
Memasuki bulan Agustus Iky merasa waktu berjalan dengan cepat, dirinya merasa baru kemarin sepertinya Iky baru sampai di Surabaya dan tidak terasa sudah memasuki bula Agustus. Iky yang sudah sekolah ada 2 bulan lebih juga tidak percaya bila dirinya bisa mendapat teman baik dan senang bisa bertemu dan kenal dengan sahabat barunya Fahmi Dan Torik dan bisa Berkenalan dengan keluarga Pak Hadi dan keluarga Fahmi. Iky mengikat tali sepatunya dan mengambil tas dan turun ke bawah untuk sarapan bersama tante Desi dan Om Ari.
Tidak terasa bulan sudah memasuki bulan Agustus.
Iky segera pamit.
" Tan Om Iky berangkat dulu ya...? " Iky berpamitan.
" Hati-hati di jalan...? " Jawab tante Desi sembari mengelus kepala Iky.
Tak lama kemudian Iky sampai.
" Ky....!!! Suara Fahmi dari jauh.Iky menengok ke kiri melihat Fahmi dan Torik menuju ke arahnya sembari melambaikan tangannya.
" Hi...!!! Iky membalas lambaian Fahmi yang sedang berjalan menuju Iky, Iky yang baru saja keluar dari parkiran dan bertemu Fahmi dan Torik di depan pintu parkir.
" Wah ngga terasa kita sudah kenal dua bulan aja ya...? " Kata Torik merangkul Iky yang selalu tersenyum hanya di ujung bibir,selang beberapa menit akhirnya Iky dan dua sahabatnya menuju kelas.
" Ky....? " Fahmi menyebut nama Iky.
" Iya.... "? jawab Iky singkat.
" Tanggal 17 Agustus kamu ada acara tidak...? " Tanya Fahmi mengajak Iky.
" Eeemmmm......? Sepertinya tidak..? "
" Yes...!! Kita main yuk..? " Torik bersemangat setelah mendengar jawaban Iky.
" Mau kemana...? " Tanya Iky dengan kedua sahabatnya.
" Besok aku kabari, Ok..? " Jawab Fahmi bersemangat.
"Ok..? " Jawab Iky singkat.
*Hari Kemerdekaan 17 Agustus*
Iky dan kedua sahabatnya telah selesai mengikuti kegiatan Upacara 17 Agustus. Di tengah jalan Iky mencoba bertanya dengan Fahmi karena penasaran saat itu Iky tidak membawa sepeda kesayangannya karena Iky minta di antar oleh Om Ari dan Iky tidak minta di jemput karena Iky beralasan ingin pulang bersama temannya.
"Fahmi...? " Iky menepuk pundak Fahmi saat di perjalanan karena Fahmi yang menyetir.
"Gimana ky...? " Jawab Fahmi sembari menyetir dengan fokus.
"Kita setelah ini mau kemana...? " Tanya Iky to the point.
"Nanti aku kasih tau kalau sudah sampai ke rumah ku...? " Jawab Fahmi.
" Owh..? " Jawab Iky singkat.
5 menit berlalu Iky Fahmi dan Torik sampai di rumah Fahmi.
Torik yang rumahnya bersebelahan dengan Fahmi meminta Fahmi untuk menunggunya untuk mengganti pakaian terlebih dahulu.
"Ayo ky masuk...? " Ajakan Fahmi.
"Iya...? " Iky melepas sepatunya.
"Eh nak Iky...? " Ibu Fahmi menyapa Iky yang baru saja masuk ruang tamu.
"Assalamualaikum tante...? " Iky memberi salam sembari mencium punggung tangan ibunya Fahmi.
"Waalaikumsalam, duduk nak Iky, ayo duduk, nanti tante buatkan minum dulu di belakang...? " Ibunya Fahmi mempersilahkan Iky sembari berjalan menuju dapur.
Fahmi yang sudah ganti baju dan hanya tinggal mengeluarkan sepedanya dari garasi, Iky duduk di ruang tamu menunggu Fahmi dan Torik selsai. Tak lama Torik datang, Fahmi pun juga sudah selesai dan siap.
"Kamu sudah siap rik..? Tanya Fahmi dengan Torik.
" Sudah siap semua ini....? "Iky menyela pembicaraan Fahmi.
" Ada apa Ky...? "Tanya Torik heran.
Iky masuk ke belakang menuju dapur mencari ibunya Fahmi Untuk berpamitan. Dan tak lama Iky keluar, dengan ibunya Fahmi. Fahmi dan Torik hanya diam melihat Iky yang baru saja keluar dapur bersama Ibunya Fahmi karena Fahmi dan Torik tau Iky adalah orang yang sopan santun.
Di tengah jalan mereka membicarakan tujuan mereka.
"Kita mau kemana dulu nih...? " Tanya Torik dengan Fahmi.
"Eeemmm.... gimana kalau kita renang...? " Fahmi mengeluarkan idenya.
"Wah asik tuh, boleh boleh lah...? " Jawab Torik setuju.
"Kamu gimana ky...? " Fahmi bertanya dengan Iky.
"Boleh...? "Iky menjawab singkat tanpa ragu.
" Byurrr....? "Suara Fahmi menyebur.
"Ayo ky masuk sini, seger lo airnya...? " Ajakan Torik.
"Iya, nanti aku nyebur kok....? " Jawab Iky.
Iky dan kedua sahabatnya bersenang-senang main air. Iky yang dari tadi hanya mengikuti apa kemauan sahabatnya, karena Iky tidak mau mengecewakan mereka, Iky yang berfikir bila melihat air merasa mengingat sesuatu.
1 jam mereka selesai.
"huaaah...!!! akhirnya selsai juga, gimana seru ngga Ky...? " Tanya Fahmi dengan Iky.
"Iya...? " Jawaban Iky singkat sembari memasukkan baju basahnya ke dalam plastik dan di masukan ke dalam tas ranselnya.
"Cari makan yok...? " Ajakan Torik.
Akhirnya mereka menemukan tempat makan, Iky berhenti di depan pintu Restoran itu. Iky membaca nama Restoran dalam hatinya.Tak lama Iky dikagetkan dengan Fahmi.
"Ayo Ky, malah melamun kamu...? " Ajakan Fahmi untuk masuk.
Iky pun masuk dan memilih duduk di sebelah pojok dekat jendela. Tak lama pelayan Restoran menghampirinya dan mempersilahkan untuk memilih menu, Iky dan dua sahabatnya memilih menu yang Sama-sama dengan Iky, Tak lama kemudian pesanan datang.
"Wih mantap...? " Kata Torik mengusap kedua tangannya sudah tidak sabar.
"Enak ni kayaknya dari bentuk sudah menggoda...? " Kata Fahmi.
Iky yang dari tadi diam saja dan hanya mendengar temannya bicara. Iky tak lama menyantap Nila bakar yang menurut Iky beda dari yang lain.
"Ah kenyang nya...? " Kata Torik kekenyangan.
"Kalian di sini dulu aku mau bayar...? " Kata Iky sembari beranjak dari tempat duduknya.
"Ayo...? " Iky mengambil tasnya dan mengajak temannya.
"lah kita kan belum bayar Ky...? " Kata Fahmi.
"Sudah aku bayar semua tadi...? " Jawab Iky menjelaskan dan beranjak dari kursi.
"Beneran nih Ky...? " Kata Fahmi tidak percaya.
"Wah makasih ya Ky...? " Kata Torik berterima kasih.
"Iya sama-sama...? " Jawab Iky singkat.
"Makasih ya Ky, besok kita gantian traktir kamu...? " Kata Fahmi tidak enak hati.
"Iya, santai aja...? " Iky menerima tawaran Fahmi.
Iky dan kedua sahabatnya pun bergegas pergi dan di tengah jalan Iky berfikir untuk pulang. Iky yang merasa tidak adil bila rumah harus di urus Tante dan Omnya. Iky berkeinginan untuk pulang lebih awal dan bersih-bersih.
"Fahmi...? " Iky menepuk pundak Fahmi untuk berhenti terlebih dahulu.
"kenapa...? " Jawab Fahmi.
"Anu..... aku pulang dulu ya...? " Jawab Iky.
"Lah, kan belum sore Ky...? " Kata Fahmi kecewa.
"Iya maaf, kalian lanjut aja, aku pulang...? " Jawab Iky singkat.
"Yah Iky, ngga asik ah....? " Kata Torik kecewa.
"Ayo antar aku pulang...? " Kata Iky meminta.
Selang beberapa menit Iky dan dua sahabatnya sampai, Iky langsung masuk dalam rumah dan pamit.
"Makasih ya Fahmi Torik, sorry aku ngga bisa lanjutin, besok lagi ya... daaa....? " Iky bergegas turun dari boncengan Fahmi dan pamit sembari melambaikan tangannya.
Fahmi dan Torik hanya diam mematung heran dengan Iky yang tidak seperti biasanya. Dan akhirnya Fahmi dan Torik mempunyai Ide untuk duduk di depan teras rumah Iky.Yang Iky pikir dia sahabatnya sudah pulang. Fahmi dan Torik penasaran dengan apa yang akan di lakukan Iky. Dan Fahmi pun sangat penasaran dan akhirnya Fahmi dan Torik memutuskan masuk ke dalam rumah Iky secara diam-diam. Setelah masuk Fahmi dan Torik terkagum melihat isi rumah Iky yang ternyata luas dan mewah. Fahmi berjalan menuju meja pajang sembari melihat sekeliling dan mengambil sebuah foto yang di pajang di meja pajang, foto Iky masih umur 1 tahun yang di gendong oleh Ayahnya. Torik pun ikut melihat.
"ini Iky yah...? " Fahmi melihat foto yang di pegang.
"Coba bentar, kayaknya iya...? " Torik menyambar foto yang di pegang Fahmi
"Benar ini Iky, ini kayaknya ayahnya...? " Torik mengira-ngira.
Tak lama Iky datang melihat dia sahabatnya belum pergi dari atas tangga.
_𝘽𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜_