Hilang

Hilang
Ep 14



"Inikan ayah...? Dan siapa yang di sampingnya...?" Batin Iky melihat foto yang tertempel di dinding.


4 meja yang menghadap ke tembok dan kursi yang masih tertata rapih ruangan yang bau apek banyak kecoa yang mati dan hidup yang berkeliaran, lembab dan bau tidak sedap. Ada satu lemari yang berpintu kaca transparan Iky melihat buku yang begitu banyak yang di tumpuk dengan rapih di lemari itu, Iky engan untuk membukanya.


"Buggg...!!! " Suara sesuatu yang jatuh.


"Suara apa itu...? " Batin Iky, mengira bila ada seseorang di atas yang sedang mengintainya.


Iky meliat jam dari HPnya, tidak di sangka Iky meninggalkan temannya selama setengah jam. Iky beranjak pergi dari tempat itu. Iky yang selsai menutup kembali pintunya seperti semula. Iky melihat pecahkan kaca yang menjulang di tanah dan sedikit darah di ujung kaca tersebut. Iky melihatnya lagi dengan jelas, sepertinya ada jejak sepatu dan Iky merasa sepertinya memang ada yang mengikutinya. Iky pergi dan mengabaikan kaca tersebut.


"Pasti orang itu tersandung mengenai kaca itu...? " Batin Iky sembari berjalan menuju kelas.


Sesampai di kelas Iky mencari kedua temannya, tidak ada di kelas dan Iky berinisiatif untuk ke gedung basket.Dan ternyata benar insting Iky tidak salah, mereka sedang bermain berdua dan ahirnya Iky bergabung.


Iky yang masih duduk di kamar mencurigai perempuan yang berdiri di luar gedung tersebut. Ahirnya Iky beranjak dari tempat duduknya dan pergi mandi. Iky yang sendirian di rumah berkeinginan pergi Jalan-jalan sore menyusuri komplek. Matahari sudah mulai terbenam, warna sore yang ke Oren-oren tanpak lebih cantik. Iky yang sudah menyusuri komplek dan matahari semakin hilang ahirnya Iky memutuskan segera pulang, fikir Iky di rumah tidak ada seseorang apa lagi tante Desi dan Om Ari yang pulangnya larut malam. Saat Iky melaju sedikit cepat, Tiba-tiba Iky melihat Tukang rongsok yang pernah Iky temui. Mereka sedang menata kardus untuk di jadikan alas duduk. Ahirnya Iky mencoba mendekati.


*Tukang rongsok tersebut bernamakan Pak Hadi dan Ibu Rumi dan anaknya Anisa*


"Pak buk, kalian sedang apa di sini...? " Tanya Iky yang baru saja mengerem sepedanya sedikit mendadak dan berhenti tepat di depan mereka.


"Eh dek, ini bapak lagi menata kardus buat alas buat istirahat di sini...? " Jawab pak Hadi sembari meletakkan kardus terakhir.


"Bapak sama Ibu tinggal di sini....? " Tanya Iky yang masih duduk di sepedanya.


"Bapak sama Ibu tidur di sini...? " Tanya Iky yang masih duduk di sepedanya.


"Iya dek, kita memang istirahat di sini...? " Sambung ibu rumi yang masih berdiri dan menjelaskan.


Iky mengangguk memahami kondisi mereka.


"Sudah kok dek...?" Pak Hadi menjawab.


"Owwwhhh, baguslah...? " Iky mengangguk.


"Ya sudah pak, saya pulang dulu ya pak..? Keburu sore...? " Iky berpamitan dan memutar balik sepedanya. Iky berfikir untuk kembali sehabis solat maghrib untuk membawakan camilan yang ada di rumah.


Tak lama kemudian Iky yang sudah siap untuk kembali ke tempat Pak Hadi istirahat dengan membawa camilan berserta minum. Iky yang baru saja mengunci pintunya, Tiba-tiba ada pesan masuk dari fahmi.


*Pesan Masuk*


Fahmi


"Ky lu di mana...? " Fahmi


"Gue di rumah...? " Balas Iky.


"Ayo keluar Ky, ketemuan di tempat biasa...? " Fahmi


"Gue ngga bisa, besok aja, gue lagi ada urusan di luar...? Balas Iky.


" Owh, ya udah kalau ngga bisa, besok lagi aja..? " Fahmi


"Siap...? " Balas Iky.


_Bersambung_