
Pagi hari yang cerah Rangga mulai bosan dan mengeluh tinggal di kamarnya seharian. Setelah rangga olahraga dan sarapan pagi tiba tiba ibu Rangga ribut di depan kamar anaknya dengan seseorang, Rangga begitu sangat terkejut dan juga dia ketakutan karena tidak tahu apa yang harus dilakukan didalam kamarnya.
"Hah, masih pagi pagi begini ibuku pada ribut tapi dengan siapa yah? Apa jangan-jangan hari ini adalah pemeriksaan isi rumah di seluruh desa. Aduuh aku harus bagaimana nih, Anna belum datang datang juga," batin Rangga begitu sangat ketakutan. "Ingin kabur dari jendela tapi ada ranjau di bawahnya. Astga apa yang harus kulakukan tuhanku tolong aku.
Prok prok prok... suara perkelahian di luar kamar Rangga.
"Apa ibuku brantem. Aduuh bagaimana nih."
Ibu Rangga menyiksa Yoyo si vampir itu karena diperintah oleh dalangnya memeriksa semua isi rumah yang ada di desa ini.
Prok..prok..prok.. ."kenapa kamu tidak membiarkan aku masuk di kamar ini? Jawablah hoargh," Yoyo kembali menyiksa ibu Rangga.
"Didalam kamar ini tidak ada apa-apa sama sekali jadi katakanlah kepada dalangmu bahwa rumah ini tidak ada apa-apa. Kumohon,"
"Bohong kamu aku merasakan ada aroma manusia di kamar ini, hoarghs," Yoyo mengendus ke arah pintu Rangga.
Ibu Rangga berlutut di depan Yoyo karena sangat takut anaknya akan menjadi Vampir. "Jangan masuk, ingat sebagai vampir kamu harus baik seperti dimana hidupmu waktu menjadi manusia. Janganlah menjadi vampir jahat seperti dalangmu. Pura-puralah kepada dalangmu kalau kamu adalah vampir jahat tapinsebenarnya baik. Jadi....kumohon jangan masuk ke kamar ini."
"Yang kamu katakan itu benar kalau aku ini bepura-pura saja menjadi Vampir yang jahat. Maafkan aku karena menyikasmu,"
"Be benarkah!"
"Apa didalam kamar ini adalah anakmu?"
"Ya, apa kamu ingin bertemu denganya?"
"Iya...aku janji tidak melukainya,"
Tok tok tok....
"Hah kayaknya yang masuk bukan ibuku apakah hidupku sudah berakhir tidaaaaak." Kata Rangga begitu ketakutan sambil menselimuti tubuhnya di tempat tidurnya.
"Ibu sudah datang nak,"
Rangga mulai menampakkan wajanya, "ibu apakah kamu baik-baik saja?" Rangga khawatir.
"Ibu baik-baik saja sayang."
Yoyo langsung duduk di samping Rangga begitu raut wajahnya sangat ceria dan senang. "Perkenalkan namaku Yoyo maukah kamu berteman denganku?"
"Kalau begitu ibu keluar dulu ya" kata ibu Rangga lalu beranjak keluar dari kamar anaknya.
"Apakah kamu juga Vampir?" Tanya Rangga kepada Yoyo.
"Ya, jangan takut aku baik kok, mari berteman," kata Yoyo lalu tersenyum bahagia ke Rangga.
"Ini pertama kalinya aku punya teman sepertimu. Aku terima, mari kita berteman dan rajin-rajinlah menemuiku oke,"
"Ya, jika aku punya waktu luang,"
"Apakah kamu juga lahir di desa ini?"
"Tidak aku tinggal diperkotaan. Dulu aku anak pendaki, 2 hari yang lalu aku pertama kali mendaki gunung di sekitar desa ini terus saat aku pulang dari gunung itu aku kehilangan arah pulang dan terjebak di hutan di tengah malam bersama kawanku. Di tengah hutan itu aku dan kawanku begitu sangat ketakutan karena pita pita yang di ikat di pohon sebagai tanda itu tidak ada."
"Terus bagaimana kamu bisa menjadi Vampir?"
"Ak aku...meninggalkan kawan-kawanku sejarak 3 meter karena aku ingin pipis. Setelah aku pipis tiba-tiba ada vampir yang mengigit leherku lalu menghisap darahku disitulah aku menjadi Vampir,"
"Tapi mengapa kawan-kawanmu tidak?"
"Itu karena aku memohon kepada dalang vampir itu, bahwa jangan sakiti para kawan-kawanku dan akhirnya dia mengizinkanku membebaskanya dari hutan,"
"Apa ada alasan lainya?" Tanya Rangga begitu banyak.
"Karena salah satu dari kawan-kawanku itu aku punya pacar namanya sinta, aku bahkan sudah melamarnya dipuncak gunung itu dan juga aku sudah merencanakan pernikahanku dengan dia minggu depan jadi..... aku menitipkan dia ke sahabtaku Arga. Wajah Yoyo begitu sedih mengingat momen momen bahagianya bersama sinta pacarnya.
"Jangan sedih kawan. Kuharap kamu bertemu dia kembali,"
"Ya aku juga berharap begitu. Ohiya maaf aku tidak punya waktu lama untuk bersamamu karena dalang Vampir itu mencariku nanti. Maafyah aku pergi dan sampai jumpa di lain hari daah,"
"Kamu juga," kata Yoyo lalu beranjak pergi dari rumah Rangga.
Beberapa menit kemudian Anna si peri itu datang melalui jendelan kamar Rangga lalu berubah menjadi besar dan langsung memeluk Rangga.
"Apa kamu baik-baik saja pria tampan kalau ini adalah hari dimana dilakukan pemeriksaan rumah satu persatu di desa ini."
"Ngapain peluk peluk aku, lepasih hah,"
"Aghs. Apa jangan-jangan kamu bukan lagi manusia?"
"Omong kosong kamu ngeles aja kata kata sembarangan bilang, aku ini manusia kok," kata Rangga wajahnya begitu sangat bahagia.
"Kok kamu terlihat bahagian banget sih Rang, apa jangan-jangan kamu bahagia karena habis dipeluk aku kan,"
"Eh eh eh...**** kamu tuh,"
"Terus kamu kenapa wajahmu sebahagia begitu sih," Anna ngambek dan cemburu. "Apakah kamu barusan pacaran dengan Vampir gila?"
"Ditambah lagi omong kosongnya aghs, aku punya teman baru lah,"
"Serius siapa? Apa dia tampan? Apakah dia sangat ganteng? Apa badanya seksi dan tinggi?"
"Nggak...dia pendek seperti kurcaci,"
"Seriuslaaaah, ayodong bicara yang jujur, awas kalo bohong yah aku akan menyihirmu menjadi benda atau batu,"
"Kupikir akulah yang lebih tampan dan tubuhku lebih seksi daripada dia dan juga tingginya pas dengan tinggiku,"
Anna jadi kagum, "benarkah aghs semoga dia menerima cintaku dengan tulus,"
"Yang benar saja kamu...jangan rayu dia jika ada disini. Dia itu sudah punya pacar, sudah tunangan, dan jangan berani dekati dia," Rangga cemburu ke Anna.
"Kamu sepertinya cemburu yah... apa kamu diam-diam menyukaiku?"
"Hiks...bagaimana bisa aku menyukaimu haha,"
"Udahlah, jangan bohong deh. Tidak lama lagi aku kesini bersama dengan burung kakatua ku. Dia itu jago meramal,"
"Hahahaha....aku nggak percaya deh. Udahlah aku ingin membaca buku."
"Buku lagi buku lagi, isinya semua mengajarmu tentang apaitu cinta, bagaimana rasanya cinta, terus kamu sama sekali tidak menyukaiku aghs padahal aku si peri hutan yang sangat cantik." Kata Anna lalu membelakangi Rangga begitu raut wajanya sangat kecewa.
"I Love You..."
Anna terkejut lalu berbalik, "apa apaitu tadi barusan kamu bilang. I Love You hah apa kamu mencintaiku?"
"Apaan sih kamu, aku membaca kata itu dibuku."
"Aghs aku kira kamu dah serius deh,"
Rangga memalingkan wajahnya dari Anna lalu tersenyum, "haha Anna Anna," Batin Rangga.
Anna mendekati Rangga lalu mengambi buku yang dipegan Rangga lalu mencari kata I Love You pada buku itu ternyata Tidak ada.
"Kata I Love You pada buku ini tidak ada yah. Naaaa kamu bohong lagi yah? Jujur saja kalau kamu menyukaiku,"
"Di dalam buku ini ada kata aku mencintaimu chef jadi aku mengartikanya pakai bahasa inggris I Love You," kata Rangga tidak sadar menatap wajah Anna.
Anna mencium pipi Rangga begitu lembut, "jujur saja tatapanmu membuatku jatuh cinta dan aku menyukaimu,c kata Anna lalu menyentuh dada Rangga dengan tanganya. "Bahkan detak jantungmu begitu kencang. Apa kamu menyukaiku pria tampan?"
"Ti ttidak," kata Rangga lalu kembali membaca bukunya dan wajahnya sedikit merah dan malu.
"Baiklah kalau begitu aku pergi. Sampai jumpa daah.... mmm bukumu terbalik pria tampan." kata Anna berubah menjadi kecil lalu keluar dan terbang melalu jendela Rangga.
"Aghs aduuh buku ku kebalik apa mataku barusaja juga terbalik," kata Rangga lalu membaca lagi. "Hah hatiku jantung ku ada apa denga mu!"
Jangan lupa vote, boom like, rate dan komenya yah🙏