Hilang

Hilang
Ep 15 Perkenalan Iky Dengan Keluarga Pak Hadi.



"Tumben Fahmi ngajak keluar jam segini...? " Batin Iky sembari memasukkan ponselnya di saku jaket.


Iky akhirnya sampai di tempat tukang rongsok itu.


"Loh dek kok kesini lagi...? " Tanya pak Hadi


"Oh iya pak, ini saya bawa camilan pas kalau buat camilan ngobrol sama istrinya..? " Iky turun dari sepedanya dan membawa camilan.


"Terimakasih ya dek...? " Pak Hadi mengucapkan terimakasih kepada Iky sembari menerimanya.


" Iya sama-sama pak, ngomong-ngomong mau makan lagi ngga bapak sama ibu sama adiknya sekalian..?" Iky menawari dan berjongkok di depan mereka duduk bersilang dan Iky menyentil hidup kecil milik Anisa anak tunggal Pak Hadi.


" Adek mau makan lagi ngga...? " Iky menawari anaknya yang mau-mau tapi malu.


"Dek namamu siapa..? " Tanya Ibu Rumi kepada Iky.


"Owh, perkenalkan saya Iky pak buk...? " Iky berjabat tangan dan memperkenalkan diri.


" Ooowwwhhh, Dek Iky...? " Bu Rumi tersanjung oleh nama Iky yang bagus seperti sifat pemilik namanya.


"iya buk...? " Jawab Iky tersenyum


" Nama saya pak Hadi dan ini istri saya Ibu Rumi...? " Pak Hadi memperkenalkan diri dan memperkenalkan istrinya.


"Owh ya, salam kenal bapak ibuk..? " Iky menghormati perkenalkan keluarga pak Hadi.


"Dan ini anak saya satu-satunya Anisa..? " Pak Hadi memperkenalkan anak perempuannya sembari mengelus pundak anisa yang di pangku ibu Rumi.


"Salam kenal ya dek...? " Iky sembari mengelus kepala Anisa.


Iky yang melihat baju Anisa kumal dan kotor, Iky membuat keputusan dalam hatinya untuk membelikan dan mengajak Anisa jalan-jalan.


"Anisa mau ikut kakak sebentar ngga..? " Ajakan Iky kepada Anisa.


"Mau kemana dek Iky...? " Sambung pak Hadi.


"Owh, ya pak, maaf boleh ajak Anisa peri sebentar buat jalan-jalan,saya minta izin kalau boleh...? "Iky meminta izin kepada Pak Hadi dan Ibu Rumi.


Pak hadi sebelum memberi izin melihat ke arah ibu Rumi.


"Owh, tidak kok pak hanya pergi di sebrang sana sebentar, saya akan kembali jam 8 nanti..? " Iky menyakinkan pak Hadi.


"Owh ya sudah, bapak memperbolehkan kalau ibuk gimana buk...? " Pak Hadi mengasih pendapat kepada istrinya.


"Boleh dek Iky kalau mau main sama Anisa, ibu juga seneng dia punya temen ibu nitip Anisa jaga dia baik baik ya dek Iky..? " Ibu Rumi memperbolehkan Iky mengajak Anisa.


"Owh, siap buk, ya sudah saya pamit dulu ya pak buk..? " Iky bergegas pergi dan membonceng Anisa yang duduk di depan.


10 menit berjalan sampailah Iky di toko baju dan Iky menggandeng Anisa tanpa malu. Iky memasuki toko baju yang lumayan besar dan Iky menjadi pusat perhatian oleh pelanggan dan pelayan toko, sampai ciwi-ciwi pun melongo dan terheran-heran.


"Sini dek, kita cari baju yang pas buat kamu...? " Iky mengasih tau Anisa sembari berjongkok.


Iky berkeliling mencari baju yang khusus untuk anak-anak dan ternyata di sebelah pojok dekat celana dewasa.


"Sini dek, owh ternyata di sini...? " Iky menemukan yang khusus untuk anak-anak.


Iky sibuk mencari yang bagus dan pas untuk Anisa. Anisa pun hanya membuntuti dan memegang ujung jaket Iky agar tidak terlepas dan terpisah. Iky hanya bisa tersenyum dalam hati. Dan Anisa akhirnya mau membuka suara sebelumnya hanya mengangguk karena malu. Anisa menunjukkan baju yang menurut bagus dan pas untuk dirinya.


"Kak...? " Anisa memanggil Iky.


Iky yang baru saja Melihat-lihat baju yang ada di gantungan mengembalikan ke tempat asalnya.


" Gimana dek...? " Iky merespon.


" Kak yang itu...? " Anisa menunjuk baju lengan panjang berwarna pink.


"Owh yang itu...? " Iky yang baru saja berjongkok di hadapan Anisa langsung berdiri dan mengambil baju yang di maksud Anisa.


"Yang ini dek.. ? " Iky mengambil dan memperlihatkan bajunya kepada Anisa.


"Em..? " Anisa mengangguk ber isyarat iya.


"Coba dek liat pas tidak...? " Iky mengukur bajunya dengan badan Anisa.


"Ternyata kamu pintar memilih, pas buat kamu..? " Kata Iky memuji Anisa.


_Bersambung_