FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 23 Liburan ke pantai



Ke esokan harinya Rangga dan Anna sudah siap untuk pergi liburan ke pantai yang ada di surabaya.


"Ayo kita ke halte tunggu busnya datang," Anna.


"Tunggu.....An! Kita naik itu aja deh pasti seru," kata Rangga sambil menunjuk odong-odong itu.


"Rangga Rangga itu kan mainan odong-odong khusus anak kecil. Kamu itu kenapasih lihat tuh satpan tertawain kita aduuuh,"


"Maaf,"


"Sudah gede masih tertarik dengan mainan anak-anak kecil hiks bikin malu aja deh,"


Beberapa menit kemudian Rangga dan Anna sudah ada di bus untuk menuju ke pantai "Anna! Kok tiba-tiba kepalaku jadi pusing kenapa ya?"


Anna terkejut, "Apa jangan-jangan kamu mabuk mobil astagaaa.....jangan muntah, jangan...awas yah"


"Aduh Anna aku tidak tahan lagi. Sumpah kepala aku pusing dan juga penglihatan akuuuu terputar-putar,"


"Aduuuh gimana nih ini tambah malu jadinya kalau Rangga muntah. Haaaa aku jijik deh hiks," Batin Annna. "Rangga!"


"Ya,"


"Kamu sandarin aja kepalamu di pundak aku lalu itu tidurlah kupikir itu akan baik,"


Rangga menyandarkan kepalanya di pundak Anna lalu tertidur sambil mengenggam tangan Anna.


beberapa menit kemudian. "Rangga apa kamu......baik-baik saja?" Tanya Anna.


"Ya sedikit,"


"Tidurlah,"


Beberapa jam kemudian akhirnya Anna dan Rangga sudah sampai di pantai.


Anna membangunkan Rangga sambil mengelus pipinya, "Ran Rangga bangunlah....kita sudah sampai!"


Akhirnya Rangga bangun dan menegakkan badanya, "apa pundakmu tidak sakit?" Tanya Rangga.


"Hah itu....baik-baik saja kok. Kalau kamu bagaimana sudah baikan tidak mabuk lagi?"


"Yah aku sudah baikan terimah kasih sudah...."


"Nggak usah terimah kasih....Ayo turun."


Rangga kagum pertama kali melihat pantai, "Wow keren banget hah," Kata Rangga memeluk Anna lagi. "Wow cewek cantiknya banyak banget bule bule juga!" Rangga kecoplosan lagi sambil menatap wajah Anna dengan gugup.


Anna menarik napas dalam-dalam lalu mencubit pinggang Rangga lagi, "Tuh matamu fokus-fokuslah ke aku." Kata Anna marah.


"Ba bba baik....aduuuuh sakit banget. Oke oke aku janji tidak akan lakukan ini lagi tarik nafas buang nafas......terus kamu tersenyum oke,"


"Hiks ayo."


Mereka sudah ada di pinggir pantai sedang duduk. Rangga begitu tidak sadar menatap Anna, "Anna kamu lebih cantik dari pada yang lain!"


"Berhentilah menatapku, itu membuatku malu deh heheh," kata Anna sambil tersenyum cerah.


"An, nanti kalau aku sudah tua apa kamu masih menyukaiku?" Tanya Rangga.


"Kenapa tiba-tiba berkata begitu, apa wajah tampanmu takut berkeriput?"


"Bukan begitu, kan kamu itu sudah hidup 1000 tahun dan penampilan dan wajahmu masih muda seperti dewasa. Apa kamu masih menyukaiku nanti?" Tanya Rangga.


"Hiks sudahlah jangan selalu berkata seperti itu." Kata Anna lalu menyandarkan kepalanya di pundak Rangga. "Aku janji tidak akan melepaskanmu Ran,"


"Benarkah, emm"


"Apa ibuku baik-baik saja," Batin Rangga. "Ibu aku merindukanmu kembalilah," Teriak Rangga.


"Aku kira kamu sudah lupa dengan ibumu ternyata kamu masih mengingatnya," Anna.


"Tentu saja setiap detik menit jam dan setiap hari aku selalu mengingat ibuku," Rangga.


"Rangga jika kamu bertemu ayahku nanti kamu harus sopan yah dan kamuuu jangan bilang kalau aku menjual mahkotaku bilang saja mahkotaku ituhilang oke,"


"Kalau kita jujur, kita akan di usir mau?"


"Ti tidak,"


"Pencuri pencuri dia mencuri tasku tolong aku," Teriak ibu tua itu tasnya di curi oleh seseorang laki-laki memakai masker dan pakaian serba hitam.


Pencuri itu menuju ke Rangga dan Rangga berhasil menangkapanya lalu mengambil tas milik ibu tua itu.


Prok prok prok.....Rangga meninju wajah pencuri itu lalu pencuri itu malah lari dan kabur.


"Ini bu tasnya. Lain kali ibu harus berhati-hati yah," kata Rangga ke ibu tua itu.


"Terima kasih banyak nak," kata ibu tua itu lalu memberi rangga uang sebanyak 1 juta. "Ambil lah, karena kupikir rasa terima kasih belum cukup jadi aku beri kamu uang,"


Tiba-tiba Anna mengambil uang itu, "Terimah kasih Ibu cantik,"


"Baiklah kalau begitu aku pergi," kata Ibu tua itu lalu pergi.


"Em Anna kenapa seenaknya saja mengambil uang itu! Astaga aduuuuh perutku," Kata Rangga. memegang perutnya lalu terjatuh ternyata Rangga tadi habis di tikam oleh pencuri itu.


"Anna aku terluka,"


Anna panik dan menangis melihat darah Rangga semakin banyak keluar dari perutnya, "Hah Astaga Rangga kamu terluka,"


"Tolong tolong.....disini pacarku ditikam tadi..."


Beberapa jam kemudian Anna dan Rangga sudah ada di rumah sakit.


"Rangga bangun bangun bangunlah Ran jangan tinggalkan aku," Kata Anna menangis ketakutan.


"Maaf nuna saya obati dulu lukanya. Tunggu saja yah." Kata dokter itu lalu mendorong Rangga ke ruangan UGD.


"Semoga Rangga baik-baik Saja Tuhanku aamiiin," Batin Anna.


Beberapa Jam kemudian Ragga akhirnya keluar dari Ruangan UGD lalu di bawa ke kamar yang ada di rumah sakit itu untuk istirahat.


"Rangga....Dokter kenapa dia masih terbaring dan menutup mata?" Tanya Anna khawatir.


"Kamu jangan terlalu khawatir lukanya tusukya dari pisau itu sedikit parah dan itu dia harus di rawat selama 1 minggu di sini." Kata Dokter itu.


"Dokter, kapan di akan sadar?"


"Tunggu saja dia pasti akan cepat sadar," kata Dokter itu lalu beranjak pergi.


"Baik Dokter terima kasih," Kata Anna lalu pergi ke kamar dimana Rangga terbaring.


"Rangga bangunlah jangan buat aku takut dan khawatir. Aku salah sebenarnya aku memakai sihirku untuk menyihir si brengsek itu menjadi ikan ****** aghs dasar. Berani-beraninya di melukai pacarku yang tampan awas yah aghs. Aku ngantuk banget." Kata Anna lalu tertidur sambil duduk di dekat Rangga dan menggenggam tanganya.


Malam telah tiba tepatnya pukul 22:00 Rangga terbangun dan melihat Anna ketiduran.


"Anna bangun." Kata Rangga sambil mengelus kepala Anna dan akhirnya Anna terbangun.


"Rangga Ran! Hah Syukurlah akhirnya kamu sadar, kamu tahu betapa khawatirnya aku tadi sampai-sampai ingin membunuh si brengsek itu."


"Sudahlah kupikir dia adalah Yoyo karena tadi aku mendengar suaranya saat aku meninju wajahnya,"


"Apa Yoyo. Wah berani-beraninya di awas yah nanti kalau kita ketemu akan kusihir kamu menjadi cicak," kata Anna marah.


"Hahaha itu cuma pikirku An! Sudahlah jangan seperti itu,"


"Aduuuhl bokong sakit dari tadi waktu sore duduk sampai tengah malam aghs sakitnya!" Batin Anna sambil menyentuh pinggang dan pundaknya.


"Kamu kenapa? Capek duduk yah lama-lama? Naiklah sini berbaring di sampingku,"


Anna langsung berbaring di samping Rangga dengan wajah yang sangat malu dan merah karena langsung menatap wajah Rangga, "oh tutuplah matamu Ran aku masih ngantuk dan ingin tidur, karena semalam aku tidak bisa tidur." Kata Annda lalu tertidur.


Rangga mengelus rambut Anna lalu mencium jidatnya, "Selamat malam Peri cantik," kata Rangga memeluk Anna lalu tertidur juga.


"Saranghaeyyo Anna," Batin Anna.


jangan lupa like vote komen dan rate yah...🙏