
Tuan Han meninju wajah Rangga sampai lebam karena berpikir bahwa dialah yang menghamili Kayla putrinya.
Bruk bruk....."Kamu harus bertanggung jawab. Berani-beraninya kamu membuat anakku seperti itu hah. Dasar brengsek!" Kata Tuan Han lalu berhenti meninju wajah Rangga.
"Ayah sudahlah itu sakit, jangan pukul dia. Bukan dia ayah, bukan dia yang salah. Kumohon hentikan itu ayah." Kata Kayla sambil menangis.
"Lalu siapa hah siapa?" Kata Tuan Han dengan nada yang keras di depan putrinya.
Kayla kesulitan dan takut menyebut nama orang yang menghamilinya karena takut orang itu akan membunuh ayahnya Tuan Han. Orang itu adalah pemilik hotel dimana Kayla bekerja. Nama orang itu Bima dia sudah punya istri dan 4 anak. Bima adalah anak saudara dari ibunya Kayla.
"Kalau kamu tidak menjawab pertanyaan Ayah, Kayla. Kamu harus mengugurkan anak itu. Jangan buat ayah malu. Jangan seperti ibumu, lihat ibumu baru saja pulang dari Amerika dan dia tiba-tiba hamil. Ini sungguh memalukan padahal ayah tidak pernah melakukanya, dan tidak lama lagi aku akan berencana bercerai dengan ibumu karena dia hamil aghs. Kayla, Siapa, siapa orang itu?" Kata Tuan Han begitu sangat marah lalu melempar vas bunga Kayla yang terletak di mejanya. Prok.....
"Ap apa ibuku ham hamiil!" Batin Kayla.
Rangga langsung berkata ke Tuan Han bahwa dirinyalah yang menghamili Kayla padahal Bima orangnya.
"Ini tidak baik kalau Kayla mengugurkan bayinya. Lebih baik aku saja yang bertanggung jawab atas masalah ini agar masalah tidak bertambah." Batin Rangga lalu menarik nafasnya dalam-dalam.
"Tuan! Aku yang membuat Kayla seperti itu." Kata Rangga sambil belutut di depan Tuan Han.
Kayla terkejut. "Apa apaan ini. Ayah bukan dia ayah percayalah kataku."
"Kamu diam saja Kayla biar masalah ini tidak betambah." Kata Rangga ke Kayla.
Bruk....."Dasar orang tak berguna. Sudah kuduga kaulah orangnya brengsek aghs." Kata Tuan Han tiba-tiba menangis lalu menyuruh Rangga berdiri. "Berdirilah di depanku."
Rangga berdiri didepan Tuan Han lalu meminta maaf. "Maafkan aku Tuan, ini salahku. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan."
"Aduh kenapa sih Rangga. Aghs ini semua karena si Bima yang brengsek itu." Batin Kayla.
Tuan Han menyentuh pundak Rangga. "Siapa namamu?"
"Namakuu...... Rangga, Tuan." Kata Rangga sambil menundukkan kepalanya.
"Rangga. Jika kamu membuat putriku seperti itu. Kamu.....segeralah menikahi putriku Kayla. Kenapa? Karena Aku tidak ingin bayi itu sedih mencari ayahnya ketika nanti dia sudah besar."
Kayla terkejut. "Ayah, ayah kenapa tiba-tiba berkata seperti itu yah." Kata Kayla lalu mendekati ayahnya.
"Kayla, lalu apa yang kamu inginkan jika kamu tidak menikah. Kamu pilih gugurkan bayi itu atau menikah dengan Rangga?" Tanya Tuan Han.
Kayla menatap karena Rangga karena tidak tahu apa yang dia akan katakan ke ayahnya.
"Apa yang aku harus aku lakukan Tuhanku! Rangga punya Anna dan aku takut Anna marah." Batin Kayla sambil menatap Rangga.
"Kayla kenapa kamu lihat-lihat terus si Rangga. Kamu pilih yang mana?" Tanya Tuan Han lagi.
"Baiklah ayah, aku akan menikah karena demi bayi ini." Kata Kayla lalu menyentuh perutnya.
"Baiklah, 4 hari lagi adalah hari pernikahan kalian. Kalau begitu ayah akan pulang. Hiks kupikir jantungku dan pikiranku hampir sekarat. Aku pulang. Dan ingat, kalian jangan beritahu siapa pun kalau kamu hamil sebelum menikah oke!" Saran Tuan Han ke Rangga dan Kayla, "Assalamu Alaikum." Kata Tuan Han ke Rangga dan Kayla lalu beranjak keluar dari rumahnya.
Kayla kembali duduk di sofanya sambil menangis. "Rangga kenapa semua ini terjadi kepadaku. Aku takut pacar kamu tahu. Apa yang harus kulakukan."
"Tenanglah jangan banyak pikiran dan mulai besok kamu tidak usah lagi kerja di hotel itu. Ngomong-ngomong sih Kayla kenapa kamu bisa hamil ?" Tanya Rangga gugup.
"Ini semua karena Bima si brengsek itu!" Kata Kayla lalu menangis.
"Ush jangan menangis. Bima itu siapa?"
"Bima adalah pemilik hotel itu dimana tempatku bekerja. Bima.....membuatku seperti ini karena Bima punya dendam ke aku dan ayahku." Kayla.
"3 tahun yang lalu saat Bima belum punya istri dan anak Bima....."
..........
Kayla menceritakan kembali masa lalunya ke Rangga tentang kenapa Kayla di hamili oleh Bima. 3 tahun yang lalu, Saat umur Kayla 17 tahun. Kayla duduk di bangku kelas tiga SMA sedangkan Bima sepupunya masih kelas satu SMA. Kayla memperkenalkan temanya ke Bima karena Bima ingin punya pacar. Pada suatu hari sepulang sekolah Bima mendekati Kayla karena ingin menceritakan sesuatu.
"Kak. Kayla aku ingin ceritakan sesuatu buat kakak!" Kata Bima ke Kayla sambil berjalan menuju kearah rumah mereka.
"Ada ada apa dek? Dahlah jangan terlalu sopan. Panggil aja aku Kayla. Kita kan sepupu." Kata Kayla.
Bima mulai malu mengatakanya. "Apa yah tapi ini pribadi deh soalnya." Kata Bima lalu menundukkan kepalanya.
"Pribadi! Katakan aja deh jangan buat Kayla penasaran. Apa?" Tanya Kayla.
"Apakah aku sudah terlihat dewasa?" Tanya Bima.
"Hah. Hahaha iyalah, kamu sudah gede. Jerawatan pula wajahmu. Dengar kata orang kalau muka kamu dah jerawatan pasti banyak cewe-cewe yang suka sama kamu Bim!" Kata Kayla ke Bima sambil tertawa. "Juga pikiranmu kupikir sudah dewasa deh, pokoknya kamu tidak pernah lagi main-main mulu seperti anak kecil."
"Iya benarkah. Oh jadi aku sudah dewasa."
"Iya kamu dah dewasa Bim. Lihat kemarin aku lihat isi headphone kamu saat kamu lagi sibuk belajar. Hah instagram kamu......aku lihat kamu habis follow semua cewe-cewe cantik deh hahaha,."
"Aduh kakak ini kenapa nih. Bikin malu aja. Jangan beritahu bundaku yah please. Ini bukan main lagi oke!"
"Kamu juga mulai simpan-simpan rahasia nih. Dahlah jangan khawatir. Lebih baik jangan beritahu kakak soalnya mulut kakak ini nggak ada remnya."
"Kalau begitu kakak lupakan aja deh. Kak aku....." kata Bima mulai gugup. "Hiks"
"Kamu kenapa?" Tanya Kayla.
"Aku suka dengan teman kakak."
Kayla terkejut. "What. Siapa? Kamu suka sama Nabila? Iya iya?"
"Iya kak aku suka sama Nabila!"
"Yang benar saja kamu Bim! Kok kamu suka sama senior kamu sendiri. Ingat cek umur dulu. Kamu dah 16 tahun sedangkan Nabila itu sudah masuk 20 tahun Bim. "Aku lapar ke warung yuk. Bentar kita lanjutin lagi ceritanya di Halte Bus!"
"Iya! Aku juga?"
"Bima ada-ada sih, bikin iri aja padahal aku sama sekali tidak pernah pacaran." Batin Kayla lalu manyun.
Beberapa Jam kemudian Kayla dan Bima melanjutkan ceritanya di Halte sambil menunggu Bus menuju ke rumah mereka.
"Kakak, aku nggak peduli pacaran dengan sahabat kakak meskipun beda usia jadi.....perdekatkanlah aku denganya."
"Serius banget nih bocah, Dah sabaran pacaran mulu hiks." Batin Kayla.
"Nggak usah. Nggak cocok pacaran beda usia." Kayla.
"Apa jangan-jangan kakak iri yah?"
"Iri. Hahah apaan sih Bim. Baiklah, bentar setelah sore kamu ikut aku ke rumah Nadia soalnya aku ingin mengerjakan PRku!"
"Baik siap kak. Thanks You kakak." Ucap Bima begitu sangat bahagia.
Jangan lupa like Vote and rate juga komentarnya yah....