
beberapa menit kemudian Anna dan Rangga sudah ada di puncak gunung.
"Wah bagus banget pemandanganya," Rangga. "Aku juga melihat kota-kota disana. wah aku ingin banget bebas dari desa ini.
"Aku selalu kesini... jadi itu aku biasa aja. Nanti aja kita sama sama pergi yah!"
"benarkah! uwwu,"
"Mmm An! Tadi saat kita terbang menuju kesini aku... melihat banyak orang yang sedang berkumpul di perbatasan desa. Apa kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?"
"Yah, kupikir mereka juga akan menikmati gerhana," Anna bohong ke Rangga.
"Wah jadi begitu...."
Anna melihat ke langit gerhana matahari sudah mulai. "Lihatlah ke atas gerhana mataharinya akan terjadi,"
"Aku takut karena katamu tadi....nanti mataku jadi rusak!" Rangga takut melihat ke atas.
"Genggam lah tanganku lalu lihat lah ke atas matamu akan baik-baik saja,"
Rangga mengenggam tangan Anna lalu melihat gerhana di langit. "Wow bagus banget, gerhananya sedikit cepat yah,"
Anna tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di pundak Rangga "Iya. Aku jadi bahagia melihat kamu bahagia Ran!"
Rangga hanya tersenyum.
Beberapa menit kemudian para Vampir sedang berkumpul di perbatasan desa sambil menceritakan tentang gerhana yang sedang terjadi.
Dalang vampir itu sangat kecewa karena hari ini adalah gerhana dimana serigala-serigala akan berubah menjadi menusia setiap terjadinya gerhana.
"Hah siap-siap lah hari ini kita akan melawan para manusia serigala dan juga kita tidak boleh kalah dari mereka," kata dalang vampir itu dengan tegas kepada anak buahnya.
"Siap Tuan...tapi kita sedikit kekurangan senjata," kata anak buahnya.
"Kenapa harus senjata hah, itu terlihat lemah di depan mereka. Kita harus melawan mereka tanpa senjata dan alat tajam," kata dalang vampir itu.
Semua anak buahnya berlutut lalu tunduk ke tuanya, "Baik tuan,"
"Hahaha,"
Akhirnya sekumpulan manusia serigala itu datang.
"Kita bertemu lagi Tuan Jungyo. Siap-siaplah aku akan membunuh mu kenapa? Karena kamu lebih buas dari pada kami dan juga kamu begitu tidak punya perasaan dengan manusia," kata Tuan Doso. Tuan Doso adalah dalang manusia serigala.
Tuang Doso membawa Anak buahnya begitu sangat banyak dibandingkan para Vampir itu dan juga Tuan Doso membawa putranya bernama Jackal si serigala yang paling kuat sedunia.
"Jangan banyak bicara Ayah lebih baik kita habiskan para Vampir itu! Jangan biarkan hutan ini jadi angker karena mereka," kata Jackal putra Tuan Doso.
"Hahahahaha hahahaha....perang ke 2 dimulai jangan ada yang terluka habiskan para manusia serigala itu." Kata dalang Vampir itu. "Lawan diaaaaa," teriaknya peran tanpa senjata dan alat tajam.
Prok brok....
Prok brak prok....
"Jackaaaal habisi anak buahnya." Teriak Tuan Doso ke putranya.
Prok prak prok....
"Siap Ayah, fokuslah kelawan ayah," Teriak Jackal.
Suara peran mereka terdengar oleh Rangga dan Anna.
"Anna ada apa di bawah sana? Aku mendengar seperti ada suara perkelahian," Rangga sedikit panik.
Anna tetap membohongi Rangga. "Aku tidak mendengar apa-apa kok Ran,"
"Akhirnya peran kedua di mulai lagi. Seharusnya aku tidak membawa Rangga kesini, dan memutuskan untuk membantu para manusia serigala itu untuk melawan Vampir brengsek hah,"Batin anna terlihat kecewa dan ingin balas dendam ke dalang Vampir itu.
Beberapa menit kemudian Anna tidak tahan untuk meninggalkan Rangga karena ingin sekali melawan para vampir itu, "Ran tunggu aku disini aku turun dulu dari gunung ini. Kamu tetap disini dan jangan pergi-pergi oke,"
"Kenapa?"
"Baiklah jangan lama-lama yah,"
"Oke jangan pergi-pergi dan tetaplah disini." Kata Anna lalu terbang menuju ke kaki gunung dimana manusia serigala dan Vampir itu peran.
Anna akhirnya menampakkan dirinya di sekumpulan para manusia serigala dan vampir itu.
"Hey," Teriak Anna lalu melawan dalang vampir itu tapi malah Anna yang terluka karena ada anak buahnya yang diam-diam sembunyi di balik pohon sedang memanah Anna.
"Hahaha akhirnya kau menampakkan dirimu peri hutan, dan kamu sudah terluka di pundakmu karena anak panah itu. Hahahaha,"
"Aduh, matilah kau Jongyo. Berani-beraninya kau membawaku kesini, apa sebenarnya tujuanmu?" Kata Anna dengan tegas.
"Hahaha aku hanya ingin menyuruhmu untuk mencari dimana Tuan Kaka. Aku banyak dendam kepadanya,"
Tiba-tiba Jackal datang menolong Anna dan membawanya ke tempat yang Aman. "Ayah lawan dia aku akan membawa perempuan itu pergi,"
"Baik, bawalah dia jauh-jauh," kata Tuan Doso ke putranya.
Prok brok prok, "Matilah kau Tuan Jongyo, kamu begitu jahat padahal dedam mu hanya 1 orang saja.
Prok prak prok...."Aku takkan bisa mati Doso,"
Jackal membawa Anna di dekat pohon besar, "Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Jackal.
"Aku baik-baik saja. Tolong cabut anak panah ini di pundakku,"
Jackal si manusia tampan mencabut anak panah itu di pundak Anna. "Haruskah aku membawa kamu ke tempat tinggalmu?"
"Tidak usah, aku disini saja. Bantulah ayahmu dan habiskanlah dalang vampir kejam itu. Aku juga ini sangat membencinya karena dia sangat garang.
"Baiklah." Kata Jackal lalu kembali ke Peran itu.
........
"Duh lama banget sih Anna. Haruskah aku mencarinya. Rangga memutuskan untuk mencari Anna dan terbang menuju ke kaki gunung. "Anna dimana yah!" Kata Rangga sudah sampai di perbatasan desa dan melihat sekumpulan orang-orang sedang berkelahi. "Ada apa ini!...."
Rangga ada di sekitar dimana para Vampir dan manusia serigala itu saling cambik-cambik. "Dimana nih Anna! Apakah dia juga habis brantem dengan mereka."
Rangga tiba-tiba melihat Anna yang sedang terbaring di bawah pohon. Rangga langsung berlari menemui Anna, "Anna An! Bangunlah...astaaga pundakmu terluka.
Akhirnya Anna terbangun, "Rangga...bagaimna bisa kamu menemuiku?" Tanya Anna dengan nada yang lemas.
"Kamu lama banget astagaa. Jadi itulah aku memutuskan kamu untuk mencarimu terus ada apa dengan mereka? Kenapa mereka saling cambik-cambik brantem?"
"Mereka semua adalah Vampir dan manusia serigala,"
Rangga terkejut, "Apa....kenapa itu bisa terjadi?"
"bawa aku ke rumahmu cepat,"
Rangga membawa Anna ke rumahnya tiba-tiba sampailah disana Rangga melihat ibunya terbaring dan bersimbah darah begitu juga wajahnya sangat pucat karena habis melawan manusia serigala itu.
"ibu ibu...." Rangga panik. "Anna periksalah ibuku! ada apa denganya?"
"Mmmm ibumu....tiada lagi Ran!"
"Apa..." Rangga mencium kening ibunya dan juga memeluknya. "ibu..." Teriak Rangga sambil menangis.
"Sabar lah Ran, jangan menangis,"
"Apakah orang yang membunu ibuku adalah si brengsek itu disana!"
Anna ingin menghapus ingatan Rangga tapi Rangga memutuskanya dan langsung mendorong Anna.
"Mau apa kamu!"
"Hah, aku.....ingin menghapus ingatanmu Ran,"
Rangga terkejut, "Ap apa....maksud kamu!"