
Pagi sudah tiba musim salju pertama sudah turun di Korea Selatan, Jenny sudah bangun dan siap-siap untuk mencari dimana keberadaan Rangga.
"Aku harus mengecek lokasi nya dimana yah dia!" Batin Jenny sambil mengecek lokasi keberadaan Rangga. "Hah dia ada di taman sumogwonro, Sangmyeon, Gapyeongun, Gyonggido dia mudah kedapat hahah. hah mmmmmm Oh iya aduuh aku hampir lupa kalau semalam dia bilang lahir 18 Oktober 2000 jadi ini.... hari ini adalah ulang tahunya omo.....daebak chukkae banget. Sebelum aku bertemu denganya aku harus memesan kue ulang tahun untuknya di cafe. Mmm pasti dia suka banget uwwu." Jenny begitu sangat bahagia di pagi hari.
Beberapa jam kemudian Jenny akhirnya berhasil menemukan Rangga yang sedang duduk di Taman. Jenny terkejut melihat Rangga sedang mengigil kedinginan karena dia hanya memakai pakaian yang kainya hanya sedikit tipis.
"Kasian banget. Untung saja aku membelikan sebuah Hoodie merah tua dan topi hitam omo... pasti dia makin tampan." Batin Jennye lalu mendekati Rangga. "Hy Rangga apa kabar," Kata Jenny wajahnya sangat bahagia. "Oh iya kamu kelihatan dingin ayo! Ikut aku ke Cafe,"
"Cafe! Apa itu?" Tanya Rangga.
Jenny tertawa sambil memegang perutnya, "kayaknya nih cowo banyak kampunganya yah masa cafe saja tidak tahu! Aku tidak tahan untuk menertawainya." Batin Jenny lalu mengenggam tangan Rangga "hahahahah ahahahhha....uwwu ayo ikut aku,"
"Tunggu....Jangan macam-macam yah. Aku tidak seperti laki-laki lain," Rangga berpikir kalau Jenny ingin membawanya ke tempat lain.
"Oh daebak, aku bukan perempuan seperti yang kamu pikirkan! Aku baik kok. Percayalah kataku," Kata Jenny.
20 menit kemudian Jenny dan Rangga sudah ada di Cafe dekat Taman.
Rangga Jadi kagum. "Wah bagus banget Safe nya!"
"Hahaha Rangga dengar yah baik-baik....kafe bukan Safe. Ingat yah Kafe Kafe coba bilang Kafe..."
"Oh aku salah dengar di taman tadi.....Kafe," kata Rangga akhirnya benar.
"Benar, bagus bagus," Kata Jenny lalu mulai memberikan Hoodie buat Rangga. "Pakailah ini jaket buat kamu dan juga topi biar tubuhmu sedikit hangat,"
"Terimah kasih," Kata Rangga lalu memakai jaket dan topi yang diberikan dari Jenny.
"Wow daebak tampan banget,"
Tiba-tiba pelayan datang membawa kue ulang tahun yang di penuhi hiasan gambar love dan kopi di tempat dimana Rangga dan Jenny duduk bersama.
"Gomawo." Kata Jenny ke pelayan cafe itu.
"Ye. Oh daebak Pacar anda sangat tampan nuna!" Kata pelayan itu ke jenny lalu pergi.
"Itu apa?" Tanya Rangga lagi.
"Ini adalah kue ulang tahun untuk mu. Saengil chukkae hamnida Rangga tampan," ucap Jenny ke Rangga begitu sangat bahagia.
"Ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahunku. Terimah kasih banyak,"
Jenny terkejut. "Apa benarkah! Mmm apa kamu tinggal di desa atau hutan?"
"Aku tinggal di Desa Baempaieo yang ada di dekat hutan Surabaya, Jawa Timur, Indonesia."
Jenny semakin terkejut. "Ap apa.....Desa Baempaieo hah!"
"Kenapa kamu terlihat terkejut, apa kamu tahu arti dari kata Baempaieo itu?"
"Emm ti tidak. Aku tidak tahu. Ak aku ke toilet dulu yah tunggu 5 menit." Kata Anna lalu pergi ke toilet.
"Apa.....bukankah arti baempaieo itu adalah....Vam Vampir! Daebak apa jangan-jangan pria itu....adalah vam vampir! Tidak..... itu tidak mungkin. Haruskah aku membawanya ke rumah sakit." Batin Jenny keluar dari toilet lalu menarik Rangga ke mobilnya.
"Kita mau kemana? Kue dan kopinya kita belum makan sedikit pun," kata Rangga kebingunan.
"Hah wajahmu sangat pucat jadi ini darurat aku akan membawamu ke rumah sakit,"
"Apa.....rumah sakit! Aku sehat kok sumpah.."
"Diam."
1 jam kemudian Rangga dan Jenny sudah ada di ruangan pemeriksaan yang ada di rumah sakit dan juga Rangga sudah diperiksa oleh dokter.
"Bagaimana dokter apakah dia sehat?" Tanya Jenny ke dokter itu.
"Yah nuna dia sangat sehat dan baik-baik saja,"
"Benarkah!" Jenny.
"Iya di baik-baik saja astaga seluruh tubuhnya 100% sehat,"
"Debak hiks, haruskah aku memanggil ibumu? Biar ibumu yang periksa dia," Kata dokter itu sedikit marah.
"Jangan-jangan panggil ibuku aku percaya kok. Kalau begitu aku permisi Dok! daah," kata Jenny lalu pergi dengan Rangga.
"Kok muka kamu bingung banget? Apa aku sakit parah?".
"Oh ti tidak, kata dokter..... kamu 100% sehat kok," kata Jenny. "Oh aku tahu....aku punya ide," Batin Jenny. "Rangga ke restoran yuk!"
"Restoran! Apa itu?" Tanya Rangga.
"Aghs tempat makan lah. Aku lapar yuk,"
Beberapa jam kemudian Rangga dan Jenny sudah ada di restoran, "Ran kamu suka makan apa?" Tanya jenny.
"Ak aku....suka makan nasi dan ikan!"
"Ap apa.....nasi dan ikan! hahahas,"
Tiba-tiba pelayan datang membawa daftar menu. "Permisi nuna! Nuna ingin pesan apa?" Tanya pelayan itu ke Jenny sambil memberikan Daftar menunya.
"Emm aku pesan nasi goreng 2 porsi dan Jus Jeruk,"
Beberapa menit kemudian menu dan jus yang di pesan Jenny tiba datang.
"Makanlah dan juga nikmati! Ini nasi goreng dan ini jus jeruk," Jenny
Setelah Rangga habis memakan Nasi goreng itu lalu tiba-tiba mengingat Anna. "Anna,"
Uhuk uhuk, "Tadi kamu bilang Anna! Siapa dia?" Tanya Jenny.
"Maaf kita sudah makan, bisakah kamu membawa aku ke rumahmu. Soalnya Aku ingin pulang ke negeraku hari ini,"
"Tidak, aku suka kamu Rangga dan ayo kita pacaran. Kamu tidak usah kembali ke negaramu. Aku janji akan mengabulkan apa yang kamu mau Ran!" Wajah Jenny sedikit sedih. "Aku tanya, Anna itu siapa?"
"Pacar aku!" Rangga.
"Ap apa...bba baiklah. Aku kira kamu tidak punya pacar tapi bisakah kita berteman saja dan hari kamu tidak usah pulang,"
"Maaf aku tidak ingin membuat pacarku sedih. Aku janji kita akan bertemu lagi di lain hari, akan kuingat rumahmu kawan,"
Jenny menangis lalu mengenggam tangan Rangga, "Ak aku patah hati banget setelah mendengar kamu berkata kalau kamu punya pacar. Bodohnya aku mudah jatuh cinta kepadamu Ran! Seharusnya aku tidak berpikir begitu. Ini sangat menyiksaku karena 2 hari yang lalu aku ditinggal nikah dengan pacarku,"
"Sabar, maaf yah aku tidak bisa melakukan ini,"
"Tidak apa-apa kok. Baiklah kalau begitu....ayo ke rumahku."
Siang sudah tiba Rangga sudah ada di kamar Jenny. Dan Rangga sudah siap untuk kembali ke asalnya.
"Aku pamit yah," Rangga.
Jenny langsung memeluk Rangga sambil menangis, "kok kamu tega banget tinggal kan aku Ran!"
"Maaf...."
Tok tok tok..... "Jenny!" Ibunya
"Ibuku akan masuk pergilah cepat,"
Rangga langsung menembus dinding kamar Jenny dan kembali ke asalnya.
"Kenapa wajahmu separti habis menangis ada apa? Tanya ibunya Jenny.
"Oh aku hanya mengingat si brengsek itu,"
"Sudahlah lupakan dia. Dia sudah punya istri nggak usah menangis! Berhentilah pacaran oke. Ayo keluar, makan siangnya sudah siap,"
"Ye omma,"
Kuharap aku akan bertemu dengan Rangga di suatu hari nanti dan aku janji akan menjadikan dia pacarku dan juga menunjukkan ke mantanku si brengsek itu sudah 5 tahun pacaran denganya aku...malah ditinggal nikah! apa aku salah jaga jodoh aghs. Batin Jenny lalu keluar dari kamarnya