
Sore sudah tiba tepatnya jam 03:12 pas. Anna membawa burung kakatua itu kekamar Rangga melalui jendela. Rangga begitu terkejut dan sedikit bingung melihat burung kakatua itu menjadi manusia tua.
Anna berubah menjadi besar dan sudah ada di kamar Rangga bersama burung kakatua itu..."hay pria tampan. Selamat sore baguslah akhirnya kamu belum tidur juga,"
"Aduuuh ngapain sih bawa burung kakatua ke kamar aku. Nanti kalau burung kakatua itu eek (eek: buang air besar) dimana-dimana kamu harus bersihin yah. Aku nggak suka ada kotoran hewan disini,"
"Eh sopanlah dengan burung kakatua itu.... mau di gapok yah..."
"Hahaha so sop sopaaan," tawa Rangga membuat Amel sedikit marah.
"Jadi kamu nggak ingat burung kakatua ini bisa bicara bahasanya udah tau 3 bahasa inggris, korea dan indonesia?"
"Ohiya aku ingin lihat coba....ajak burung kakatua itu bicara,"
"Oke, kamu akan terkejut besar pada akhirnya,"
"Nggak bagaimana aku bisa terkaget kalau itu hanya Burung kakatua,"
"Halo kakek tua siapa namamu..." kata Amel kepada burung kakatua itu.
"Namaku Bird Cockatoo White," kata burung kakatua itu kepada Anna.
Rangga jadi terkejut," waow keren. Apa dia jago bahasa inggris?" Tanya Rangga ke Anna.
"Wajahmu jadi waow gitu... akhirnya terkaget juga hahah....tentu saja burung kakatua ini dari sidney dia terbang jauh jauh kesini karena ada alasan."
"Aku mengajarinya pakai bahasa indonesia dan korea karena dia bingung apa yang dikatakan vampir itu jika ada didekatnya,"
"Hah hey burung kakatua awas yah kalau kamu eek ku sentil mata kau," kata Rangga.
Burung itu langsung berubah menjadi manusia tua, "kamu tidak tahu sopan yah?," kata kakek tua itu ke Rangga.
Rangga begitu terkejut sambil menampar wajahnya sendiri satu kali, "woah apa apaan ini kok burung kakatua itu jadi kakek tua,"
"Ini bukan burung kakatua biasa," kata Anna.
"Se selamat datang kakek tua di rumah ak aku. Maaf aku tidak sopan dan kurang percaya dengan Anna. Maaf kake tua," Rangga sangat malu dan gugup.
"Haha panggil aku Tuan Kakatua atau Tuan Kaka,"
"Iya Tuan Kaka tapi aku jadi bingung setelah melihatmu menjadi seperti ini?"
Tuan Kaka duduk di samping Rangga lalu menceritakan asal usulnya menjadi Burung Kakatua. "Aku akan ceritakan asal mulaku menjadi burung kakatua, saat umurku 25 tahun namaku sebenarnya adalah Cris Kevin tapi setelah aku menjadi burung aku mengantinya dengan nama kaka, tuan kaka. Aku ke hutan mendaki kegunung yang ada di sidney bersama pacarku ini terjadi pada 60 tahun lalu......"
60 tahun yang lalu sebelum Cris Kevin menjadi burung kakatua. Cris pergi mendaki bersama pacarnya Anna Lee di gunung. Cris dan Anna sudah hampir sampai di puncakngunung itu.
"Anna apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Cris.
"Ya, aku baik-baik saja. Kita sudah berjalan 12 jam, mungking 30 menit lagi kita sudah sampai di luncak gunung itu," Anna.
"Oke, kuat kuat dan semangat,"
"Ya ya kamu juga,"
Setelah 31 menit akhirnya mereka sudah sampai di puncak gunung itu. Cris dan Anna jadi kagum dan sangat terkejut karena di puncak gunung itu terdapat sebuah rumah sedikit besar yang dibuat dari ranting kayu dicampur rumput dan daunan. Rumah itu sangat cantik karena dililiti buah blluberi dan bunga bunga.
"Wah kenapa ada rumah diouncak gunung ini?" Tanya Anna.
"Ini pertama kalinya ada manusia yang mendaki digunung ini kan? Yaitu kita," Cris begitu senang.
"Benar kita yang pertama kali kesini. Hah kita benar-benar beruntung hari ini," Anna sangat senang karena tidak sabar untuk dilamar Cris pacarnya.
"Aku senang kita nggak usah memasang tenda karena sudah ada rumah disini,"
"Tunggu seharusnya kita tidak senang ke kenapa? Karena kupikir rumah ini ada penghuninya .Anna mulai ketakutan
"Iya juga nih, tapi dimana penghunin rumah itu," kata Cris lalu masuk kerumah itu dan melihat lihat isi rumah itu didalamnya kosong. "Anna masuklah coba lihat isi rumah ini didalamnya,"
Anna masuk ke Rumah itu, "kosong yah. Kupikir bukan kita yang pertama kali datang kesini tapi mungkin ada ada seseorang tapi aneh biasanya pendaki itu suka membuang sampah atau botol dan juga bendera kan,"
"Iya juga nih,"
"Sudahlah jangan membuat diri kita jadi takut, kita bereskan alat kita karena hampir gelap,"
Malam telah tiba tepatnya jam 11. Cris dan Anna sudah tidur dari tadi tiba tiba ada suara perempuan yang sedang tertawa saking tawanya sangat menyeramkan. Cris memutuskan keluar dari rumah itu lalu memeriksanya.
Anna langsung terbangun dan wajahnya begitu terlihat takut "Ada apa itu tadi...apa kamu mendengarnya Cris?"
"Ya suaranya sangat seram, kamu tetap disini dan jangan keluar-keluar biar aku yang memeriksanya oke,"
Cris memberanikan dirinya lalu keluar dari rumah itu dan langsung memeriksanya sambil menyalakan senternya, "ada apa ini. Disini tidak ada apa apa,"
Tiba tiba ada ada sosok wanita berpakaian serba hitam sambil membawa sapu dan tongkat sihir.
"Ha ha ha ha oahahha haha....berani beraninya kamu datang kesini jauh jauh dan juga berani beraninya kamu menginap di rumahku hoaha haha hahha....,"
"Kamu siapa hah?" Tanya Cris begitu marah.
"Aku adalah penyihir hitam didunia ini. Penyihir yang jahat dan garang," kata penyihir itu lalu menggunakan sihirnya dan menutup pintu rumahnya.
"Hey kenapa kamu menutup pintu rumah itu. Buka....pacarku ada didalam sana,c Cris marah besar.
"Cris cris pintunya tertutup bukakan untuk aku," teria Anna di dalam rumah itu.
Cris berusaha membukanya tapi tidak bisa. "Anna bertahanlah didalam,"
"Aku tidak bisa bernapas Cris bukalah pintunya cepat," teriak Anna lalu pingsan.
"Anna bertahanlah kumohon, Anna Anna Annaaaaa," Cris mulai marah besar kepada penyihir itu. "Dasar aghs. Hey penyihir apa yang kamu inginkan hingga ingin melepaskan Annaku,"
"Oahh hahha ha ha.... aku tidak menginginkan apa apa darimu. Aku kecewa karena kamu dan perempuan itu berani masuk ke rumahku,"
Cris berlutut di depan penyihir itu lalu berminta maaf, "Maafkan aku penyihir tolong buka pintu rumah itu, dia wanitaku aku ingin melamarnya besok lalu pergi dari gunung itu,"
"Tidak...... aku akan menyihirmu menjadi Burung Kakatua," kata penyihir itu lalu menyihir Cris menjadi Burung kakatua. "Terbanglah kamu sejauh mungking, awas kalau aku menemuimu aku akan membunuhmu,"
Cris disihir menjadi burung kakatua lalu terbang meninggalkan Anna.
......
"Jadi itulah asal mulaku menjadi Burung kakatua. Janganlah menginap di rumah orang lain," kata Tuan Kaka ke Rangga.
"Jadi....begitu ceritanya. Tapi bagaimana kakek bisa merubah menjadi menusia setelah disihir oleh penyihir hitam itu?" Tanya Rangga serius.
"Tuh si peri hutan yang menyihirku."
Rangga terkejut, "apa....diaa. benarkah?"
"Iya...," kata Kakek Kaka ke Rangga begitu serius.
"Wah. Ternyata peri sangat hebat yah kakek," kata Rangga jadi kagum.
"Tentu saja Peri hutan itu adalah peri yang memiliki sihir yang hebat dan luar biasa,"
"Uops. Kakek sepertinya aku sudah membaca buku Novel persis dengan cerita kakek yang tadi...judulnya "The Montain In Sidney"
Kakek Kaka terkejut, "apaaa.....apakab kamu tahu siapa penulisnya?" Tanya Kakek Kaka begitu serius.
"Ya namanya Adalah Lee Anna. Nama Anna itu favoritku," kata Rangga ke Tuan Kaka.
"Benarkah. Bisakah aku meminjam buku itu? Izinkan aku membawa buku itu ke rumahku,"
Rangga mengambil buku itu "Oh iya aku akan meminjam mu Tuan. Ambil lah jika kamu sudah membacanya, jangan lupa kembalikan ke aku yah"
"Iya, kalau begitu aku pergi." Tuan Kaka berubah menjadi burung kakatua lalu membawa buku milik Rangga ke Rumahnya.
Muka Rangga jadi muram setelah buku Favoritnya dipinjam oleh Tuan kaka.
"Kok wajahmu jadi muram sih. Nggak usah khawatir dia hanya meminjamnya kok," kata Anna si peri itu menenangkan Rangga.
"Kasihan yah Tuan Kaka"
"Sudahlah. Jadi.....mmm itulah alasan aku memilih nama Anna karena pacar Tuan Kaka namanya Anna,"
"Nama Anna juga itu...Favoritku banget,""Kok sama yah. Ohiya kamu tadi baru saja memujiku kalau aku yang menyihir Tuan Kaka menjadi Manusia,"
"Memujimu haha. Nggak," Rangga begitu tidak suka dengan Anna si peri itu tapi Rangga suka Cemburu jika Anna jatuh Cinta dengan pria lain.
"Hiks. Aku mendingan pergi aja deh. Aku nggak akan kembali lagi kesini." Kata Anna lalu pergi dari rumah Rangga.
"Pergilah lebih baik saja kalau kamu tidak kesini lagi mengangguku, aghs." Kata Rangga lalu membaca bukunya.
Beberapa jam kemudian Perasaan rangga mulai tidak nyaman karena kamarnya kembali lagi menjadi sepi dan sunyi.
"Hiks seharusnya aku tidak berkata seperti itu ke Anna." Batin Rangga lalu melanjutkan membaca bukunya lagi.
jangan lupa Vote, rate, komen dan boom like yah...