
Beberapa menit kemudian, mereka sudah ada di kurungan yang letaknya ada di bawah tanah. Mereka sedikit sulit berpikir karena kepanasan.
"Aduuuh.....panas banget disini. Hah aku tidak fokus memikirkan apa kita akan mati mengenaskan atau mati setelah darah kita habis diminum oleh raja vampir itu!," Anna.
"Jangan sembarang bilang An! Kita pasti bisa kok. Aneh yah saat dimana aku berhalusinasi seblum kita kesini.....aku tiba-tiba memikirkan Vand Dracula yang ada di Romania. Apa kalian berdua juga tadi sebelumnya sama sepertiku?"
"Ya benar itu tiba-tiba banget Ran! Dan aku juga sangat penasaran tentang lemari itu dari mana asalnya? Siapa pembuatnya? Siapa miliknya? Dan mengapa lemari itu ada disana? Kupikir rumah yang kamu tinggali adalah rumah...." Anna.
"Rumah yang kutinggali adalah rumah yang umurnya begitu sangat lama dan juga rumah itu punya kertas kuno yang menempel dibalik pintu lemariku yang tertulis.....tulisanya adalah Magic House 1745 hanya itu yang tertulis,"
"Wah, kupikir isi rumah kamu Ran! Ajaib semua yah?"
"Entah hanya lemariku yang ajaib tapi aneh yah! Rumah itu pemilik siapa?" Rangga.
Tiba-tiba Vand Dracula datang, "Kalian semua sebelum aku memberitahumu apa kelemahan Vampir, aku ingin mencoba sedikit darahmu," Kata Vand lalu membuang 3 gelas ke Rangga, Anna, dan Tuan Kaka.
"Hah bagaimana cara kita untuk memberi darahku!" Anna gugup.
Vand Dracula membuang pisaunya. "Pakai saja pisau itu untuk melukai tangan kalian secepatnya karena aku ini sangat haus dan ingin minum darah. Cepatlah sebelum aku menjadi garang!"
Rangga, Anna, dan Tuan Kaka terpaksa melukai telapak tanganya lalu meneteskan darahnya ke gelas itu sampai darahnya penuh.
"Sssh pedih banget Ran!" Tangan Anna kesakitan.
"Kuatlah Anna kita harus cepat-cepat keluar dari sini ok,"
"Aku hampir saja ketahuan menjadi burung kakatua tadi aghs," Tuan Kaka.
1 jam kemudian darah mereka sudah siap untuk diminum oleh Vand Dracula kecuali darah Anna.
Slurrr, "Darah kalian tidak segar karena kalian sudah lama-lama kepanasan disini tapi aku sudah baik-baik saja dan tidak haus lagi," Kata Vand wajahnya begitu sangat garang dan membuat Anna takut berbicara denganya.
"Mengapa darahku tidak minum olehnya! apa dia tahu kalau aku adalah Peri," Batin Anna.
Ke esokan harinya mereka akhirnya dibebaskan dan langsung dibawa kediaman Vand Dracula. Isi Rumah Vand Dracula begitu sangat menegangkan karena di penuhi rangka manusia dan vampir.
"Kenapa kamu membawa kami kesini?" Tanya Rangga.
"Bukankah kamu ingin tahu apa kelemahan vampir jadi itulah aku membawa kalian kesini!" Kata Vand.
Vand mengambil darah Anna yang ada di gelas tadi dan langsung menumpahkanya ke Rangka Vampir itu. Rangka vampir itu langsung kembali menjadi semula dan membuat Anna, Rangga, dan Tuan Kaka terkejut.
"Woah.....tapi bagaimana kamu bisa berubah menjadi vampir Tuan Vand?" Tanya Anna.
"30 tahun yang lalu aku tertidur dengan istriku tiba-tiba gerhana matahari tiba dimana para hewan dracula bermunculan dan masuk ke kamarku menjadi manusia. Aku terbangun lalu melawannya tiba-tiba mereka menghisap darahku lalu pergi. Beberapa jam kemudian setelah mereka menghisap darahku ak aku....tiba-tiba kehausan darah dan terpaksa menghisap darah istriku melalui lehernya." Vand Dracula terlihat sedih. "Ja jadi begitu ceritanya,"
"Lalu bagaimana cara kamu untuk membuat vampir itu mati?" Tanya Rangga.
"Hahaha....aku ingin salah satu dari kalian ingin tinggal disini menjadi pelayanku,"
Tuan Kaka langsung menyerahkan dirinya dan mendekati Vand Dracula itu.
"Aku saja! Jangangankan mereka," Kata Tuan Kaka wajahnya terlihat Sayu.
"Kenapa permintaan mu banyak sekali apa kamu berniat untuk menipuku Tuan Vand?" Tanya Rangga.
"Hahahahaha......ini adalah permintaan terakhirku jika kalian bertiga menolaknya aku akan menyuruh anak buahku untuk menyantap tubuhmu seperti **** yang dimakan anjing,"
"Tuan Kaka aku akan memberitahumu sesuatu yang penting! Kemarilah," Anna.
"Jangan bicara seperti itu, itu tidak baik Tuan. Tuan aku punya ide saat aku dan Rangga akan menembus batu itu untuk kembali ke asal kita, dengar Tuan harus menjadi burung kakatua lagi lalu mengikuti aku yah," Kata Anna dengan nada yamg pelan agar vampir-vampir itu tidak mendengarnya.
Tuan Kaka hanya berguman karena berpikir dia tidak akan bertemu ibu Rangga lagi.
"Tuan kenapa diam saja ayolah Tuan, kamu pasti bisa!" Anna.
"Aku lebih baik disini karena.....ibu Rangga tidak ada lagi," Tuan Kaka.
"Haah ayolah Tuan kamu pasti bisa. Jangan banyak pikir oke. Tuan saat Rangga memarahimu jangan salah paham karena itu adalah ideku ok!"
"Ada apa dengan kalian berdua ini! Mengapa tinggal diam saja apa kalian akan menjadi Vampir juga?" Kata Vand amarahanya akan mulai.
"Aghs...ini sulit aduh bagaimana nih?" Batin Rangga sangat gugup.
"Jangan khawatir Ran! Aku sudah memberi cara agar Tuan Kaka bebas," Bisik Anna ke Rangga.
"Baguslah kalau begitu!"
"Ran! Kamu berpura-pura memarahi Tuan Kaka cepatlah kita punya waktu sedikit lagi!" Kata Anna dengan nada yang pelan ke Rangga.
"Tap tapi Anna....aku tidak tahu harus berkata apa kepadanya!"
"Ayolah Ran, kamu pasti bisa Aghs lelaki kok lemah banget ayolah...." Anna berlagak marah ke Rangga agar Rangga bisa melakukanya.
"Baiklah!" Kata Rangga akhirnya dia mulai memberanikan dirinya untuk memarahi Tuan Kaka. "Hey Tuan Kakak ini semua gara-gara kamu ibuku menjadi vampir dan mati dan juga ibuku hilang aghs."
"Maafkan ayah nak," Tuan Kaka mulai berpikir kalau yang dikatakan Rangga kepadanya tidak bercanda karena Tuan Kaka lupa apa yang di katakan Anna tadi kalau perkataan Rangga kepadanya hanya bercanda saja.
"Aghs sudah kubilang kamu bukan ayahku....dan jangan anggap aku adalah anakmu," Rangga. "Tuan Vand jadikanlah dia Vampir karena membuat hidup ibuku tidak benar dan sulit dan juga tanyakan aku secepatnya apa kelemahan vampir itu sebenarnya!" Kata Rangga ke Tuan Vand Dracula.
Tuan Vand memberi sebotol air berwarna hitam ke Rangga, "Botol ini isinya bukan air biasa dan Isi botol ini adalah darah manusia serigala yang dicampur darah manusia vampir lalu di diamkan selama 1 tahun agar kedua darah itu tercampur rata menjadi racun,"
"Terimah kasih banyak Tuan Vand!," Kata Rangga.
"Pergilah kalian berdua sebelum aku berubah pikiran dan rasa haus darahku muncul lagi. Pergilah sekarang cepaaaat." Kata Tuan Vand.
Rangga dan Anna akhirnya lari meninggalkan Tuan Kaka dan juga mereka berdua sudah ada di depan dinding batu itu untuk kembali ke asalnya.
Anna terkejut dan menangis melihat Tuan Kaka di ikat tanganya lalu dibawa pergi oleh Tuan Vand, "Tunggu Ran! Kupikir Tuan Kaka akan dibawa pergi lagi ke ruang bawa tanah itu. Harus kah aku meneriakinya untuk menjadi burung kakatua!" Kata Anna panik.
"Jangan, kupikir Tuan Kaka tidak bisa terbang lagi kembali ke kita An karena kedua tanganya sudah di ikat juga kakinya," Rangga.
Anna memarahi Rangga. "Kenapa kamu seenaknya berkata seperti itu Ran! Kenapa kamu belum merasa dan peduli kalau dia itu benar ayahmu,"
"Tuaaaaaan.....berubahlah menjadi burung kakatua dan kembalilah kepadaku ayolah kamu pasti bisa!" Teriak Anna ke Tuan Kaka sambil menangis. "Aghs kenapa dia malah bergemum saja aghs,"
Tiba anak buah Vand Dracula ingin memburuh Anna dan Rangga karena ribut.
"Ayo....ayo! Mereke ingin memburuh kita cepat masuklah," Kata Rangga menarik Anna dan akhirnya mereka sudah ada di kamar setelah melalui lemari ajaib itu.
"Aghs Ran! Kamu itu kenapa sih. Tuan Kaka maafkan aku. Aku seharusnya menolongmu aghs," Batin Anna sambil menangis.
"Sudahlah jangan sedih," Kata Rangga sambil memeluk Anna.
"Aku sangat sedih karena aku sudah lama tinggal serumah denganya dan juga dia seperti sifat ayahku yang begitu sangat perhatian ke anaknya,"
Rangga meneteskan air matanya, "Maafkan Aku Tuan Kaka karena tidak bisa menolongmu. Semoga tuhan menjagamu Ay Ayah!" Batin Rangga.