
"Kau minum obatmu dengan benar, Sera?" tanya Dokter Vania, dia adalah dokter pribadi Sera tanpa sepengetahuan keluarganya.
Sera menganggukan kepala, ia nampak asyik menikmati ketika Dokter Vania memeriksanya.
"Kemarin untuk apa kau meminta pil KB? Ingat dosa, Sera!"
Sera berdecih, di sisa akhir hidupnya ia ingin merasakan itu walaupun dosa akan menghampirinya. Haha memang pikiran konyol dari bocah ABG itu memang aneh.
Setelah diperiksa oleh Dokter Vania, ia mengancingkan bajunya dan duduk di depan Dokter Vania.
Dokter Vania menyuruh untuk segera memberitahukan kepada keluarga Sera tentang penyakitnya.
"Aku tidak mau terlihat menyedihkan di depan mereka. Seorang Sera yang ceria dan periang memiliki penyakit"
"Sebelum terlambat, Sera. Kau harus memberitahu keluargamu!"
"Jika aku akan mati tinggal mati saja, Dok. Aku siap, ketimbang merasakan sakit setiap saat dan aku tidak ingin membuat keluargaku sedih"
Dengan ekspresi datar, Sera berjalan keluar dari ruangan itu. Dia menuju ke lantai 2 tempat ruangan Dokter Juna berada.
Setidaknya aku mendapat perhatian dari Paman Juna. Ya... walaupun perhatiannya bukan ditujukan kepadaku melainkan ke Zara.
Aku punya Mama juga seperti tidak punya Mama.
Aku punya Kakek juga seperti tidak punya kakek.
Semuanya hanya mementingkan dirinya sendiri.
Sedangkan Kak Sean sudah berkeluarga tidak mungkin aku merengek ke Kak Sean lagi.
Sera membuka pintu ruangan Dokter Juna, terlihat kosong tidak ada orang.
Sera masuk lalu melihat pigura kecil yang terdapat foto Zara.
Beruntungnya Zara, dia sangat disayangi Paman Juna.
Tetapi tiba-tiba ponselnya bergetar ternyata dari Zara, ia lalu mengangkatnya.
"Sera? Si Angga ngejar-ngejar aku nih, dia gak mau putus. Coba kau telpon dia!" ucap Zara.
"Itu urusanmu, Zara! Kita sudah bertukar posisi jadi kau harus menyelesaikan masalah yang kau hadapi sekarang ini. Lagian si Angga juga berselingkuh"
"Setidaknya kau bantu telpon kek, dia 'kan pacarmu"
"Cih! Pacarku sekarang Paman Juna. Tidak bisa di ganggu gugat. Bye," ucap Sera langsung mematikan telponnya.
Rasakan itu Zara! Biar tau rasa kau.
Sera lalu menunggu Dokter Juna dengan duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, terlihat ia menghapus foto-foto Angga yang sudah dianggap mantan pacarnya.
Dia lalu membuka akun IG nya dan tidak sengaja melihat Asisten Kim mengunggah foto dengan sang pacar membuat Sera sedikit cemburu.
Laki-laki ini sungguh jahat. Dia yang mencuri ciuman pertamaku dan tiba-tiba mempunyai pacar.
Ah... udahlah, aku sudah bersama Paman Juna. Setidaknya dia tidak kalah tampan dari si Kim Cina itu.
"Zara sayang?"
"Siapa Zara?" ucap Sera tidak sadar sambil memainkan ponselnya.
Sampai ia menyadari ucapannya lalu melihat Dokter Juna sudah ada di depannya. Dia langsung menyimpan ponselnya lalu berdiri dan memeluk Dokter Juna.
"Kenapa kau disini sayang?"
"Aku membawakan makanan untukmu, Honey"
"Kau bukan Sera 'kan?" tanya Dokter Juna bingung.
"Tentu saja bukan, aku Zara, Honey. Kenapa Honey bisa berpikir aku Sera? Apa karena poni ini?"
Dokter Juna tersenyum, ia mencium pipi Sera dan memeluknya.
"Terima kasih Zara kau sudah berubah untukku"
_________________________________
Zara nampak kesulitan menghadapi kehidupan barunya, menjadi Sera sangatlah susah. Apalagi teman-teman Sera yang berbeda dari teman Zara.
Sera memang di kenal periang dan pecicilan tetapi dia sangat pandai dalam hal pelajaran.
Tetapi tiba-tiba pikirannya teralihkan dengan senyuman manis Dokter Juna yang terlintas di benaknya.
Apaan sih kok malah keinget Om mesum itu?
Dan Zara terlintas dengan Anita yang mengaku sedang mengandung anak Dokter Juna, ia segera memberitahukan kepada Sera. Dia menelpon Sera lagi.
"Sera, kau harus hati-hati. Sepertinya Tante Anita akan rujuk dengan Om Juna, Tante Anita sedang hamil anak Om Juna"
Sera yang mengangkat telepon di depan Dokter Juna yang sedang memakan makanannya hanya bisa menelan ludah.
Dia tidak menyangka jika pria di depannya seperti itu.
Sera langsung menutup telponnya dan mulai memberikan pertanyaan bertubi-tubi ke Dokter Juna.
"Honey mau rujuk dengan Tante Anita?"
Dokter Juna menghentikan makannya lalu menatap Sera.
"Tidak akan sayang! Oh ya si Anita malah kini menolak untuk melakukan tes DNA, aku yakin jika anak yang di kandungnya bukan anakku," ucap Dokter Juna senang.
Sera menganggukan kepala, ia langsung mengirimi Zara pesan.
Sera
Ciye yang cemburu jika Paman Juna akan rujuk dengan Tante Anita, wkwk.
Zara
Siapa yang cemburu?
Sera
Jujur saja jika kau suka dengan Paman Juna. Buktinya kau masih mengkhawatirkan dia.
Zara
Amit-amit.
Sera
Zara, aku tidak bisa selamanya menjadi dirimu. Suatu saat kau harus kembali ke Paman Juna. Paman Juna sangat mencintaimu, kau sangat bodoh jika mencampakannya.
Zara
Jika kau suka ambilah, Sera!
Sayangnya waktuku tidak banyak untuk bersama Paman Juna. Aku hanya ingin membantu rumah tangga kalian agar tidak retak. Semoga saja Zara cepat sadar akan kesalahannya. Batin Sera