
Hari ini mereka pergi mengendarai mobil Amira, terlihat mobil tersebut kerusakan nya lebih parah dari yang terlihat semalam.. setelah mengantar kan Rama kesekolah.. mobil itu melesat ke sebuah klinik kecil.. di hati Byan sedikit lega karna di amati tidak ada alat alat yg mendukung pemeriksaan untuk penyakit parah.. setelah mereka di panggil mereka langsung menghampiri dokternya..
"Selamat pagi pak bu.. silahkan.. siapa yang sakit..? dokter mempersilahkan kedua nya untuk duduk..
" Begini dok., tuan ini semalam kecelakaan menabrak mobil saya dengan sepeda motornya.. dia mengeluh sakit kepala dan mual tapi pagi ini dia sama sekali tidak mengingat kejadiannya bahkan dia tidak mengetahui identitas nya.."
" oh.. begitu.. baiklah saya akan memeriksa nya" Dan dokter pun menjelaskan
Sepertinya penjelasan dokter ini menguntungkan ku.. dia menyuruh wanita ini membawa ku ke rumah sakit yang lebih besar.. aku harus mencari cara untuk mengulur waktu lebih lama lagi..
"Tuan ayo kita pulang ini obat anda.." Amira memberikan plastik berisikan obat pria itu..
"Bagaimana..? apa kau akan membawa ku ke rumah sakit besar..? "
" Entahlah tuan sepertinya untuk saat ini aku belum bisa memeriksakan mu.. aku sangat menyesal.. kau pasti memiliki keluarga yang menunggumu.. aku minta maaf.."
Bagaimana aku bisa memeriksa kan nya dokter bilang biaya nya hampir 2 juta.. sedangkan saat ini Rama sangat membutuhkan uang untuk sekolah nya.. aku tidak mungkin mengabaikan nya dan mementing kan orang lain.. tapi laki laki ini bagaimana.. berarti dia harus tinggal lebih lama lagi di rumah ku.. hah.. biar sajalah aku akan memanfaat kan nya membantu bantu di toko ku hitung hitung ganti rugi mobil ku.. hehe
Amira tersenyum jahil melihat laki laki yang berada di depan nya itu.. sementara Byan jadi teringat akan bibi nya setelah Amira menyebutkan kata keluarga.. dia sedang memutar otak bagaimana cara menghubungi bibi nya secara bibi nya orang yang begitu protektif terhadap Byan.. akhirnya dia menemukan ide meminjam telpon seseorang untuk menghubungi bibi nya..
Byan pergi dan menghubungi bibi nya dia mengirimkan pesan lewat ponsel seorang perawat..
Bibi aku menemukan keluarga pria itu.. mungkin akan membutuhkan sedikit waktu untuk menyelidikinya.. jangan cemas aku baik baik saja.. jangan menghubungi ku..
Setelah di rasa cukup Byan bergegas menuju parkiran.. dia melihat bagian belakang mobil Amira yang terlihat rusak parah.. dan langsung duduk di samping kemudi..
Aku harus memperbaiki nya.. hitung hitung ucapan terima kasih karna dia mau merawat ku.. ya walaupun aku hanya memanfaat kan nya..
Amira melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak ada obrolan apapun di dalam mobil nya.. hanya suara kerusakan mobil yang terdengar begitu memilukan..
Huuh mobil ku.. suara mu menyedihkan sekali.. bagaimana aku memperbaiki nya.. haaaahh.. aku harus membuat pria ini bekerja keras untuk perbuatan nya.. salah siapa dia tidak ingat apa pun aku akan mempekerjakan nya secara paksa.. hahahaha.. aku begitu jahat bahkan saat dia sakit... hahahah
Amira tersenyum licik melirik pria di samping nya dia berfkir.. dia akan begitu jahat memperlakukan pria itu.. tapi siapa sangka lelaki itu pun memilki niat tak baik pula..
Ketika kita memanfaatkan atau melakukan sesuatu yang buruk pada orang lain.. percayalah.. segala sesuatu yang buruk itu akan kembali pada kita.. dengan cara apapun.. maka tetap lah berbuat baik dan melakukan segala sesuatu dengan tulus..