
Sore telah tiba Kayla dan Bima sudah ada di depan rumah Nabila.
Tok tok tok....
"Assalamu Alaikum. Nadia aku sudah datang!" Teriak Kayla.
"Bim! Kok kamu semangat banget deh. Berani jadi orang hahhaha."
"Tenang aja kak nih aku bawa coklat buat kak. Nabila semoga hari ini dia menerima cintaku!" Kata Bima begitu bersemangat.
"Alay banget katanya 'menerima cintaku uwek' aghs." Batin Kayla lalu memalingkan wajahnya dari Bima.
"Walaikum salam," kata Nabila lalu membuka pintu rumahnya.
"Eh Kayla, kok kamu bawa junior kesini. Siapa dia?" Tanya Nabila sedikit terkejut.
"Oh tidak usah khawatir my friend. Dia itu Bima sepupu aku." Kata Kayla ke Nabila.
"Oh iya baiklah kalau begitu, silahkan masuk."
Sampailah mereka di kamar Nabila. Bima mulai memberikan Coklat ke Nabila.
"Kak.Nabila, nih Coklat buat kakak." Kata Bima ke Nabila.
"Hiks Bima bima. Malah pada kayak drama romantis aja di depanku. Haruskah aku batuk bohongan." Batin Kayla tidak tahan melihat Bima dan Nabila saling menatap mata.
"Kak.Nabila maukah kamu...."
Uhuk uhuk uhuk..... "ehm aku haus Bil! Ambilkan aku minum. Aku haus deh."
"Oke tunggu yah." Kata Nabila lalu beranjak keluar dari kamarnya.
"Hiks kakak ini kelihatanya batuk paksaan yah! Merusak suasana aja aghs. Padahal tadi aku hampir saja jadian sama kak.Nabila." Kata Bima sedikit marah.
"Apaansih kamu Bim!"
Tiba-tiba Nabila datang membawa air minum untuk Kayla.
"Terima kasih yah Bil." Ucap Kayla lalu minum.
Beberapa menit kemudian nabila tiba-tiba mual-mual lalu pingsan.
Uwek uwek uwek....."kok perut aku lain-lain banget sih Kayla. Aduh kepalaku tiba-tiba sakit." Kata Nabila lalu tiba-tiba pingsan.
"Bil, Nabila bangun." Kata Kayla khawatir lalu meneriaki ibunya Nabila. "Tante tante Nabila pingsan."
Ibu Nabila tiba datang dan terkejut melihat Anaknya. "Nabila sayang. Kamu kenapa? Kayla cepat telfon ibumu lalu suruh kesini untuk memeriksa kesehatan Nabila!"
Ibu Kayla adalah dokter umum yang baru saja pindah dari Amerika. Kayla menelfon ibunya dan akhirnya ibunya mengangkatnya.
Kayla: "Halo ibu, ibu cepatlah kemari di rumah Nabila. Soalnya Nabila pingsan Ibu, terus wajahnya sangat pucat. Cepatlah."
Ibu Kayla: "iya iya sayang. Ibu akan segera kesana."
Beberapa jam kemudian Nabila sudah di periksa oleh ibunya Kayla.
"Apa! Nabila hamil." Kata Kayla terkejut.
Nabila akhirnya sadar lalu meminta maaf ke ibunya. "Ibu, maafkan aku bu." Kata Nabila sambil menangis.
"Siapa yang hamilin kamu hah. Siapa?" Kata Ibunya Nabila sangat marah lalu menampar wajah putrinya.
Nabila langsung menuduh Bima bahwa dia yang menghamilinya. "Dia ibu." Kata Nabila lalu menunjuk Bima. "Iyakan Kayla. Itu semua karena Bima!"
"Ap apa.... kenapa aku. Aku tidak melakukan itu." Kata Bima ketakutan.
Kayla juga langsung menuduh sepupunya. "Benar ini orangnya tante, Bima."
"Kakak ini kenapa sih. Kak.Kayla, sadarlah." Kata Bima lalu menangis.
Ibu Kayla langsung menelfon Ibunda Bima saudaranya dan akhirnya dia mengangakatnya.
Ibu Kayla: "Halo, selama ini apa yang kamu ajarkan ke anakmu hah. Dengar anakmu menghamili sahabat Kayla. Namanya Nabila."
Ibu Bima: "Maksud kamu apaan sih. Kok tiba-tiba ngomong seperti itu?"
Ibu Kayla: "Dasar kamu yah. Sekarang aku akan melaporkan ke polisi kejadian ini." Kata Ibu Kayla lalu menutup telefon dari saudaranya.
"Tante jangan lapor ke polisi. Ini benar buka salah Bima tante." Kata Bima berlutut di depan Ibunya Kayla.
Ke esokan harinya ayah bima di penjara karena perbuatan Bima padahal Nabila dihamilin oleh orang lain. Bima terpaksa menikahi Nabila karena Nabila hamil.
3 tahun kemudian Bima sudah memiliki hotel dan sudah berbahagia dengan Nabila istrinya. Pada suatu hari Kayla mencari kerja dan masuk ke perhotelan karena hotel itu menerima karyawan atau pelayan baru. Kayla masuk ke hotel itu dan tidak sengaja bertemu dengan Bima sepupunya.
"Bima! Kok kamu ada disini?" Tanya Kayla terkejut.
"Lupakan saja masa lalu itu. Pergilah, aku ingin menemui pemilik hotel ini. Aku dah tidak sabar bekerja di sini."
"Hahahaha kayla kayla....pemilik hotel ini sudah ada didepanmu."
"Ap apa....." kata Kayla terkejut. "Aku tidak jadi bekerja disini, maaf aku permisi."
"Jangan pergi. Bekerjalah disini. Khusus buat kamu, aku naikkan gajimu 5 kali lipat dalam sebulan!" Bima.
"Apa....benarkah. Tidak, aku masih menyesal karena pernah membuatmu seperti itu dulu."
"Aku memaafkanmu, Kayla. Bekerjalah disini. Mulai besok."
"Baiklah aku pulang." Kayla.
"Tunggu mari kita minum-minum teh dulu. Kok sepupuku dah berubah banget yah." Bima.
"Maaf kalau begitu. Ayo kita minum teh." Kata kayla lalu pergi dan duduk di ruangan pribadi Bima.
Bima memberi secangkir teh buat Kayla yang telah diturunkan obat tidur. Beberapa menit kemudian Kayla pingsan dan tidak merasakan apa-apa.
"Hahahah hahaha akhirnya balas dendamku berhasil. Lihat saja pada akhirnya hidupmu akan semakin kesulitan Kayla." Batin Bima lalu membawa Kayla ke kamar hotel.
Ke esokan harinya Kayla akhirnya sadar dan terkejut. "Apa apaan ini. Apa jangan-jangan aku...... aghs dasar Bima brengsek."
Kayla keluar dari kamar hotel lalu menemui Bima.
"Bima berani-beraninya kamu membuatku seperti ini hah." Kata Kayla marah besar ka Bima.
"Ap apa hah.....mari kita merahasiakan ini jika kamu membongkarnya aku akan membunuh ayahmu brengsek. Lihat Ayahku di penjara dan meninggal mati kelaparan karena ayah kamu tidak ada rasa ledulinya."
"Hah kenapa hanya aku yang kau marahi dan dendam aghs juga ayahku hah dasar. Kenapa bukan istrimu Nabila hiks yang benar saja kamu Bim,"
"Nabila.....karena dia sudah menjadi istriku. Ingat mulai besok kamu harus bekerja disini karena kamu ingin mandiri. Jika kamu tidak kesini besok! Aku bakalan menyebar luaskan kalau kamu hamil."
"Dasar pria tak berguna," Kata Kayla lalu beranjak pergi.
3 hari kemudian Kayla sudah merasakan aneh di perutnya dan tiba-tiba mual-mual di rumahnya.
Ueek uwek uwek......."Ini semua karena Bima. Aku jadi seperti ini. Kuharap aku baik-baik saja aghs." Batin Kayla lalu menyentuh perutnya. "Maafkan aku Ibu ayah."
................
"Oh jadi ini juga sebagian salah kamu Kayla" Kata Rangga teharu mendengar cerita Kayla.
"Benar, ayah bima meninggal di penjara karena kelaparan. Dan itulah alasan aku takut memberitahu ayahku kalau ini semua karena Bima."
"Sudahlah jangan dipikikan lagi, oke." Kata Bima lalu memeluk Kayla.
"Bagaimana dengan Anna?" Tanya Kayla.
"Kita harus rahasiakan ini ke Anna kalau kita sudah menikah."
"Baiklah. Semoga rahasia ini aman." Kayla.
"Tapi.....aku masih mancintai Anna. Apa kamu tidak marah?" Tanya Rangga gugup.
"Tidak kok, Nikahilah aku tanpa perasaan dan cinta. Demi Anna. Aku rela lihat kamu romantis dengan Anna walaupun kita nanti adalah suami istri."
"Mmmmm" Rangga Canggung.
"Aku sebenarnya juga cinta sama kamu Ran!" Batin Kayla.
"Oh iya kalau begitu aku ingin ngomong sesuatu sama kamu Kayla!"
"Ada apa?" Tanya Kayla.
"Ak akuu sudah memahami sedikit tentang islami tapi....apa yah aku. Haruskah kita sekamar setelah menikah." Kata Rangga gugup.
"Apa..." Kayla terkejut. "Demi Anna kita tidak usah sekamar. Yang pentingnya kita harus bersama didepan Ayah dan ibuku."
"ohiyya!"
"Emm Kayla. Kalau begitu aku kembali ke kamar yah."
"Iya silahkan! Rangga besok Aku ingin kita pergi mengurus kartu pribadi kamu termasuk paspor dan kamu harus cepat-cepat bangun yah!" Kayla tersenyum.
"Baik, ohiya lupa. Terima kasih yah Kayla."
"Sama-sama. Teruslah belajar sampai kamu bisa oke!"
"Siap!" Kata Rangga lalu beranjak ke kamarnya.