
Part 14 Eclipse
"An! Anna apakah kamu...mendengar suara serigala kemarin malam?"
"Ya, emangnya kenapa?" Tanya Anna.
"Apa kamu tahu itu pertanda apa? Kalau aku....kupikir gerhana tidak lama lagi kan,"
"Yah kamu benar. Aku sudah tahu kapan akan terjadi gerhana...gerhana akan terjadi besok, jadi kamu tidak usah melihatnya,"
"Kenapa? Masa sih gerhana saja aku tidak boleh melihatnya,"
"Kamu akan terkejut nantinya jadi lebih baik kamu tidur aja,"
"Aghs yang benar saja An! Aku pastinya harus melihat gerhana itu. Tapi....besok gerhana bulan atau matahari? An,"
"Mmm itu...Gerhana matahari. Jadi....kamu tidak boleh melihatnya dengan mata telanjang karena matamu nanti akan rusak,"
"Benarkah! Tapi kalau pakai kacamata atau teropong pasti itu bisa kan?" Tanya Rangga lagi.
"Hah emangnya kamu dah punya benda itu?"
"Tidak. Aghs ini nggak hebat deh dan juga gerhana seharusnya bertetapan di hari ulang tahun hiks,"
"Mau terbang!" Anna.
"Maksud kamu...kamu mau ajak aku keluar dari rumah ini dan terbang seperti burung. Wah pasti seru,"
"Kali ini saja aku akan membawamu ke gunung hutan ini dan melihat gerhana,"
"Aduuh tambah sayang deh sama Peri imut ini," Rangga sangat bahagia karena bisa keluar. "Apa jangan-jangan kamu bohong yah!"
"Astagaa sayang kok aku pada bohong sih. Sumpah aku akan ajak kamu pergi tapi..... ada syaratnya,"
"Apa itu syaratnya An?"
"Ketika kamu lihat manusia diluar sana kamu jangan sapa dia oke,"
"Siap, unch uwwu periku Anna yang cantik," Rangga makin manja.
"Geer aja deh seperti anak kecil, oh iya sekarang aku pilihkan kamu baju untuk dipakai besok oke...jadi sekarang boleh aku buka lemarimu" kata Anna ingin membuka lemari Rangga tapi Rangga menolaknya.
"Hah jangan-jangan. Nggak usah dibuka, yanya saja aku model pakaian bagaimana yang aku pakai untuk pergi besok,"
"Emangnya lemari kamu kenapa, horor?" Tanya Anna langsung membuka lemari Rangga dan isinya baik-baik saja tidak ada yang berantakan. "Ini tidak ada apa-apa, pakaian di lemari kamu tersusun rapi kok," Anna.
"Sebenarnya kamarku....kamu jangan kasih tahu ibuku yah. Hanya kita yang tahu ini. Oke,"
"Kenapa?" Tanya Anna penasaran.
"Lemari ini didalamnya ada semacam lagi pintu ajaib!" Rangga gugup.
"Ya...benarkah! Ini seperti goblin. Bisakah kita masuk sekarang?" Anna tidak sabaran. "Bisakah kamu menjelaskan sedikit,"
"Saat kita masuk ke lemari ini kita harus halu/berhalusinasi dulu. Contohnya kamu ingin ke negara lain misalnya paris dan setelah itu kamu masuk pasti itu akan tekabulkan tapi.....yang tersulit adalah kamu berada di masa lalu seperti 200 tahun yang lalu dan juga kamu bisa berada di tahun kedepan misalnya 2025. jika kamu halu tentang masa depan atau masa lalu,"
"Benarkah!" Anna sedikit belum percaya dengan perkataan Rangga.
"Iya benaar,"
"Apa kamu pernah?" Tanya Anna.
"Iya. Sebelumnya aku mengkhayal pergi ke pantai yang dipenuhi orang lalu itu aku masuk ke lemari itu ternyata wah bagus banget sumpah,"
"Eh terus, bagaimana kamu bisa tahu? Kalau lemari itu ajaib?"
"Aku sudah lama mengetahuinya saat umurku 10 tahun...disitulah aku tiba-tiba bermimpi dimalam hari. Aku memimpikan lemariku kalau lemariku itu ajaib, aku bangun dan memeriksanya ternyata itu nyata,"
"Wow aku jadi kagum deh bisakah kita melakukanya sekarang!" Anna tidak sabaran.
"Bisa tapi ini aneh saat kita sudah ada ditempat yang kita inginkan kita hanya menikmati 4 hari saja tapi aneh itu saat kita sudah ada disini ternyata sudah 1 bulan,"
Anna terkejut, "apa...wah kita harus menikmati gerhana ini dulu lalu kita masuk ke lemari ajaibmu oke,"
"Tentu sajalah...aku tidak sabaran untuk terbang bareng kamu Anna," Kata Rangga sambil tersenyum.
Anna mencubit pipi Rangga, "unch uwwu...aku padamu membuatku klepek klepek,"
"Apa klepek klepek hah kata itu aku membencinya," kata Rangga sambil memalingkan wajahnya dari Rangga.
"Udahlah,"
"Ngomong-ngomong sih Ran...berapa kali kamu ke sana maksudnya masuk ke lemari itu,"
"Aku hanya satu kali. Aku kepantai serunya sumpah. Banyak cewe turis seksi banget,"
"Kamu masih bocah yah dulunya dah pikirin yang begituan dasar kamu," Anna cemburu.
"Cemburu yah,"
"Apa janga-jangan kamu sudah punya gebetan disana yah,"
"Iyalah dia imut bule, wah cantik pula," kata Rangga sengaja membuat Anna semakin cemburu.
"Hiks, dah lah aku tidak akan membawamu terbang besok," kata Anna sambil menjauhi Rangga karena cemburu dan wajahnya begitu marah.
"Apa...ayolah ta tadi aku cuma bercanda doang," kata Rangga sambil mendekati Anna lalu minta maaf.
"Hiks, nggak pernah kamu gampang rayuin wanita ternyata.... dan kupikir akulah perempuan yang pertama menyukaiku ternyata si bule brengsek aghs," Anna ngambek.
"Aku cuma bercanda sumpah,"
"Jujur saja aku rayuin dia tapi pacar pertamaku adalah kamu!"
Anna tersenyum lebar, "Benarkah coba aku baca pikiranmu dan sekarang ingat hal itu,"
Rangga memeluk Anna, "Bacalah pikiranku. Kataku tidak bohong kok,"
"Yah kamu jujur banget sih Ran uwwu. Kalau begitu aku pulang dulu yah, sampai jumpa besok dan ingat kamu besok yah pakaian serba putih dan jangan lupa pakai topimu oke,"
"Asyiaap sayang!"
"Apa, kamu tadiiii baru saja bilang sayang ke aku. Mmm aku baper eh,"
"Biasa aja sih," kata Rangga sambil mengusap rambut Anna,m. "Hati-hati yah,"
"Yah, sampai ketemu besok!." Kata Anna lalu mencium pipi Rangga dan mengubah tubuhnya jadi kecil lalu terbang keluar melalui jendela Rangga.
"Hah aku syok banget sih. Hah tadi sweet banget uwwu,"
Ke esokan harinya Rangga sudah siap dan juga Anna si peri itu. Penampilan Anna berubah karena pakainya serba putih dan juga rambutnya sangat indah karena habis ditata sedikit bunga. Anna dan Rangga berhadapan saling menatap.
"Wah kamu cantik banget Anna. Jantungku jadi berdebar-debar deh melihat penampilan kamu sangat luar biasa,"
"Benarkah, gomawoyo Rangga," Anna sedikit malu mengajak Rangga terbang bareng menuju ke puncak gunung untuk melihat gerhana.
"Kok wajahmu jadi malu-mau yah uwwu," kata Rangga sambil mengelus pipi Anna yang mulus.
"Oke, sebelum kita terbang! Pastikan kamu...tarik nafas dan buang nafas 3 kali yang dalam-dalam yah,"
"Sudah....terus let's go," kata Rangga tidak sabaran.
"Belum masih ada lagi,"
Rangga mengeluh, "apa lagi sih An!"
"Apa kamu melihat sayapku?" Tanya Anna.
"Tidak! Aku tidak melihat sayapmu ini aneh, kamu bisa terbang tanpa sayap,"
"Tutup matamu lalu bayangkanlah kalau aku punya sayap,"
Rangga menutup matanya dan 30 detik kemudian, "aku sudah melihatmu punya sayap dalam mata tertutup An!"
Sayap Anna berkibar sangat cantik dan menampakkan cahaya putih dan juga di kepala Anna ada mahkota yang dihiasi berlian putih begitu sangat mengkilap "Bukalah matamu sekarang,"
Rangga jadi kagum melihat sayap Anna begitu indah karena bercahaya, "wow kamu seperti malaikat Anna. Aku benar-benar jadi kagum melihat kamu. Ak akuuuu makin jatuh cinta melihatmu,"
"Ayo kita pergi,"
"Baik An Anna," kata Rangga tiba-tiba merasakan bokongnya jadi aneh, "Tunggu Bokongku kenapaa" Rangga menengokkan kepalanya sedikit ke belakang. "Hah aku juga punya sayap! Wow keren sayapku seperti sayap merpati putih. Ini luar biasa aku seperti malaikat,"
"Ayo jangan banyak bicara nanti gerhana mataharinya akan terjadi dan ingat jangan melihat ke bawah fokuslah ke arah puncak gunung itu oke nanti kamu jatuh lho,"
"Siap," Rangga.
Jangan lupa like, Vote, Rate dan komen yah🙏