
"Ayo kita sihir Rangga menjadi kecil agar kita bisa membawanya terbang!!!" Kata Ayah Anna.
"Baik ayah!"
Beberapa jam kemudian Rangga, Anna, Jinny, dan ayahnya sudah ada di rumah yang letaknya ada di hutan pulau Jeju setelah itu Rangga sudah disihir kembali menjadi semula. Rangga sudah terbaring lemas tidak sadar di kamar tamu rumah Anna yang begitu sangat luar biasa.
"Ayah haruskah aku membawanya ke rumah sakit?" Tanya Anna.
"Tidak usah, Kita panggil Haruto saja. Haruto juga pintar seperti dokter." Kata Ayahnya.
Anna menolak Haruto datang untuk mengobati Rangga, "Aku tidak mau ayah." Kata Anna lalu menundukkan kepalanya dan juga wajahnya terlihat gugup.
"Mengapa? Itu harus Anna. Tidak ada watu lagi membiarkan Rangga seperti itu. Lihat kalau peluru itu bisa saja mematikan, jadi.... peluru di dalam perut Rangga harus dikeluarkan." Kata Jenny.
"Baiklah. Jinny, panggil saja dia!" Perintah Anna menyuruh Jinny memanggil Haruto si Peri air yang tinggal di tepi Pulau Jeju.
Beberapa menit kemudian Jinny dan Haruto sudah sampai. Haruto terkejut melihat Rangga.
"Rangga! Anna dia kenapa?" Tanya Haruto.
"Kok kamu kenal dia! Apa kamu pernah bertemu dia sebelumnya?" Tanya Anna. "Rangga habis di tembak oleh seseorang. Terus aku ingin kamu keluarin peluru itu dari perut Rangga."
"Kalau begitu kalian semua keluar. Aku tidak ingin kalian melihatnya." Kata Haruto.
"Baiklah, Awas kalau kamu macam-macam dengan dia." Kata Anna lalu membisik Haruto. "Dia itu milikku jadi tolonglah dia!"
"Hiks, keluar!"
"Tunggu, Apa hah Aku terkejut mendengar Anna baru saja mencintai dia. hah aku penasaran bagaimana jadinya manusia mencintai Peri Hutan padahal Anna itu..." Batin Haruto sambil memeriksa luka Rangga.
"Astaga itu....parah!!"
"Tunggu! Kira-kira berapa jam kamu mengeluarkan peluru dari perut Rangga?" Tanya Jinny.
"Kupikir memakan waktu 5 jam."
"Oh iya. Haruto hwaiting!" Ucap Jinny ke Haruto lalu tersenyum lebar.
"Jinny sepertinya masih jatuh cinta denganku! padahal aku suka Anna tapi Anna begitu tidak peka dan juga masih menganggap aku sahabat." Batin Haruto lalu menggelengkan kepalanya.
"Kurasa ini susah dan aku pikir pelurunya semakin dalam!"
"Aghs aku khawatir banget tapi....kok Haruto bisa tahu Rangga! Ada apa yah dengan mereka." Batin Anna merasa penasaran.
Anna, Jinny dan Ayahnya sudah keluar dan menunggu Rangga sedang diobati oleh Haruto.
"Omo....Rangga kok kamu bisa seperti ini!" Kata Haruto panik melihat Rangga.
Beberapa menit kemudian tangan Haruto bergetar karena takut mengambil peluru itu di perut Rangga.
"Kupikir ini susah karena pelurunya berada di bagian yang paling sulit untuk di hilangkan Apa yang harus kulakukan. Haruskah aku membawa dia ke Pulau Udo, dimana kakekku tinggal dan dia juga adalah ahli yang paling pandai falam mengobati semua macam-macam luka." Batin Haruto terlihat gugu dan pusing.
Pulau Udo adalah sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Jeju Utara, Provinsi Jeju. Wilayah Udo merupakan tempat wisata memancing, bersepeda dan hiking yang terkenal di Korea Selatan.
"Anna kemarilah!" Teriak Haruto dan akhirnya Anna masuk dengan wajah yang dipenuh khawatir.
"Iya ada apa? Apa itu sulit untuk mengobati luka Rangga di perutnya?" Tanya Anna.
"Iya kurasa begitu. Aku....ingin Rangga harus pergi ke pulau Udo dimana kakekku tinggal disana! Jadi.....izinkanlah aku membawanya."
"Jika kita naik perahu ayahku! Kurasa itu memakan waktu hanya 30 menit saja jika memakai perahu milikku." Kata Haruto.
"Kita terbang saja menuju kesana!" Kata Anna.
"Tidak An! Kenapa karena tempat tinggal kita mulai hari ini sudah menjadi tempat wisata!" Haruto.
Jinny terkejut karena mendengar suara Haruto dari dalam, "Apa benarkah...ini berita bahagia," Kata Jinny lalu mendekati Rangga. "Yes akhirnya kita...."
"Jangan banyak halu dan mimpi deh." Kata Anna lalu memukul kepala Jinny dengan lembut. "Baiklah, Haruto mari kita membawa Rangga ke Pulau Udo dimana kakekmu tinggal!"
sepuluh menit kemudian mereka bertiga sudah berlayar menuju ke pulau udo dan tiba-tiba hujan datang begitu deras diiringi angin dan ombak yang hebat. Perahu milik Haruto begitu sudah lama dan sudah tidak kuat lagi untuk berlayar jauh.
"Aduh bagaimana nih. Hujan turun lagi juga ombaknya hampir tinggi! Kulihat perahu kamu sudah usang Haruto aduuh. Apakah kita akan selamat?" Anna ketakutan sambil mengenggam tamgan Rangga dengan erat.
"Jangan terlalu khawatir. Aghs perahuku bocor dan airnya masuk. Gawat! Anna bantu aku membuang air itu cepat!!!"
Tiba-tiba ombak besar datang dan membuat perahu Haruto hampir terlempar.
"Awaaaas ombak besarnya datang. Anna mari kita saling berpegangan dan genggamlah dengan erat tangan Rangga." Kata Haruto.
"Baiklah. Semoga kita selamat."
.......
"Appa hujan semakin deras....Aku sangat khawatir dengan Kakak dan Haruto, Hiks ini semua karena Rangga hah. Apalagi Anna itu.....tidak tahu berenang appa aduh." Kata Jinny khawatir.
"Tenang saja...aduh bagaimana ini. Haruskah aku menemui mereka?" Tanya Ayah Anna ke Jinny.
"Tidak ayah....lihat Ayah belum kurus-kurus juga ayah masih gemuk. Jinny takut ayah jatuh ke air!!!"
.........
Ombak semakin besar dan juga hujan semakin deras di iringi angin, Haruto sudah melakukan berbagai cara agar perahunya tidak bocor lagi tapi tetap saja airnya hampir penuh ke perahu itu. Tibalah ombak besar terakhir datang menyelimuti mereka dengan perahunya dan Anna tidak sengaja melepas tangan Rangga lalu tiba-tiba Rangga terlempar karena ombak besar itu.
"Rangga..." Teriak Anna begitu tegas dan keras. "Rangga....Haruto tolonglah Rangga kumohon tolonglah dia...." Kata Anna ke Haruto sambil menanangis histeris.
"Aku peri Air tapi aku masih takut menghadapi ini karena ombaknya terlalu kuat." Kata Haruto ketakutan sambil membuang air itu dari perahunya.
"Aku tidak bisa berenang. Apa yang harus kita lakukan."
Haruto dan Anna tidak sadar Perahunya berbalik ke arah Pulau Jeju. Beberapa jam kemudian hujan sudah berhenti juga ombak di pulau itu. Haruto dan Anna akhirnya sadar kalau Perahunya berbalik ke Pulau Jeju dimana mereka tinggal.
"Apaan ini An! Perahunya berbalik ke arah dimana kita tinggal." Kata Haruto kaget melihat Rumahnya yang terletak di pinggir Pulau Jeju.
"Rangga hilang ditelan ombak. Apayang harus kulakukan!" Kata Anna sambil menangis.
"Aku bodoh seharusnya aku menyelamatkan Rangga." Kata Haruto menyesal.
"Tadi waktu itu....kenapa kamu terkejut melihat Rangga saat dirumah aku?" Tanya Anna.
"Apa kamu benar-benar tidak tahu An!" Haruto.
"Memangnya ada apa dengan Rangga?"
"Apakah Rangga itu...." Batin Haruto tiba-tiba kaget.