FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 3 Aku memberinya Nama yang Cantik.



Pagi telah tiba terik matahari begitu cerah Anna sudah ada di kamar Rangga sedang membaca buku.


"Semalam kamu bilang kalau kamu ingin beri aku Nama!" Kata Peri itu ke Rangga Senang.


"Ohiya...tunggu 2 menit aku memikirkanya dulu oke,"


"Iya iya...,"


2 menit kemudian, "bagaimana kalau namamu adalah Sasa!" Kata Rangga.


"Sasa kedengaranya bagus, aku suka. Mmm...bolehkah aku melihat-lihat kamarmu?"


"Boleh..kecuali isi lemariku" kata Rangga wajahnya sedikit malu.


"Terima Kasih,"


Sasa si peri itu melihat-lihat isi kamar Rangga kecuali isi lemarinya. Sasa jadi kagum dengan buku buku yang terpajang rapi di kamar Rangga bentuknya seperti Hati dan juga Rangga sangat pintar membuat Rumah mini yang terbuat dari kardus.


"Kamarmu sangat bagus dan bersih, Buku-bukunya membuatku kagum karenan kamu menyusunya seperti bentuk Hati atau Love. Juga kamu pandai membuat Rumah mini dari kardus kupikir aku bisa tinggal di dalam Rumah Mini yang kamu buat ini dari kardus,"


"Aku kan kreatif dan cerdas. What... maksud kamu, ingin sekamar denganku. Bodo amat lah,"


"Aku cuma bercanda ajasih haha," kata Peri itu lalu menuju ke dapur dan terkejut melihat produk bumbu nasi goreng itu sama dengan namanya yang di beri dari Rangga.


"Hey pria tampan. Yang benar saja kamu....berani beraninya memberiku nama yang diambil dari produk ini coba baca nama produknya ada tertulis Sasa lalu nasi goreng," kata Peri itu terlihat marah.


"Ups...jangan marah aku akan ganti segera oke,"


"Ganti namaku segera. Aku beri waktu 30 detik 1 2 3 mulai,"


"Kamu pilih saja aku sudah menyiapkan 3 nama perempuan kesukaanku yang aku ambil dari Buku Novel yang telah kubaca,"


"Sebutkanlah..."


"Pertama adalah Anna, kedua Elf, dan terakhir adalah Elsa. Kamu suka yang mana?"


"Aku lebih suka nama.... Anna,"


"Oke aku panggil kamu si peri cantik Anna. Mmm apa ada alasan kenapa kamu suka memilih nama Anna?"


Anna tersenyum karena Rangga baru saja mengatakan kepadanya Anna si peri cantik, "Menurutmu apa wajah aku terlihat bukan orang indonesia?"


"Kelihatnya kamu bukan dari indonesia. Wajahmu terlihat asing dari negara mana yah? Ohiya aku tahu!... aku pernah membaca buku negara/dunia serta memahami gambar orangnya. Kupikir wajahmu seperti wajah orang korea. Benar kan?"


"Kamu cerdas...yah 100% benar,"


"Kenapa kamu bisa ada disini?"


"Mmm aku ditangkap oleh seorang yang sudah tua yaitu Vampir disana, lalu dibawa kedesa ini,"


"Apa.....Va vampir," Rangga kaget "jadi Desa ini...."


"Benar desa ini adalah 'Desa Vampir' dan itulah alasan ibumu mengurungmu selama 20 tahun,"


"Bisakah kamu menceritakan asal mula Desa ini menjadi Desa Vampir?"


Tok tok tok...


Rangga terkejut, "Rupanya ibuku akan masuk ke kamarku sembunyilah cepat cepat...."


"Aku ingin sembunyi dimana?"


"Kamu berubahlah menjadi kecil lalu masuk ke bawah topiku lagi,"


"Baik..." kata Anna mengubah dirinya menjadi kecil lalu sembunyi dibalik topi Rangga.


Ibu Rangga akhirnya masuk, "aku dengar kamu seperti berbicara dengan seseorang," kecurigaan ibu Rangga membuat Arga sedikit gugup.


"Ap apa....maksud ibu apa sih, aku barusan sudah membaca Novel,"


Ibu Rangga melihat jendela kamar Arga terbuka lagi, "kenapa jendelamu terbuka lagi apa kamu akan kabur dari rumah?"


"Tidak kok ibu, biarkan saja jendelaku terbuka. Rangga janji tidak ingin kabur,"


"Astaga ibu..... di kamar ini cuma ada Rangga kok. Bagaimana bisa ada seseorang yang masuk ke kamarku. Dia mau lewat dimana kalu ibu sedang taruh ranjau di bawah jendela sana,"


"Aku memperingatkanmu, jangan buka jendela ketika malam oke,"


"Emangnya kenapa ibu? Oh iya soal kemarin....ternyata ibu bukan manusia,"


Ibu Rangga memeluk anaknya lalu menangis, "soal itu....maafkan ibu yah. Ibu tidak sengaja,"


"Apakah ibu ini adalah Vampir? Tubuh ibu benar-benar dingin," Tanya Rangga raut wajahnya begitu sedih.


"Iya....maafkan ibu,"


Rangga menjauhi ibunya lalu melihat keluar dari jendela, "ibu kenapa ibu bisa jadi vampir sedangkan aku tidak,?" Tanya Rangga dengan nada yang tegas dan matanya seoerti ingin menangis.


"Maaf ibu tidak bisa banyak bicara denganmu, aku keluar dulu yah. Jangan lupa makan," kata Ibu Rangga lalu beranjak keluar dengan wajah yang penuh kesedihan.


Arga berlutut sambil menangis karena ibunya bukan manusia, pantas saja selama ini aku di kamar ternyata ibuku bukan manusia dan bersusah payah menahan kehausan darahnya ketika bertemu denganku,"


Tiba Anna keluar dari topi Arga dan berubah menjadi besar lalu memeluk Arga, "yang sabar yah, jangan sedih. Percayalah setiap kesulitan di dalam hidupmu Pasti ada kemudahan,"


Rangga memeluk erat Anna sambil menangis, "bawa aku terbang dari desa ini seperti Tinkerbell dengan bocah itu,"


"Jangan kabur, ibumu bukan vampir jahat,"


"Aku tahu....tapi aku sudah muak tinggal di kamar ini layaknya seperti di penjara mati matian,"


"Rangga, dengar....aku bisa membawamu terbang bersamaku dan keluar dari desa ini tapi ada sulitnya,"


"Apaitu?" Tanya Rangga dan berhenti menangis.


"Di perbatasan Desa ini di jaga oleh sekumpulan para Vampir,"


"Apa.....mengapa?"


"Sudah banyak yang sudah menjadi korban apalagi para pendaki karena Vampir itu,"


"Bukankah dia kehausan darah?"


"Bisa dibilang begitu terus mayatnya di jadikan makanan hewan. Hewan hewan disini seperti anjing dan ayam semuanya berdarah Vampir. Jadi berhati hatilah,"


"Aghs mereka begitu sadis dan tidak berpersaan. Pantas saja desa ini sepi dan sunyi ketika malam dan siang,"


"Kata ibumu tadi......kamu jangan lupa itu bahwa tutup jendelamu ketika malam karena Vampir itu mudah mencium aroma manusia,"


Arga terkejut, "apa....yang benar saja. Jadi ibuku juga seperi itu?"


"Tidak semua Vampir disini jahat. Sebenarnya di Desa ini ada dalangnya dia yang memerintah dan mengurus desa ini, mulai sekarang berhati hatilah oke,"


"Iya!"


Anna tidak sadar menatap wajah Rangga semenit lalu Arga meniup wajah Anna karena membuatnya tidak nyaman. Anna kelihatanya seperti jatuh cinta dengan Rangga.


"Anginnya kencang banget, kok bisa masuk ke kamarmu padahal jendelanya dah ditutup," kata Anna mengira kalau angin dari jendela itu menghembus wajahnya ternyata itu kelakuan Rangga.


"Kamu barusan menatapku dan membutaku tidak nyaman jadi aku meniup wajahmu," kata Rangga.


"Bahkan peri ini sepertinya jatuh cinta kepadaku," batin Rangga.


Anna mencium jidat Rangga sebentar saja untuk menghapus ingatanya tentang desa ini agar Rangga tidak terdorong ingin keluar dari desa ini.


"Apa menatapmu...maaf." kata Anna sambil membuka jendela lalu pergi dari kamar Rangga melalui jendela dengan raut wajahnya malu-malu.


"Kelihatnya dia malu-malu. Dia sangat imut dan cantik," kata Rangga lalu menutup jendela kamarnya.


"Waktunya kembali membaca Novel lagi."


Rangga menutup matanya lalu mengambil buku, "semoga buku yang kupilih ini dalam mata tertutup adalah komik fantasi,"


Rangga membuka matanya setelah mengambil buku lalu terkejut melihat buku yang dipilihnya, "aghs yang benar saja....hah aku dapat Novel dilihat dari judulnya saja sepertinya membuatku langsung tertarik...judulnya My Girlfriend is a Mermaid' part satunya....," Arga jadi kagum. "woah si mermaid jatuh cinta dengan chef , hah ini sama dengan kejadian yang tadi saat Anna......stop stop,"