sepertinya kamu sangat kelelahan kak..


*M*aafkan aku yang selalu menyusahkan mu bahkan setelah ayah dan ibu pergi kamu selalu menjadi pelindungku berusaha keras mengurusku menjadi seorang ibu.. bekerja keras menafkahiku membiayai sekolahku menjadi seorang ayah.. maaf karna aku selalu merepotkan mu.


Rama mendekati kakak nya menatap wajah itu dengan lekat wajah yang selalu tersenyum di hadapannya bahkan disaat hari terberat mereka lalui sekilas dia ingat akan kenangan bersama kakak nya di saat ibu dan ayah nya meninggal karna kecelakaan dan perlakuan tidak adil paman dan bibi nya.. sampai mereka di lempar ke jalanan di saat itu kakak nya selalu tersenyum dan mengatakan


*T*enang lah kita akan baik baik saja ada kakak bersamamu.. tenang lah kakak menyayangimu


Tanpa di sadari air mata Rama menetes mengingat kejadian itu


" kakak aku menyayangimu.. bahkan melebihi diriku sendiri.. aku rela melakukan apapun untuk mu.. aku ingin kau bahagia kak"


"Heemmmppt"


Amira menguap mengerjap ngerjapkan matanya.


" Hey kau sedang apa di sini.. bukankah tadi kau mengatakan ingin menyelesaikan pekerjaan ku.."


Amira mengomel karna mendapati adiknya sedang memandanginya.


cih kau ini.. baru saja aku ber melow ria.. sifat menyebalkan mu kambuh kembali


Rama mendelik jengah


" lihatlah "


Amira membelalakan matanya


" Wwaaouuaww kau sangat berbakat.. bahkan pekerjaan mu lebih rapih dari pada aku "


Amira tersenyum malu dengan kata katanya ada kegelisahan atas kata kata yang keluar secara jujur keceplosan itu


" Ya siapa dulu yang mengerjakannya Rama"


Rama menepuk nepuk dadanya sambil di busungkan


cih sudah kuduga purgoso kau akan bersombong ria


Amira melirik jengah


" Maafkan aku karna sudah keceplosan memujimu.. "


" Hey kenapa kau meminta maaf kakak itu bukan sebuah kesalahan"


" Justru itu kesalahan yang fatal bagi lidah ku karna telah memuji mu.. bahkan aku harus membasuhnya dengan air suci 7x "


Amira mengusap ngusap bibirnya sambil terkekeh.


" Huh kau ini menyebalkan sekali"


Rama memanyunkan bibirnya


"sudah cepat kita masuk ini hampir subuh.. kunci mobil dan kunci toko ya.. "


Amira bangkit dari duduknya hendak pergi ke atas kamar.


Mereka tinggal di sebuah ruko pinggir jalan alternatif.. jadi kalau malam disini sangat sepi bahkan antar tetangga masih berjauhan..


" Kak aku sudah mengunci mobilnya.. ayo kita masuk.."


Rama menutup pintu toko lalu akan mengunci pintu.. tiba tiba


Duaaaarkhhhh


"Ya tuhan apa itu"


Amira dan Rama bergegas membuka kembali pintu yang hendak di kunci itu


" Astaga "


Rama membelalakan matanya


Amira menutup mulutnya


" Ya tuhan bagaimana ini?"