
Ke esokan harinya jam menunjukkan jam 05:00 AM, Kayla sudah bangun dan beranjak pergi ke kamar Rangga untuk membangunkanya dengan penampilanya memakai mukenah putih.
Tok tok tok.....
"Rangga Ran! Bangunlah." Teriak Kayla sambil mengetuk pintu kamar Rangga.
Rangga akhirnya terbangun dan membuka pintu kamarnya untuk Kayla. Rangga kaget dan ketakutan melihat Kayla karena memakai mukenah. "Ha hantuuu!" Teriak Rangga lalu menutupi Kayla.
"Apa jangan-jangan rumah Kayla ini berhantu yah!" Batin Rangga ketakutan lalu di selimuti keringat dingin.
Tok tok tok......
"Rangga....kok kamu tutupin aku sih! Ran, buka pintunya ini aku Kayla." Teriak Kayla.
"Benarkah?" Rangga.
"Iya ini aku, cepat buka pintunya?"
"Baik," Kata Rangga lalu membuka pintu kamarnya. "Maaf ak aku....khilaf kayaknya deh. Maaf yah. Kok pakaian kamu seperti itu?"
"Oh itu aku.....Habis mendirikan sholat." Kata Kayla.
"Sholat? Apaitu?" Tanya Rangga.
"Emangnya kamu nggak punya agama, Ran?" Kayla.
"Oh tidak." Kata Rangga lalu menggaruk kepalanya karena bingung.
"Baik kalau begitu aku ajarin kamu sholat. Mau?"
"Iya iya aku mau!"
"Oke kalau begitu, kamu ambil wudhu dulu."
"Baik,"
Setelah Kayla mengajar Rangga cara berwudhu. Kayla menyuruh Rangga memakai peci dan baju koko.
"Oh my god! Kamuuu tambah tampan. Sudah sudah sudah.......Kayla sadarlah aghs, aku takut membuat pacar Rangga tambah kecewa," Batin Kayla kagum melihat penampilan Rangga.. "Oke emm apa yah.....oh aku tahu! Kamu kan sudah pintar membaca jadi.....aku lebih baik memberi kamu buku tentang 'Islam&sholat'."
"Oh iya aku pikir belajar membuatku bisa mengerti dengan cepat." Rangga.
"Oke kalau begitu aku kembali ke kamarku dulu yah. Aku mau mengambil sesuatu buat kamu." Kata kayla lalu beranjak pergi ke kamarnya dengan terburu-buru.
"Apa yah! Aku pikir agama itu adalah kewajiban tapi aku tidak tahu apa agamaku. Huh setelah aku mengambil wudhu badanku jadi segar dan juga wajahku kelihatan bersinar." Batin Rangga sambil bercermin. "Aku rindu kamu Anna kembalilah padaku."
Beberapa menit kemudian Kayla akhirnya datang membawa beberapa buku untuk Rangga.
Tok tok tok.....
"Oke nih buku buat kamu. Dan juga aku beri kamu headphone. Maaf yah aku tidak bisa ngajarin kamu soalnya aku ini orang sibuk, jadi kamu belajar sendiri aja yah. Aku akan doakan kamu semoga kamu banyak tahu tentang Islam." Kata Kayla.
"Terima kasih. Jadi agama aku adalah Islam?" Tanya Rangga
"Iya! Oke kalau begitu....aku keluar dulu karena aku akan cepat-cepat berangkat ke tempat kerja aku, di perhotelan."
"Iya iya, Kayla semangat yah." Ucap Rangga lalu tersenyum bahagia.
"Iya, jangan keluar-keluar, terus jika kamu melihat orang selain bibi dan satpan aku di luar jangan sapa dia yah. Saat aku berkata Assalamu Alaikum maka jawablah Walaikum Salam. Paham?" Tanya Kayla lalu beranjak keluar dari kamar Rangga. "Assalamu Alaikum...."
"Walaikum Salam. Semangat Anna eh maksudnya Kayla,"
"Hiks aku kecoplosan nih," Batin Rangga lalu membuka buku yang diberikan dari Kayla tadi. "Disini ada tulisan arabnya dan juga latinya. Aku pasti bisa semangat Rangga."
"Dia masih meningat Anna, padahal aku juga suka dia." Anna.
Rangga mulai belajar dari pagi sampai siang. Dia begitu semangat dan fokus membaca buku yan diberikan dari Kayla.
"Huah aku jadi ngantuk. Hiks padahal belajar tentang Islam sangatlah menyenangkan tapi aku tidak ingin melupakan hobi pilihan ibuku. Akhirnya aku bisa memahami ini semua berkat Kayla juga Anna." Batin Rangga lalu tertidur di kursinya.
Sore telah tiba Rangga belum bangun dan tiba-tiba rumah Kayla kedatangan tamu yaitu adalah ayahnya. Nama ayahnya adalah Tuan Han. Sifat Tuan Han itu sedikit baik dan kebanyakan marah di depan anaknya dan juga Tuan Han tidak suka anaknya di dekati dengan laki-laki lain karena anaknya pernah Depresi hampir bunuh diri karena ditinggal nikah dengan pacarnya.
"Walaikum Salam. Selamat pagi Tuan Han. Oh Kayla sudah pergi Tuan!" Ucap Asisten Kayla lalu menundukkan kepalanya karena sangat gugup.
"Benarkah, kenapa wajahmu terlihat gugup ada apa?" Tanya Tuan Han lalu duduk di Sofa putrinya.
"Oh. Tidak ada apa-apa kok Tuan."
"Mm. Hiks kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa sampaikan ke Kayla bahwa besok aku akan ke korea untuk melakukan shotting."
Tiba-tiba Rangga bersin di kamarnya. Tuan Han terkejut mendengar suara bersin Rangga dan langsung ingin pergi mencari Rangga.
"Aduh gawat nih." Batin asisten Kayla ketakutan.
"Apa itu kenapa ada suara bersin laki-laki?" Tanya Tuan Han.
"Oh itu si satpan lagi habis bersin Tuan."
"Masa, si satpan bersin di dalam rumah ini. Aku lihat tadi di taman sedang menyiram bunga. Apa jangan-jangan di sini ada cowo yah?"
"Tidak tuan aku jujur."
"Wajahmu terlihat bohong. Jika kamu tidak jujur aku akan keluarkan kamu dari rumah ini."
"Jangan tuan. Baiklah perkataan Tuan benar bahwa disini ada Cowo."
Tuan Han terkejut. "Dimana dia hah."
"Di dia ada di kamar Tuan sedang tidur."
Tiba-tiba Kayla datang dan terkejut melihat Ayahnya begitu wajahnya terlihat marah.
"Ay ayah. Ayah kenapa ada disini?" Tanya Kayla gugup.
"Berani-beraninya kamu membawa laki-laki ke rumahmu hah. Apa kamu cari mati lagi aghs, apa kamu ingin depresi lagi." Kata Tuan Han ke putrinya begitu sangat marah lalu beranjak menemui Rangga.
Kayla menahan dan menghalangi jalan ayahnya. "Jangan ayah kumohon jangan. Aku akan jelaskan ke ayah apa telah terjadi sebenarnya. Kumohon jangan sakiti dia ayah."
Tuan Han mendorong Kayla sampai terjatuh. "Akan kubunuh si brengsek itu."
"Aduh ayah.....kok ayah jahat banget sama aku." Teriak Kayla lalu menangis.
Tuan Han memutuskan menemui Rangga karena Kayla terjatuh. "Maafkan ayah nak Kayla."
"Kupikir aku tidak bisa berdiri, ayah angkat aku ke sofa,'
"Baik!"
Tuan Han mengangkat Kayla dan kemudian tiba-tiba tas putrinya terjatuh.
"Aduh alat make up mu jadi hancur karena tasmu jatuh. Tenang biar ayah yang ganti ini semua," Kata Ayahnya sambil memungut make up Kayla dan tiba-tiba ayahnya mendapat alat tes kehamilan.
"Aduuuh gawat nih, aku harus bagaimana. Aku ketahuan. Aduuuh Tuhaaan tolonglah aku!" Batin Kayla ketakutan.
"Dua garis biru! Kayla ap apa kamu hamil?" Tanya Tuan Han terkejut.
"Ti tidak ayah. Tidak kok aku tidak hamil."
"Siapa yang hamillin kamu? Siapa? Apa laki-laki itu?"
"Bukan ayah, bukan dia."
"Dasar laki-laki tak berguna." Kata Tuan Han. "Kayla jujurlah apa kamu hamil? Dan siapa yang hamilin kamu?"
Kayla langsung jujur ke ayahnya. "Iya benar ayah, kayla hamil. Tapi bukan laki-laki itu yang hamilin kayla." Kata Kayla sambil menangis.
"Lalu siapa laki-laki itu?".
Tiba-tiba Rangga datang dan terkejut melihat Kayla menangis. Rangga langsung mendekati Kayla. "Kayla kamu kenapa. Apa dia ayahmu?" Tanya Rangga.
Bersambung...jangan lupa like vote rate komentarnya yah....