
Tok tok tok....ketukan pintu dari ibu Rangga lalu masuk.
"Apa kabar Rangga? Apa kamu sudah sarapan pagi ini?"
"Pertanyaan ibu itu itu aja, Ayolah biarkan aku keluar dan manikmati halaman desa ini," kata Rangga begitu melihat ibunya yang menjengkelkan.
Ibu Rangga menutup hidungnya lagi dengan kapas, " kamarmu bau banget, segeralah membersihkanya." Kata Ibu Rangga lalu beranjak keluar dari kamar dan menguncinya lagi.
"Aghs ibu benar-benar menjengkelkan, kupikir kamarku bersih kok. Kebiasaan ibu selalu aneh, hidungnya malah ditutupin saat berada di kamarku aghs. Hah aku lapar. "Perutku bunyi berr."
Tahun telah berganti dimana Rangga sudah genap 20 tahun dikurung oleh ibunya dan juga setiap tahun itu Ibu Arga selalu membawa kardus berisi beberapa buku masuk ke kamar putranya dan menaruh kardus itu lalu keluar lagi.
"Ibu tunggu," Teriak Rangga marah besar lalu membuka kardus itu, "buku lagi, buku lagi. Kamar ini seperti perpustakaan Aghs,"
Kebiasaan Rangga ketika ingin membaca buku adalah melihat judul atau tema-nya, Buku favorit Rangga yaitu Novel dan Komik. Rangga begitu tergila gila dengan Novel dan Komik karena setelah membacanya dia memimpikanya. Rangga langsung memilih buku Novel yang judulnya Beatiful Vampire lalu membacanya. Buku yang judulnya Beatiful Vampire disitulah Rangga tahu dan mulai curiga karena ibunya kalau masuk ke kamarnya selalu mengatakan bahwa dia benci Bawang putih.
"Aku tau..... apa jangan-jangan ibuku ituuu bukan manusia!" Batin Rangga lalu menampar wajahnya, "sadarlah jangan sembarang bilang,"
Beberapa jam kemudian Rangga hampir membaca sampai di tengah halaman buku. "Cerita di dalam buku ini bikin melek, banyak sedihnya dan juga Romantisnya, seharusnya ini cocok dibaca perempuan karena perempuan itu mudah menangis dan baper," Batin Rangga lalu melanjutkan lagi membacanya sampai tengah malam. Rangga si hobi begadang karena tidak ingin tidur jika Novel yang dibacanya belum selesai dibaca.
Tengah malam telah tiba gadis itu muncul lagi di depan rumah Rangga dan membuat Rangga panik.
"Aghs Gadis itu lagi mengangguku padahal Novelku yang bikin melek hampir saja selesai seharusnya dia kulempar saja dengan wajan biar kepalanya gapok.... terluka dan berhenti membuat keributan di depan rumahku, lihat saja besok di tengah malam aku akan melemparmu wajan atau aku memakai tembak mainanku biar Kill this love bro."
Pagi telah tiba begitu cuaca sangat cerah dan matahari begitu cepat terik. Rangga menyanyi asal asalan padahal belum pernah dengar musik. Rangga hanya tahu membaca buku karena dulu saat umur Arga 5 tahun ibunya selalu rajin mengajar Rangga membaca dan menulis sampai bisa.
"Apaan ini aku menyanyi asal asalan saja, kupikir ini lucu. Hahah," kata Rangga tertawa sendiri di kamarnya.
Sebelum Rangga sarapan pagi, Rangga rajin olahraga di kamarnya agar tubuhnya seperti seorang model.
"Aghs, andaikan ibuku membebaskan aku keluar sekali saja pasti cewe-cewe akan jatuh cinta kepadaku," Batin Rangga begitu percaya diri.
Tok tok tok....ketukan pintu ibu Rangga lalu masuk, "selamat pagi sayang!" Kata ibunya lalu menutup hidungya lagi dengan kapas, "Kamu sudah sarapan pagi?"
"Ibu, aku barusan selesai membersihkan kamarku tapi ibu malah menutup hidung lagi. Sebenarnya ibu kenapa sih! Ayolah ibu aku ingin lebih banyak bersosialisasi dengan orang-orang diluar,"
"Orang-orang diluar tidak tahu kalau kamu itu ada di desa ini,"
Rangga terkejut, "apa... tentu saja karena aku anak kamar. Bagaimana orang-orang diluar ingin kenal aku kalau aku ini seperti dipenjara saja,"
"Bau banget, ibu ingin keluar. Jaga pola makanmu oke!"
"Tunggu, bisakah ibu makan bareng denganku kali ini saja. ayolah,"
"Aghs ibu buatkan aku nasi goreng, Bawang putihnya dibanyakin yah,"
"Astaga Rangga kamu tuh kenapa yah, dah gede begini berani nyuruh-nyuruh ibu membuatkan kamu makanan,"
"Padahal Rangga baru saja pertama kali menyuruh ibu membuat makanan untukku," Rangga kesal ke ibunya.
Rangga mengambil bawang putih lalu bawang putih dimasukkan ke mulut ibunya. Warna mata ibu Rangga langsung berubah seperti warna mata Vampir lalu ibunya marah dan tidak sengaja melempar anaknya.
Prok.....
"Aduuh, ibu ini siapa sih. Aku barusan terlempar karena ibu. Apa jangan-jangan ibu ini bukan manusia yah!!!" kata Rangga melihat kuku dan gigi ibunya berubah.
"Hoaaaaargh....apa kamu mendapat *B*uku Vampir**?," kata ibu Rangga berubah menjadi Vampir.
Rangga begitu ketakutan dan tidak tahu berkata apa apa ke ibunya. "iy iya..." kata Rangga terbata bata.
"Jika kamu ku izinkan keluar dari rumah ini dan pergi berkeliling di sekitar Desa ini kamu akan seperti ibu," kata ibunya lalu keluar dan mengunci Rangga lagi.
Rangga kebingunan, "ap apa maksud ibu, ibu...tunggu," kata Rangga lalu pingsan karena tubuhnya terbentur di dinding akibat ibunya.
"Hah aku sudah ketahuan apa yang harus kulakukan. semoga saja Rangga tidak takut kepadaku dan juga dia tidak marah kepadaku." Batin Ibu Rangga terlihat Sayu.
Tengah malam sudah tiba, Rangga akhirnya sadar dan mulai ketakutan karena sudah melihat ibunya bukan manusia.
"Ibuku bukan manusia, astaga.... ibuku adalah Vampir tapi kenapa aku tidak,"
Rangga sangat bingung dan juga tidak sangat kesal melihat ibunya bukan manusia.
"Hargh ada apa dengan ibuku? Apa jangan jangan dia bukan ibuku atau ibuku sudah mati? Tidak tidak....itu tidak mungking sama sama sekali. Aku jadinya pusing banget. Ingin kabur susah, karena ranjau ada di bawa jendela sana tinggi pula juga rumah ini."
1 minggu kemudian dimalam hari Rangga membaca buku di kursi dekat jendelanya tiba tiba gadis itu muncul lagi dan selalu berlari karena dikejar sekumpulan manusia yang pakainya hitam semua.
"Dia lagi dan lagi, bagaimana aku bisa membaca dengan tenang kalau mereka menggangguku aghs. Andaikan dia seperti itu disiang hari pasti aku melihat wajahnya dengan jelas."
Setelah Rangga mengetahui ibunya bukan manusia, Rangga mulai bermimpi buruk yang mengerikan. Didalam mimpinya Rangga selalu diganggu oleh ibunya.
"Hah ini hanya mimpi, aduuh akhir akhir ini tidurku jadi buruk karena memimpikan ibuku aghs."
Rangga melanjutkan membaca bukunya sampai pagi lalu setelah itu Rangga bercermin lalu melihat wajahnya yang pucat akibat selalu begadang dan tidak bisa tidur.
"Haaaa....wajah tampanku jadi jelek begini lingkaran hitam di kantung mataku semakin parah gegara begadang dan tidak berhenti memikirkan ibuku bukan manusia aghs," Rangga marah karena wajah tampanya tidak seperti biasanya.. "Untung saja aku tidak punya pacar,"