Hilang

Hilang
Bani



Mereka berjalan beriringan ke meja makan.. dari kejauhan saja sudah tercium bau masakan yang menggiurkan.. lalu kedua nya mendekat.. benar saja saat melihat masakan Amira, Byan menelan ludah nya..


" Sepertinya ini sangat lezat.."


Byan duduk dan mengambil makanan nya.. melihat itu amira menyunggingkan bibir nya..


Benar benar menyedihkan.. Dia seperti baru pertama kali melihat makanan ini.. hilang ingatan nya begitu parah..


Lagi lagi Amira menyangkutkan segala nya dengan hilang ingatan.. Padahal memang Byan memiliki selera makan yang tinggi.. dia termasuk pecinta kuliner..


" Emmmm.... ini sangat lezat.. benar benar lezat.. kau sangat berbakat.. dari mana kau belajar ini.."


Byan terus saja mengunyah makanan nya.. dia sangat antusias dan berharap ada sedikit informasi yang dia dapatkan..


" Ah terimakasih tuan ini hanya masakan biasa.. aku dan Rama dulu sering melihat dan menikmati masakan seperti ini saat ibu kami masih hidup.. jadi aku belajar darinya.."


Amira termasuk anak yang suka tantangan dan hal hal baru dia belajar banyak dari ibu nya saat masih hidup.. ibu Amira termasuk orang hebat dia memiliki banyak usaha dan juga beberapa restoran.. tapi dia selalu hangat dengan keluarga bahkan masakan di rumah dia yang mengerjakan sendiri.. dan waktu memasak adalah hal yang paling menyenangkan bagi Amira dan Rama kecil.. selain mereka bisa dekat dengan ibu nya yang sibuk.. mereka juga memiliki alasan membantu.. padahal tidak sama sekali.. tapi setidaknya mata mereka bisa melihat dan mengingat bahan apa saja yang di pergunakan.. sehingga sekarang kedua nya sangat handal dalam urusan memasak..


Mengingat masa itu wajah Amira berubah sendu.. Byan menyadari perubahan wajah orang yang di depan nya..


" Ah maaf.. aku menyinggung perasaan mu.. Amira kenapa kau tidak makan..?" tanya Byan karena melihat amira hanya duduk saja..


" Silahkan anda saja duluan... saya menunggu Rama.."


" Uhuk.. uhuk.. uhuk.." Byan tersedak.. mengingat betapa buruk tatakrama nya hanya melihat makanan yang menggiurkan di depan matanya dia sampai khalaf melupakan Rama..


Amira menuangkan minum di gelas depan nya lalu memberikan minum pada Byan..


" Pelan pelan tuan.."


" Ah ia maaf.. melihat masakan mu.. aku sampai melupakan adikmu.. maaf kan aku.."


Tak lama Rama datang masih menggunakan baju seragam nya..


" Aku pulang kak..." teriak nya..


" Waaah.. kelihatannya enak.. aku sangat lapar kak.. aku langsung makan ya.."


Rama melirik kakak nya.. berharap di perbolehkan langsung makan.. biasa nya dia selalu menyuruh mandi dulu.


" Ya makan lah kita sudah menunggu.. simpan tas dan cuci tangan mu dulu.."


"Ya baiklah.. oia kak.. tadi di depan aku sudah melihat sepeda motor kakak itu.. seperti nya ban motor nya sedikit licin.. mungkin itu yang menyebabkan dia kecelakaan.."


" Amira apa kamu sudah memikirkan nama yang cocok untuk ku..?"


Rama mengeryit meminta penjelasan kakak nya.. Amira mengerti pandangan Rama


" Oh itu.. tuan ini kan lupa dengan ingatannya.. bahkan dia tidak memiliki identitas.. mungkin dia akan tinggal bersama kita beberapa waktu kedepan.. akan sedikit canggung bila tidak memanggil nama.. begitu kan tuan..? " Lirik Amira pada lelaki itu.


"Bagaimana Rama menurutmu tidak masalahkan dia tinggal sementara disini.."


" Kenapa tidak lapor polisi saja sih kak kan itu lebih cepat.." Rama menyarankan sambil menyendok makanan nya..


Cih sial.. ternyata anak ini tak sebodoh yang ku kira.. jangan sampai kakak nya mengiyakan..


" Ya kau benar.. bagaimana tuan apa kita lapor polisi saja..?"


Amira baru terpikirkan akan hal itu..


"Hemmm... sebenar nya aku sedikit ragu.. aku takut memiliki musuh di kehidupan ku.. karena sekarang aku hilang ingatan.. aku takut mereka memanfaat kan ku.." semoga dia tidak curiga Byan membatin


" Bagaimana menurut mu dik..?" Amira memandang Rama meminta persetujuan..


" Ya bagaimana lagi kalau tidak ada pilihan lain untuk tuan ini.. katanya kau mau memberi nama.. apa sudah terpikirkan..? tanya Rama pada keduanya


" Hemmm... apa ya..? hemm.. sepertinya nama bani cukup bagus bagaimana tuan..?"


Amira berfikir meletakan jari telunjuk di pelipisnya.. setelah mendapatkan ide dia meminta persetujuan lelaki itu..


" Ya aku setuju.. itu cukup bagus.."


Pria itu manggut manggut..


" Aku juga setuju kak.. tapi kenapa tiba tiba kakak terfikirkan nama itu..?"


Rama penasaran karna kakak nya tiba tiba sangat pintar dan cepat memutuskan..


" Ah.. karna tadi kamu mengatakan dia kecelakaan gara gara ban motor nya.. jadi aku kepikiran nama Bani dari kata ban.. hehe.."


"HAH.. APA..!!??"


cih sial sekali ternyata dia menyamakan ku dengan ban motor


Amira tersenyum senyum mengangkat dua jari nya berbentuk vis.. hihihih