
Rangga sudah keluar dari lemarinya dan terkejut melihat tuan Kaka yang sedang membereskan Kamar Rangga.
"Hah akhirnya kamar si tampan sudah bersih," Batin Tuan Kaka lalu berbalik ke belakang dan terkejut melihat Rangga. "Rangga hah kamu dari mana aja sih? Lihat kamar kamu sudah bersih,"
"Tanggal, bulan, dan tahun hari ini berapa?" Tanya Rangga.
"Tanggal 24 Bulan 10 Tahun 2020! Pagi,"
Rangga tiba-tiba melihat kue di mejanya, "Kenapa ada kue di mejaku?"
"Oh itu Anna sedang membawanya untukmu 6 hari yang lalu tapi kamu tidak ada jadi...... Anna cuma menaruhnya dimejamu lalu dia pergi begitu saja. Em wajahnya begitu muram sekali kupikir dia sedih karena kamu tidak ada," Kata Tuan Kaka.
"Benarkah. Lalu dimana Anna sekarang?"
"Maaf, aku juga tidak tahu dia dimana!"
"Kupikir Anna marah padaku....Em apa kamu tahu dimana dia selalu berada?"
"Kupikir dia sedang ada di puncak gunung nak,"
Rangga berlari keluar dari rumahnya lalu naik ke puncak gunung di pagi hari. Sore telah tiba Rangga sudah tiba di puncak gunung dan berhasil menemukan Anna yang sedang duduk sendirian. Rangga langsung mendekati Anna dan duduk di sampingnya.
"Ma maafkan aku An.....it itu aku......"
"Kamu nggak usah gugup menceritakannya. Ceritalah apa yang kamu ingin ceritakan ke aku. Aku sudah muak kok," kata Anna tidak bisa menahan air matanya. "Aroma di bajumu wangi banget kupikir kamu habis dari negara lain melalui lemari ajaibmu dan bertemu dengan wanita cantik benar kan? Jujur saja deh nggak usah bohong,"
"Ya benar tapi ak aku jujur...."
"Apa dia menyukaimu?" Anna.
"Ya tapi aku bilang kalau aku punya pacar."
Anna menangis tersedu-tersedu disamping Rangga sambil memarahinya "Seharusnya aku lebih baik meninggalkan kamu Ran! Dan memutuskan untuk pergi ke negaraku dimana aku tinggal. Ahs hatiku begitu sakit karena begitu aku selalu diperintah oleh ibumu untuk membohongimu selama ini,"
Rangga memeluk Anna, "Menagislah, dan aku minta maaf karena meninggalkan kamu,"
Anna tidak sengaja menyentuh HP Jenny di Kantong Hoodie rangga lalu mengambilnya, "Ini apa? Dari mana kamu mendapatkan HP? Apa kamu mencuri milik orang?"
"Tidak, kamu salah paham. Jenny yang memberikan ke aku!"
"Apa kamu ingin menelfon Jenny? Apa kamu menyukai Jenny?"
"Tidak tidak," kata Rangga mengambil HP itu lalu melemparnya ke jurang.
"Ops! Kenapa kamu melempar HP itu?"
"Karena aku tidak tahu memakai HP itu jadi lebih baik aku melemparnya,"
Anna kembali tersenyum lalu tertawa, "Hahaha haruskah aku mengajari kamu hidup sebagai pria tampan yang bersifat moderen?"
"Tentu saja aku ingin!"
"Oke, aku akan mengajarimu tapi....aku ingin tahu apa tujuan kamu ingin hidup seperti itu,"
"Itu tidak usah ada alasan tapi harapan....Aku ingin kita hidup bahagia dan mari bebas keluar dari desa ini!"
"Apa? Kenapa kamu tiba-tiba berpikir begitu padahal bebas dari desa ini belum bisa dan masih sulit," Anna.
"Kenapa? Apa lagi sulitnya?"
"Batas desa ini apa kamu masih ingat Tuan Jungyo dan Yoyo si pembohong itu?"
"Iya juga sih! Aduh misiku gagal lagi. Ayo pikir-pikir bagaimana kita bisa kabur dari desa ini,"
"Aku punya 2 cara tapi cara itu belum tentu kita tahu apakah kita bisa bebas atau tidak!"
"Emangnya cara yang kamu punya itu seperti apa?" Rangga.
"Hanya ada 2 sih, yang pertama kita harus tahu apa kekurangan vampir itu, yang kedua kita harus membunuh vampir itu sebelum vampir itu membunuh ayahmu,"
"Terserah kamu Ran! Haruskah kita melakukan cara pertamaku yaitu apa kelemahan vampir,"
"Tentu saja demi aku dan kamu bebas dari desa ini,"
"Baiklah mari kita lakukan mulai sekarang,"
Rangga terkejut, "apa...... sekarang? Bisakah kita dulu pulang kerumah untuk mendiskusikan ini,"
"Oh iya Zimzalabiiiiim oh akhirnya sayapmu muncul lagi," kata Anna ke Rangga.
Rangga menengok ke belakang, "wow sayapku muncul lagi! Terbaaaang,"
Beberapa menit kemudian Rangga dan Anna sudah sampai dirumah.
"Bagaimana! Kira-kira caranya yah Ran? Kurasa, kita butuh darah tapi.....darah itu kita harus menurunkan semacam sesuatu agar dalang vampir itu keracunan," Anna.
"Katamu benar tapi.....apayah sesuatu itu?"
Tiba-tiba Tuan Kaka datang, "Aku tahu! Cara membunuh vampir itu,"
"Bagaimana Tuan?" Tanya Anna.
"Bagaimana kalau kita pergi ke negara lain melalui lemari ajaib itu, Mari kita sama-sama berhalusinasi pergi ke negara dimana orang itu mengetahui apa kelemahan vampir itu. Oke!"
Siap!
Setelah mereka berhalusinasi akhirnya mereka bertiga berhasil dan tidak sabar untuk pergi masuk lemari ajaib milik Rangga.
"Bagaimana dengan kalian, katakan dahulu negaranya sempat itu tidak sama?" Tanya Rangga.
"Aku sih, tiba-tiba ne negara Romania. Bagaimana dengan Tuan kaka?" Anna.
"Sama ak aku juga negara Romania," Tuan Kaka terlihat gugup karena berpikir takut akan bertemu dengan penyihir hitam itu yang telah menyihirnya menjadi burung kakatua.
"Halusinasi kita sama. Baiklah kalau begitu mari kita pergi.
Akhirnya mereka sudah berada di Romania setelah melalui lemari ajaib itu. Mereka bertiga ketakutan karena kembali ke tahun 1456 adalah dimana pangeran Valaccia atau di kenal dengan nama Vald Dracula atau Vlad The Impaler. Ia amat di takuti oleh orang Valaccia karena kegemaranya adalah menyiksa musuhnya.
Mereka bertiga sangat takut dan juga gugup karena melihat Vald Dracula sedang membunuh manusia lalu darah manusia diminum olehnya. Vald Dracula langsung mendekati Anna dan mengelilinya.
"Ada apa kalian jauh-jauh kesini? Kenapa pakaian kalian amat berbeda dengan kami! Apa kalian cari mati?" Kata Vald dracula itu kepada Rangga, Anna, dan Tuan Kaka.
"Aku ingin tahu asal mula mulamu manjadi vampir," kata Tuan Kaka sedikit gugup dan tanganya bergetaran karena takut melihat jutaan tulang manusia yang sedang terlantar di sekelilingnya.
"Hoooooargh.....kenapa kamu ingin mengetahuinya? Beritatahu aku dahulu hal itu kenapa?"
"Karena aku punya musuh dan musuhku itu tiada matinya karena dia juga Vampir yang lebih garang darimu," kata Tuan Kaka ke Vand Dracula.
"Apa garang hahaha......kamu barusan berani berkata padaku kalau aku juga garang. Hoooooarghs, Lihatalah di belakangku mereka adalah para Vampir yang sedang kehausan darah apa kamu ingin menaruh tubuhmu disana hah!" Kata Vand Dracula Itu akan marah. "Jujurlah! Kalian ini dari manusia dari mana? Kupikir kalian itu muncul dari benda-benda ajaib kan!"
"Benar!" Rangga memberanikan dirinya untuk berbicara dengan Vand Dracula "Apa yang kamu inginkan sebelum memberitahu kami kalau kalau kelemahan lain dari Vampir itu apa?"
"Hahahaha kupikir kalian adalah manusia moderen kenapa repot-repot kembali ke masa lalu untuk bertanya kepadaku." Kata Vand tertawa.
"Karena kami tinggal di dekat hutan yang lebat jadi.....kami belum banyak mengetahui tentang vampir." Rangga.
"Anak buahku bawa mereka ke kandang bawah tanah dan jangan melukainya."
"Kupikir Vand Dracula itu baik cuma dia garang saat dia kehausan darah jadi kita harus berhati-hati!" Kata Anna ke Rangga.
"Aku juga berpikir begitu,"
"Kurasa katamu belum benar nak jadi teruslah berdo'a semoga kita semua selamat!" Kata Tuan Kaka.
Jangan lupa Like Vote Rate dan Komentarnya yah🙏😊