FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 42 Rangga merasuki bule tampan.



Ketika Rangga merasuki bule tampan.


Sore telah tiba Rangga sudah bangun kemudian tidak sengaja melihat Anna dari jendela kamarnya yang sedang duduk sendirian di pinggir pulau.


"Anna kenapa yah kok dia suka sekali panas panasan di bawa terik matahari!" Batin Rangga lalu pergi menemui Anna.


"Rangga aku rindu kamu! Aku ingin kamu mengingat masa lalu kita meskipun kamu bukan manusia!" Batin Anna dengan wajahnya yang begitu muram.


Rangga mendekati Anna lalu mengkageti Anna dari belakang"Hey, jangan melamun nanti kamu kerasukan lagi An!" Kata Rangga ke Anna.


"Hoah..., kamu lagi kagetin aku. Jangan ulangi lagi, aku benci itu." Kata Anna ke Rangga. "Duduklah disampingku!"


"Apa kamu bersahabat dengan matahari. Kupikir kamu suka sekali panas-panasan seperti turis." Rangga.


"Memang, aku suka duduk dibawah terik matahari apalagi senja, aku sangat suka itu."


"Senja, kata senja itu tidak asing lagi dipikiran orang. Kata senja biasanya dibuat kata-kata cinta." Rangga.


"Kamu sekarang lebih cerdas Ran, Cara pikirmu tidak seperti dulu lagi yang begitu kampungan." Batin Anna lalu tersenyum.


"Kenapa kamu tersenyum! Apa kamu ingin mendengar kata-kata senja yang baru saja habis kupikirkan dan siap untuk kukatakan kepadamu."


"Apa itu?" Tanya Anna terlihhat penasaran.


"Walaupun aku bukan senja yang kau tunggu, aku adalah langit yang siap menemani hari-harimu." Ucapan Rangga ke Anna kemudian Anna tiba-tiba menangis.


"Kata itu membuatku tertarik." Kata Anna sambil menangis.


"Kenapa kamu menangis lagi? Apakah kamu mengingat pacarmu?" Tanya Rangga merasa dirinya bersalah.


"Iya." Kata singkat Anna lalu memeluk Rangga. "Biarkan aku memelukmu sebentar saja."


"Apakah cinta Anna dengan pacarnya begitu sejati? Kurasa Cintanya Cinta Mati!!!" Batin Rangga.


"Terima kasih." Ucap Anna lalu kembali bahagia karena senja sudah tiba di sore hari.


"Aku senang melihat kamu bahagia menikmati senja hari ini!" Rangga.


"Anna......,"


"Ya!"


"Apakah aku juga bisa merasuki orang-orang yang ada di sekitar kita." Rangga.


Anna terkejut. "Apa....kenapa kamu tiba-tiba berpikir begitu. Jangan itu bahaya!"


"Tidaklah. Sebentar saja." Kata Rangga lalu berdiri kemudian merasuki seorang Bule tampan yang sedang berjalan sendirian sambil membawa gitarnya.


"Astaga Rangga, jangan.....," Teriak Anna panik karena arwah Rangga sudah ada didalam tubuh Bule tampan itu.


"Dasar. Kenapa Rangga tiba-tiba seperti itu. Apakah itu akan baik-baik saja." Batin Anna gugup lalu mendekati bule tampan itu.


Nama bule tampan itu yang sedang dirasuki oleh Rangga adalah Briyan. Briyan tidak hanya berjalan sendirian tapi dia sama dengan pacanya Sunny. Sunny pergi ke mobilnya karena melupakan sesuatu yaitu headphone-nya.


"Astaga Rangga keluarlah. Kupikir bule yang kau rasuki ini punya pacar. Tuh lihat pacarnya sedang menuju kemari." Kata Anna sedikit marah.


"Tenang saja. Jangan khawatir, ucapanku pasti tidak membuatnya marah." Kata Rangga ke Anna.


"Aduh......Rangga ayolah. Jangan buat masalah!"


Tiba-tiba Sunny datang mendekati pacarnya padahal sudah dirasuki oleh Rangga.


"Halo sayang. Kok kamu baru saja mendekati cewe lain. Apa kamu mengenalnya?" Tanya Sunny.


"Perempuan itu.....aku sudah berkencan denganya selama 5 tahun!" Ujar Rangga berbohong.


"Maksud kamu apa Briyan. Padahal kemarin kita habis tunangan. Dan kita ini baru saja pertama kali datang korea berlibur." Kata Sunny wajahnya begitu heran dan panik. "Apa kamu kenal dia di sosmed?"


"Maaf kita batal menikah, perempuan ini adalah milikku yang sebenarnya." Kata Rangga lalu membuang gitarnya.


"Aduuuh Rangga gila yah kayaknya. Kok di berani sekali buat masalah." Batin Anna tidak bisa menahan amarahnya lalu membisik pacar Sunny. "Ran! Ayolah kamu keluar dari tubuh pria ini."


Sunny tiba-tiba mendorong Anna. "Hey, kamu siapa berani-beraninya kamu menyentuh tunanganku."


"Maaf..." Ucap Anna lalu melototi wajah Pacar Sunny. "Hiks."


"Apa-apaan ini....., Briyan ayo dong kok kamu tega membuat tunanganmu seperti ini. Tuh lihat orang-orang di sekeliling kita hampir saja memperhatikan kita. Jadi kamu mau putus yah sama aku." Kata Sunny lalu menampar wajah pacarnya kemudian Rangga keluar dari tubuh Bryan.


"Hiks.....padahal merasuki bule itu hebat apalagi yang punya pacar hahahaha." Kata Rangga lalu tertawa.


"Baguslah akhirnya kamu keluar dari tubuh bule tampan itu."


"Mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya." Kata Rangga ke Anna.


"Kamu seenaknya berkata seperti itu. Lihat sekarang aku jadi sasarannya." Kata Anna marah.


"Berpikir dulu aghs." Kata Anna lalu melototi wajah Rangga.


"Kok cewe itu bicara sama siapa yah?" Batin Sunny sambil melihat Anna.


"Oh my god sayang kamu sudah datang. Apakah headphone ketemu di mobil kita. Oh iya perempuan ini siapa, teman kamu?" Kata Briyan ke Sunny.


"How are you?" Ucap Briyan ke Anna.


"Sudah kubilang aku sasaranya aghs." Batin Anna.


"Im Fine."


"Hah apa kamu mabuk. Kok kamu tadi sangat fasih pakai bahasa indonesia sekarang cara bahasa indonesiamu belum lancar lagi bertele-tele pula." Kata Sunny marah besar ke Briyan.


"Maksud kamu apa?" Tanya Briyan begitu terheran. "Kok gitarku bisa terletak di tanah. Padahal tadi aku memeganya ."


"Kamu benar-benar gila yah. Tadi kamu bilang bahwa kamu mempacari wanita ini selama 5 tahun. Apa itu benar?" Tanya Sunny.


Briyan kaget dengan perkataan Sunny. "Apaan nih. Kupikir dia teman kamu. Kemarin kamu bilang bahwa kamu punya teman di korea."


"Aduh kepalaku jadi pusing banget. Astaga ada apa denganmu Briyan."


"Haruskah aku jujur saja!" Batin Anna.


"Maafkan aku An! Sebaiknya kamu bilang saja ke mereka yang sebenarnya." Kata Rangga ke Anna merasa bersalah lalu kabur ke rumah Tuan Wong. "Aku pulang dulu yah. Soalnya kepalaku sakit juga jantungku terasa lemah!"


"Alasan kamu!" Anna.


"Oh sebenarnya tadi Briyan habis dirasuki hantu." Ucap Anna membuat Briyan pingsang.


"Apa.......Ha Hantu!" Kata Briyan lalu tiba-tiba pingsan.


"Aku punya indera keenam maksudnya aku bisa melihat hantu dan juga hantu itu adalah temanku." Kata Anna ke Sunny.


"Hiks. Briyan bangun dong. Ayo kita ke Pulau Jeju disana pasti seru." Kata Sunny.


"Maafkan aku." Ucap Anna lalu berlari menuju ke rumah Tuan Wong.


"Aghs ini memalukan sekali. Kupikir orang-orang tadi memperhatikannya. Awas yah Rangga." Batin Anna lalu menemui Rangga.


Sampailah Anna di rumah Tuan Wong, Anna langsung menuju ke kamar Rangga lalu mengetuk pintu kamarnya dengan keras.


Tok tok tok.....


"Rangga! Kupikir pasti kamu tidak tidur yah. Buka pintunya. Aku ingin kamu minta maaf sama aku sekarang juga." Teriak Anna sambil mengetuk pintu kamar Rangga.


"Ran! Ayolah. Buka pintunya."


Beberapa menit kemudian Rangga belum juga membuka pintu buat Anna.


"Kok Rangga! Belum keluar sih dari kamarnya?" Batin Anna. "Sudahlah aku harus membuka sendiri pintu kamarnya."


Anna membuka pintu kamar Rangga dengan sihirnya lalu masuk. Ternyata perkataan Rangga bukan main-main bahwa kepalanya sakit. Anna terkejut melihat Rangga sedang terbaring lemas dan pucat di dekat tempat tidurnya.


"Astaga Ran! Kamu kenapa?" Tanya Anna panik melihat Rangga pingsan.


"Kamu pasti bohongin aku yah!" Kata Anna lalu menampar wajah Rangga dengan lembut kemudian mencubit pipinya.


"Kok dia tidak bangun. Apakah benar-benar perkataanya tadi itu bukan bercanda." Batin Anna.


"Ran! Bangun doang."


Tiba-tiba Tuan Wong datang menemui Anna dan juga terkejut melihat Rangga yang begitu wajahnya sangat pucat.


"Astaga Rangga kenapa An?" Tanya Tuan Wong panik.


"Tadi....., dia habis merasuki tubuh seorang laki-laki lalu itu dia tiba-tiba sakit kepala Kakek." Jawab Anna ke Tuan Wong.


"Astaga Rangga! Anna lain kali jangan biarkan Rangga memasuki tubuh orang lain karena kenapa? Rangga itu masih koma, dia belum mati."


"Maaf Kek, aku juga baru tahu!" Kata Anna mulai menangis. "Apakah dia akan baik-baik saja kakek?"


"Jangan khawatir dia pasti akan segera bangun besok pagi." Kata Tuan Wong lalu mengangkat Rangga ke tempat tidurnya.


"Maafkan aku Ran! Sudah kubilang jangan lakukan hal itu." Batin Anna lalu mengenggam tangan Rangga.


Bersambung.....


Jangan Lupa Like, Vote, Rate, dan Komen Yah...


@scy01218