
Beberapa jam kemudian Anna dan Rangga sudah sampai di rumah Tuan Wong.
"Kakek aku datang!" Ucap Anna ke Tuan Wong.
"Kalian dari mana aja?" Tanya Tuan Wong.
"Oh, aku dan Anna baru saja habis menikmati gunung-gunung yang ada di dekat pulau ini." Jawab Rangga jujur.
Tuan Wong terkejut. "Apa... apa kalian tidak merasakan sesuatu yang janggal di atas sana?" Tanya Tuan Wong lagi.
"Memangya ada apa Kakek?" Anna.
"Astaga...pokonya minggu ini ada seorang gadis wisata yang meninggal dipuncak gunung dan tubuhnya begitu sangat mengenaskan."
Anna dan Rangga langsung panik. "Apa...," Teriak Anna dan Rangga serentak.
"Apakah tubuhnya parah?" Tanya Rangga ke Tuan Wong.
"Tentu saja. Kudengar kata polisi dia habis ditikam di bagian dada gadis itu." Jawab Tuan Wong terlihat tegang. "Aku senang akhirnya kalian selamat huh."
"Ini bisa tebak! Pasti pembunuhan yah?" Anna.
"Benar, ada saksi juga yang melihatnya kalau yang membunuhnya itu adalah pacarnya. Kata saksi bahwa wajah pria itu bisa ditebak karena memiliki tato di bagian leher dan juga di bagian penggelangan tanganya." Kata Tuan Wong.
"Tunggu! Rangga, kurasa kita pernah melihat laki-laki itu? Tapi dimana yah. Ohiya aku ingat. Dimana mereka sedang membicaranku bahwa aku tidak waras, saat itu....aku sedang mengajakmu bicara Ran!" Kata Anna ke Rangga.
"Aku juga mengingatnya. Aku juga...masih mengingat gambar tato yang ada di lehernya. Itu seperti gambar kerangka kepala manusia." Kata Rangga ke Anna.
"Benarkah! Kakek apakah pelakunya sudah tertangkap?" Tanya Anna ke Tuan Wong.
"Iya. Aku baru saja selesai menonton berita waktu sore. Para polisi itu menangkapnya sedang minum di itaewon bersama kawan-kawanya."
"Wow baguslah. Tapi apayah, kenapa dia membunuh pacaranya?" Rangga.
"Entahlah! Polisi belum mewawancarainya. Mungkin besok beritanya sudah keluar. Berita itu membuatku penasaran saja."
Malam telah usai. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Tuan Wong hanya 3 kali padahal jam sudah menunjukkan pukul 11:00 PM. Tuan Wong membangunkan Anna dan Rangga lalu bersama-sama membuka pintu itu.
Tok tok tok......
"Kek siapa sih malam-malam begini datang memgetuk pintu rumah kakek?" Tanya Anna sedikit ketakutan.
"Aduuuh. Aku ini hantu tapi aku benar takut sekali melihat hantu berwajah seram." Kata Rangga ketakutan dan tidak sengaja menggenggam tangan Tuan Wong. "Anna biarkan aku menggenggam tanganmu kali ini....aku benar-benar takut." Kata Rangga ke Anna.
"Kamu salah gemggam tangan Ran! Lihat kamu menggemggam tangan Tuan Wong." Kata Anna sambil menahan tawanya.
"Maaf Tuan. Aku salah orang." Ucap Rangga tersipu malu.
"Hush. Diam saja, mari kita membuka pintu itu sama-sama." Kata Tuan Wong.
Satu dua tiga......," Kata mereka serentak lalu mebuka pintu itu ternyata dia adalah hantu gadis itu yang habis dibunuh oleh pacarnya di puncak gunung.
"Aku ingin minta bantuan sama kalian." Kata hantu perempuan itu. Namanya adalah Yunji. "Perkenalkan namaku Yunji. Aku adalah pacar Pria bertato itu."
Tuan Wong menyuruh Yunji duduk di sofanya lalu mendegarkan cerita kenapa Yunji dibunuh Oleh pacarnya.
"Aku dibunuh pacarku karena aku pernah bertunangan dengan pria lain. Aku dan pria itu dijodohkan oleh orang tuaku dan besok adalah hari pernihakanku dengan pria itu tapi aku senang bahwa sudah mati. Aku yang salah karena mengajak pacarku liburan dengan tujuan aku ingin memberitahunya bahwa aku ingin putus karena aku sudah tunangan dengan pria pilihan orangtuaku." Kata Yunji sambil menangis.
"Aku barusan dengar hantu berkata senang bahwa dirinya mati demi batal menikahi pria pilihan orangtuanya huh!" Batin Anna.
"Bisakah kalian menolongku kali ini saja." Ucap Yunji lalu berlutut didepan Anna.
"Kamu mau minta tolong apa?" Tanya Rangga ke Yunji.
"Aku ingin menyampaikan kata hatiku untuk pacarku. Anna bolehkah aku meminjam tubuhmu besok untuk bisa bertemu pacarku." Ucap Yunji meminta tolong ke Anna.
Anna menarik nafasnya lalu memutuskanya. "Baiklah kali ini saja kan?"
"Iya. Setelah itu...aku akan pergi selama-lamanya." Yunji.
Ke esokan harinya matahari mulai terik. Anna sudah siap untuk dirasuki tubuhnya oleh Yunji. Mereka sudah berada di depan kantor polisi termasuk Rangga.
Anna menarik nafasnya dalam-dalam. "Masuklah ketubuhku sekarang."
Yunji sudah masuk ke tubuh Anna kemudian Rangga begitu heran karena ekspresi wajah Anna begitu sangat berbeda dengan biasanya. Ekspresi wajah Anna begitu muram setelah dirasuki oleh Yunji.
"Ayo masuk." Kata Yunji ke Rangga.
Tibalah mereka di dalam, Yunji langsung menyampaikan kata-katanya untuk pacarnya yang barhati dingin terhadap perempuan lain keculi Yunji. Nama pacar Yunji adalah Jaehan.
"Jaehan ini aku Yunji, pacar kamu!" Kata Yunji ke pacarnya Jaehan.
Jaehan terkejut. "Apa apaan kamu. Kok kamu makin gila aja. Kamu lagi yang pernah aku lihat waktu itu di pinggir pulau sedang berbicara sendirian." Ujar Jaehan wajahnya begitu heran melihat Anna dirasuki oleh Yunji.
"Aku tahu. Aku meminjam tubuh wanita ini untuk bertemu kamu Han!" Kata Yunji lalu meneteskan air matanya.
Jaehan langsung percaya bahwa Anna benar-benar dirasuki oleh Yunji pacarnya.
"Benarkah! Apakah kamu tahu nama lengkapku?" Tanya Jaehan ke Yunji.
"Tentu saja sayang, namamu adalah Kim Jae Han."
Jaehan tiba-tiba berlutut didepan Yunji lalu berminta maaf. "Maafkan aku Yun! Aku marah karena kamu dijodohkan dengan laki-laki lain." Kata Jaehan lalu menangis di depan Yunji.
Yunji mengelus kepala jaehan lalu menyuruhnya untuk berdiri. "Kamu tidak usah berdiri di depanku sayang. Aku tahu kamu baik banget sama aku tapi ini salahku karena membuatmu kecewa sampai-sampai kamu membunuhku." Kata Yunji sambil menangis tersedu sedu.
Jaehan meghapus air mata di pipi Yunji lalu memeluknya hanya sebentar. "Apakah kamu memaafkanku?" Tanya Jaehan lalu berhenti menangis.
"Tentu saja sayang. Aku memaafkan..... kamu. Aku senang kamu membunuhku, aku bahagia karena batal menikahi pria itu dan akan kutunggu kamu di alam sana. Kita pasti akan bertemu lagi kan?" Yunji.
"Iya....Yun! Emmm......Selamat Tinggal Kim Yun Ji." Ucap jaehan matanya begitu berkaca-kaca.
"Inilah ucapan terakhirku untuk kamu sayang, Jaga pola makanmu yah, jangan banyak main game soalnya aku benci itu, aku ingin kamu lolos menjadi idola KPop dan juga kamu harus berubah lagi, jangan jadi orang dingin dan cuek, hargailah perempuan-perempuan diluar sana, tapi...jangan ajak berkencan nanti aku cemburu. Ingat hatimu juga ada disini meskipun aku sudah mati. Ohiya kita hampir lupa, kalau hari ini adalah hari jadian kita. Selamat! Kita sudah 5 tahun pacaran sejak SMU." Ucap Yunji lalu tiba-tiba keluar dari tubuh Anna.
Jaehan memeluk Anna dan membuat Anna terkejut.
"Hey ngapain kamu memeluk aku huh." Kata Anna sedikit marah.
"Apa......., apakah Yunji sudah pergi?" Tanya Jaehan ke Anna.
"Belum dia berada di sampig kamu." Kata Anna lalu mendekati Rangga.
"Yunji jangan pergi tetaplah disampingku meskipun aku tidak melihat mu!" Kata Jaehan kembali menangis.
"Maafkan aku sayang. Aku harus pergi. Jaga diri baik-baik yah Saranghaeyyo..." Ucap Yunji ke Jaehan.
"Jangan nangis. Ingat itu kata-kata Yunji. Jangan berkencan walaupun Yunji sudah tiada. Awas yah nanti Yunji cemburu." Kata Anna ke Jaehan.
"Terima kasih yah Anna." Ucap Yunji lalu lenyap.
"Aku pulang dan Yunji sudah pergi. Menghilang selama-lamanya." Kata Anna lalu pulang bersama Rangga ke Rumah Tuan Wong yang ada di Pulau Udo. Sampilah Anna dan Rangga dinrumah Tuan Wong, Anna kecoplosan mengatakan sesuatu ke Rangga.
"Ran! Apakah kamu tidak cemburu melihatku dipeluk oleh pacarnya Yunji tadi?" Tanya Anna tiba-tiba.
"Ups kelepasan, kenapa aku mengatakan omong kosong itu ke Rangga. Aduuuh."
"Maksud kamu apa?"
"Oh itu....kupikir kepalaku sedikit pusing dan juga pemikiranku belum stabil karena habis dirasuki Hantu Yunji tadi..."
"Oh begitu. Kalau begitu....aku tidur dulu soalnya aku lelah sekali."
"Ohiya. Istirahatlah."
Bersambung....
Jangan lupa like,vote,komen,rate yah🙏🙏🙏🙏....