FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 12 Aku terpaksa tidur dengan Anna si peri itu.



"Hiks tubuhnya makin dingin saja. Apakah ini sakit parah!"


"Hish bisakah kamu tidur disampingku 5 menit saja Rangga tubuhku dingin sekali," kata Anna dalam tidurnya begitu mengigil kedinginan.


"Haruskah aku tidur denganya!"Rangga terpaksa tidur disamping Anna si peri itu lalu memeluknya. "Dingin tubuh kamu Anna! Gerr,"


"Terimah kasih, akurlah kepadaku dengan baik." Zzzzz


Beberapa jam kemudian Rangga merinding dan merasa ada yang aneh ternyata sakit Anna sangat parah begitu juga Nafas dan nadinya tidak normal. Rangga terbangun lalu melihat Anna, Rangga jadi sangat cemas dan khawatir melihat Anna seperti akan sekarat.


"Anna....An! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Rangga sambil mengelus pipi Anna yang dingin. "Kenapa tubuh mu tidak berhenti dingin!"


Rangga memeriksa nadi Anna di pengelangan tanganya dan juga nafas nya begitu tidak normal.


"An Anna bangunlah an....Anna," kata Rangga sambil mengusap Rambut Anna. "Aduh gimana nih apa yang harus kulakukan! Ini sudah tengah malam dan juga aku sulit keluar dari rumah ini,"


Rangga terus membangunkan Anna dan juga Rangga tidak berhenti memeluk Anna agar tubuhnya menjadi Hangat. Rangga memeluk Anna sampai pagi tanpa tidur dan Anna akhirnya sadar.


Uhuk uhuk... suara batuk Anna akhirnya sadar dan perasaan Rangga sudah lega.


"An Anna kamu sudah bangun. Ahs betapa khawatirnya aku semalam. Maaf aku hanya bisa memberimu kehangatan dari tubuhku karena aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan semalam,"


"Aku belum pulih jadi....izinkan aku disini dulu sampai aku sem sembuh!" Kata Anna dengan nada yang lemas.


"Tentu saja..."


Rangga mengangkat Anna dari tempat tidur lalu meletakkannya ke kursi Rangga yang ada di dekat jendela supaya Anna dapat di sinari dari cahaya matahari agar tubuhnya jadi hangat.


"Kamu harus duduk disini karena sinar matahari sudah masuk ke kamarku melalui jendela itu,"


"Terimah kasih banyak Rangga!"


"Sama-sama.....Mmm Kamu tidak usah sopan anggap saja aku lebih tua darimu," kata Rangga sambil berlutut di depan Anna lalu mengenggam tangan Anna. "Tubuhmu sudah dedikit hangat. Apa kamu ingin makan sesuatu?"


"Nggak usah repot repot. Aku baik-baik saja kok," kata Anna.


"Kamu harus makan agar kamu cepat sembuh,"


"Aku pakai sihirku saja," Anna memakai sihirnya tapi sayangnya sihir Anna tidak berfungsi jika sedang sakit. "Ini tidak bisa karena aku sakit,"


"Kamu nggak usah lakukan itu. Kamu tunggu saja aku akan membuatkan kamu bubur oke,"


"Baik terimah kasih."


1 jam kemudian bubur Rangga buat Anna sudah jadi dan siap untuk disajikan. Setelah Anna makan Anna mengerjain Rangga kalau Anna itu sudah mati.


"Rangga apa kamu merasa tidak aneh!"


"Aneh kenapa?" Tanya Rangga.


"Astagaa...apa kamu tidak takut melihatku,"


"Takut....maksud kamu apa?"


"Hiks...kalau semalam aku sudah meninggal tapi kamu malah melihat arwahku dan juga kamu bisa menyentuhku,"


Rangga terkejut dan panik, "yah kamu pada ngomong nggak jelas. Kalau kamu sudah mati pasti tubuhmu ada di tempat tidur ini,"


"Haha ini adalah arwahku semalam tuhmbuhku sudah hilang seperti asap,"


"Kamu bercanda lagi yah!"


"Tidak kok rang...aku seriusan,"


"Benarkah...kamu jangan buat aku takut deh. Aku ini takut banget dengan hantu apalagi ibuku,"


"Serius doang Rangga, aku ini dah mati semalaman. Maaf yah jika aku punya salah,"


"Yah, benarkah! Padahal aku baru saja ingin menyatakan perasaanku ke kamu Anna," Raut wajah Rangga jadi sedih.


"Maaf yah 1 menit lagi arwah ku akan hilang juga,"


Rangga langsung memeluk Anna lalu menangis. "Jangan pergi aku mencintaimu Anna,"


Anna tersenyum dan tidak tahan untuk tertawa dan juga Anna berpura pura sedih. "Maaf yah kamu terlambat mencintaiku. Seharusnya kamu mencintaiku saat dimana pertama kali aku mengatakan kalau aku suka padamu Rangga,"


"Koreanya bagus juga didengar.....Anna saranghaeyyo haha.." Batin Anna sambil tersenyum lebar.


Rangga lepas dari pelukan Anna lalu mengenggam tangan Anna dengan erat. "Jangan pergi. Apa kamu tidak kasihan, aku jadi sendiri lagi deh,"


Anna tersenyum dan tidak tahan untuk mentertawai Rangga karena menangis, "Hahahahaha Rangga rangga.." kata Anna lalu mengusap air mata Rangga di pipinya. "Unch uwwu cengenya tingkat dewa haahaha,"


"Kok kamu tertawa?" Tanya Rangga akhirnya berhenti menangis.


"Maaf aku habis ngerjain kamu Rangga hahaha, ANNA SARANGHAEYYO. itu lucu pengucapanmu hahaha,"


"kamu kalau soal bercanda melewati batas tapi aneh aku baru saja tidak marah," kata Rangga lalu tersenyum lebar di depan Anna.


"Ap apa..." Anna jadi gugup.


"Tadi yang aku katakan bukan bercanda... ini serius kalau aku menyukaimu dan jatuh cinta kepadamu disaat kita pertama kali bertemu," kata Rangga begitu serius di depan Anna dan mambuat Anna semakin gugup.


Wajah Anna jadi malu dan pipinya sedikit memerah karena kata Rangga bukan bercanda.


"Apa yah..." Anna jadi canggung.


"Kok wajahmu jadi kosong. Kayaknya kamu kehilangan kata-kata ya?"


"Nggak kok. Ohiya...apa kamu hanya mengingatku? Menurutmu apa yang ada di pikiranmu?"


"Dipikiranku hanya ada ibuku dan kamu tidak ada yang lain selain itu. Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Astaga pantesan aku jadi sakit karena habis menghapus ingatan Rangga dan Rangga sudah tidak ingat lagi tentang desa ini aghs." Batin Anna sambil menatap wajah Rangga.


Rangga mencium pipi Anna "Kok kamu menatapku, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Rangga.


"Tidak ada....wajahmu sangat tampan,"


"Begitukah...Gomawo!" Rangga.


"Aduuh kenapa aku seperti penggoda aghs." Batin Anna.


Anna tiba-tiba melihat bekas luka Rangga di telapak tanganya.


"Kok tangan kamu bisa terluka?"


"Oh itu aku....tidak ingat kenapa tanganku terluka separah itu. Ini aneh yah!"


"Oh sudahlah mungkin kamu Amnesia gitu,"


"Apaitu Amnesia?" Tanya Rangga.


"Udah banyak membaca buku kata amnesia saja tidak tahu." Batin Anna. "Kamu tidak usah tahu ini susah dikatakan atau dijelaskan deh,"


"Mari kita pacaran!" Rangga.


Tok tok tok...


"Ibuku datang, cepat ubah tubuhmu jadi kecil lalu sembunyilah dibalik topiku,"


Anna sudah sembunyi di balik topi Rangga dan akhirnya ibu Rangga masuk.


"Selamat pagi sayang...sudah sarapan?" Tanya ibu Rangga wajahnya begitu terlihat sangat ceria.


"Sudah kok ibu, mmm wajah ibu ceria banget sih. Ada apa yah!"


"Itu...ibu ceria karena kupikir akan hujan lagi,"


"Aghs ibu suka hujan aja padahal aku suka kemarau,"


"Kemarau matamu..."


"Ok kalau begitu ibu pergi dulu yah, ibu haus kamu mengerti?" Tanya ibunya lalu beranjak dari kamar anaknya.


"Ya," kata Rangga. "Ah katanya haus, mmm,"


Rangga mencari Anna di balik topi ternyata Anna tidak ada. "Kemana dia perginya. Padahal dia belum sembuh. Anna.. kamu dimana! Aghs di sepertinya sudah pergi padahal aku tadi baru saja menyatakan cintaku padanya hiks dasar aku. Hah ada apa dengan Hati, jantung, dan perasaanku ini. Sepertinya aku tergila-tergila dengan CINTA.


jangan lupa like, rate, dan vote yah jyga komentarnya! " )