
"Permisi pak, saya ingin tanya apa disini ada perempuan sedikit terlihat tua namanya Adalah Anna?" Tanya Rangga ke pemilik tokoh itu.
"Anna si brengsek itu kenapa kamu mencarinya hah kenapa? Apa kamu juga ingin mati!" Kata pak tua pemilik tokoh itu ke Rangga begitu sangat marah.
"Kayla bisakah kamu menungguku di luar. Cepatlah,"
"Kenapa? Oh baiklah, aku tunggu kamu di luar yah. Karena ayahku sedang menelfonkubdari tadi." Kata Kayla lalu beranjak keluar dari tokoh buku itu.
"Maksud anda apa pak. Kenapa kamu berkata jelek ke dia hah," Rangga.
"Hahaha dia bukan manusia dan kemarin dia menghabisi darah istriku di gudang apa kamu tahu dia itu vampir ****** dan sinting. Aku membunuhnya karena membunuh istriku aghs,"
Rangga langsung meninju wajah pemilik tokoh buku itu karena marah.
Brak......."Ap apa, kenapa kamu membunuh ibuku hah kenapa?" Rangga.
"Oh jadi kamu anaknya, kalau begitu kamu juga bukan manusia kan?"
"Tidak aku adalah manusia asli. Aku lahir sebelum ibuku jadi vampir. Dimana ibuku hah dimana?"
"Aku sudah membakarnya di hutan bersama istriku semalam. berkat ibumu akhirnya istriku mati dan aku berhasil mengambil semua hartanya hahaha," kata Pak Tua itu ke Ranga lalu tertawa.
"Kamu sangat sadis pak tua sangat args," Kata Rangga marah besar lalu menangis.
"Waktunya 2 menit lagi tokohku akan dibuka! Pergilah sebelum semua orang datang menyerbu buku karya ibumu. Dengar nak buku yang paling laris dan digemari disini adalah karya ibumu. seandainya....ibumu itu bukan manusia, aku akan membunuh istriku lalu menikahi ibumu tapi... ini sudah terlambat."
Rangga meninju wajah pemilik tokoh itu lagi lalu meninggalkanya dan masuk ke mobil Kayla.
Kayla terkejut melihat Rangga habis menangis, "Ran, kok kamu seperti habis menangis ada apa? Apa pemilik tokoh itu memarahi kamu?" Tanya Kayla.
"Kamu tidak usah tahu. Sekarang bawa aku kembali ke hotel itu lagi," Rangga
"Tidak, Rangga biaya yang di bayar Anna untukmu sudah habis dan kamu harus ke rumahku sekarang,"
Rangga mulai diam dan mengabaikan pembicaraan dari Kayla karena rekaman itu.
"Hiks kok kamu diam sih Rangga ayo dong jangan cuekin aku!" Kata Kayla lalu menyentuh tangan Rangga.
"Aghs kamu itu kenapa sih kayla. Kamu tadi bilang mobil ini punya rekaman dan ayahmu tidak suka kalau kamu di dekati sama cowo hiks."
"Aku tidak peduli kata ayahku. Pokoknya aku ingin bawa kamu ke rumahku sekarang," Kata Kayla lalu mulai mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.
"Terserah kamu. Tapi ingat jangan selalu ajak aku bicara dan yang paling penting adalah jangan dekati aku. Kita harus jauhan dalam 2 meter oke titik." Rangga.
"Bahasamu kekinian banget Ran! Kuharap kamu tidak terkejut melihat rumahku. Kata pacarmu kalau kamu itu kampungan banget dan mulai sekarang aku harus sabar menghadapi cowo kampungan dan juga berusaha menjadikan dia cowo teridaman." Batin Kayla lalu tersenyum.
"Kok kamu senyum-senyum sendiri sih. Hey fokus ke depan yah jangan mengkhayal," kata Rangga
"Iya iya."
Beberapa jam kemudian Rangga sudah Ada di depan rumah Kayla.
"Wah pagarnya terbuka sendiri dan juga tertutup sendiri luar biasa." Batin Rangga kagum.
Dog dog dog dog.......suara anjing di dekat melolong di dekat pagar Kayla. Jalur masuk ke rumah Kaylan sepanjang 20 meter dari pagarnya.
Rangga terkejut mendengar suara anjing kayla. "Kok ada anjing mengongong dia itu kenapa?"
"Aku sengaja membelinya kemarin agar kamu tidak mudah kabur. Anjing itu sangat garang dan nakal jyga bisa mengejar manusia." Kata kayla.
Sampailah Rangga di depan rumah Kayla, Rangga terkejut melihat rumahnya begitu sangat mewah bak istana dan juga tamanya asri dan terdapat di sekelilingnya lapangan golf dan pohon cemara.
"Wow rumahmu bagus banget tapi....kok kamu kerja di hotel padahal rumahmu sangat gede?" Tanya Rangga kagum melihat rumah Kayla lalu mengikuti Kayla masuk ke rumahnya.
"Kamu tidak usah tanya aku seperti itu. Aku tidak ingin menceritakan ke kamu tentang aku dan orangtuaku. Ayo masuk!" Kata Kayla lalu membuka pintu rumahnya.
"Wah ruanganya bagus banget yah! Emm tapi....ayah dan ibumu dimana?" Tanya Rangga.
"Aku tidak serumah denganya mereka ada di Jakarta."
"Ap apa....lalu kenapa kamu bisa tinggal disini?"
"Kemana?" Tanya Rangga.
"Hiks aku ingin menunjukkan kamar buat kamu Ran," kata Kayla lalu beranjak ke kamar untuk Rangga.
Rangga mengikuti Kayla sampai ke kamar, tibalah Rangga di kamar itu Rangga terkejut karena warna cat dinding kamarnya dipenuhi warna pink. "Ini kamar aku?" Tanya Rangga.
"Iya, maaf itu....Karena aku suka warna pink jadi semua isi ruangan rumahku semuanya serba pink,"
"Ini memalukan. Tapi Kayla, aku lupa membawa pakaianku kemari!"
"Tenang saja lemari kamar ini isinya sudah punya pakaian khusus buat kamu jadi nggak usah kahwatir,"
"Oh terimah kasih," ucap Rangga sedikit malu. "Apakah disini hanya ada kita?" Tanya Rangga.
"What....tidaklah. aku punya 1 asisten dan juga aku punya 2 satpan.
"Asisten dan satpan itu apa?" Tanya Rangga.
Kayla mulai sabar dan menarik nafasnya, "itu artinya pembanntu. Oke kalau begitu aku keluar dulu yah."
"Iya."
Rangga berbaring di tempat tidurnya lalu memikirkan ibunya juga Anna.
"Hiks semoga ibuku tenang di alam sana maafkan aku ibu. Bodoh, kenapa aku membiarkan ibuku begitu saja maafkan aku ibuuu. Juga Anna kenapa kamu teg01a banget tinggalin aku, padahal kamu sudah janji waktu itu hiks. Anna tunggu aku disana. Aku janji akan bertemu kamu lagi. Kayla Kayla bahkan toilet dan kamar mandimu saja semua warna pink hiks ini memalukan karena pakaian khusus untuk aku juga kebanyakan warna pink aduuuh." Batin Rangga lalu tertidur.
Siang telah tiba Rangga sudah bangun dan ingin minum. Rangga keluar dari kamarnya begitu terlihat bingung karena ruangan rumah Kayla sedikit berliku-liku.
"Aduh....jalan ke dapurnya dimana yah." Batin Rangga kebingunan.
Tiba-tiba asisten Kayla datang dari belakang. "Permisi Tuan. Ada yang bisa saya bantu!" Kata asisten Kayla.
Rangga kaget lalu berbalik ke belakang. "Aduh kamu membuatku terkejut. Maaf jalan ke dapur dimana? Aku haus aku ingin minum?"
"Oh iya, silahkan ikuti aku Tuan Tampan," kata Asistenya.
"Apa dia baru saja memanggilku Tuan Tampan wah aku suka aku suka." Batin Rangga wajahnya jadi bahagia. Kata Rangga sambil mengikuti asisten Kayla ke dapur.
"Tuan ngomong-ngomong dong kalau nona cantik itu....dia baru saja pertama kali mengajak cowo tampan ke rumahnya. Oh iya juga kamu harus tahu kalau dia itu Phobia hewan dan serangga atau dibilang dia takut dengan hewan."
"Oh benarkah? Jadi kalau dia lihat laba-laba atau kecoa aku segera menyingkirkanya?" Tanya Rangga.
"Iya kalau kamu tidak menyingkirkan serangga itu....nuna tiba-tiba sesak nafas lalu pingsan,"
"Aku mengerti. Apayah kamu biasa dipanggil apa sama Kayla?"
"Oh itu....panggil saja Aku Bibi,"
"Oh begitu.....emm Pakaian Bibi juga Pink! Itu terlihat cocok sekali dengam Bibi,"
"Kamu habis memujiku yah. Tentu saja ini karena Nuna suka warna pink hehe,"
Sampailah Rangga di dapur dan juga Rangga sudah minum. Rangga tiba-tiba mencari Kayla karena dari tadi tidak muncul-mucul semenjak pagi dan sekarang sudah waktunya makan siang.
"Bibi kok kayla tidak keluar-keluar dari kamarnya padahal waktunya makan siang!"
"Oh iya tunggu saja dia pasti datang!"
Beberapa menit kemudian kayla datang dengan wajah yang panik karena mengira Rangga kabur dari rumahnya.
"Bibi bibi Rangga dimana?" Tanya Kayla lalu melihat Rangga. "Hiks ternyata kamu ada disni Rangga. Hah aku kira kamu kabur aghs,"
"Mana bisa aku kabur kalau disekitar rumahmu saja di ada anjing padahal aku benci anjing,"
"Baguslah kalau begitu...Ayo kita makan siang."
jangan lupa like, vite, rate dan komen yah....jika ada penulisan kata-kata yang salah tolong di komentar yah...