FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 37 Kamu siapa?



"Ran Rangga....ini aku Ran! Anna si peri yang cantik. Dulu kamu pernah bilang begitu kan ke aku saat kita ada di indonesia dirumah kamu." Kata Amel lalu menahan tangisanya.


"Aku tidak peduli dengan kata-kata mu. Jangan buat kepalaku pusing." Kata Rangga lalu menyuruh Anna pergi. "Keluar! Ngapain disini keluarlah aku ingin tidur. Kepalaku masih sakit dan aku juga tidak tahu kamu siapa!"


Tiba-tiba Tuan Wong datang. "Kupikir dia lupa ingatan An! Jadi....kamu sebaiknya jangan ganggu dia. Biarkan saja dia yang meningat semuanya sendiri." Kata Tuan Wong di hadapan Rangga dan Anna.


"Tidak! Aku tidak ingin keluar kakek. Aku akan menginap disini sampai Rangga mengingatku." Kata Anna sambil menangis.


"Terserah kamu aja." Kata Tuan Wong lalu beranjak keluar dari kamar Rangga.


Anna menangis melihat Rangga sedang tidur dan juga Anna memasang gelang itu ke tangan Rangga yang di dapat dari Haruto waktu itu.


"Rangga ini aku! Anna. Bangunlah dan tataplah wajahku pasti kamu mengingatku." Kata Anna sambil mengenggam tangan Rangga.


"Pergi, jangan menginap disini. Sebaiknya kamu pulang saja. Aku benar-benar tidak tahu kamu siapa. Pikiranku ini sudah kosong." Kata Rangga lalu melepas tanganya dari Anna.


"Pergi.....Jangan ganggu aku." Teriak Rangga marah besar lalu menyuruh Anna keluar dari kamarnya.


Anna keluar dari kamar Rangga sambil menangis karena Rangga benar-benar tidak mengingatnya. Anna terpaksa memeluk Haruto karena tangisanya semakin histeris.


"Sudahlah kawan, jangan menangis. Ayo kita pulang!" Kata Haruto ke Anna lalu menghapus air mata di pipi Anna.


"Tanya ayahku bahwa aku menginap dirumah kakekmu dan jangan bilang kalau Rangga itu masih hidup. Kumohon Haruto, tolonglah aku.. yah!" Kata Anna ke Haruto.


"Baiklah! Kalau begitu aku pulang." Kata Haruto lalu beranjak pulang. "Kakek aku pulang dulu yah!"


"Iya cu, hati-hati yah." Kaya Tuan Wong ke Haruto.


"Kakek aku ingin nanya! Sejak kapan Kakek menemukan Rangga?" Tanya Anna.


"Mari kita ceritakan di pinggir pulau itu sambil melihat Haruto pulang." Jawab Tuan Wong.


"Baiklah!"


Beberapa menit kemudian Tuan Wong menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Rangga di pinggir pulau itu.


"Apakah kamu menyukai Rangga?" Tanya Tuan Wong.


"Tentu saja kakek. Aku bahkan berkencan denganya begitu lumayan sudah lama. Memangnya Rangga kenapa kek?" Tanya Anna serius.


"Jangan tanya Rangga yah. Terus kamu jangan terkejut, jangan kaget dan jangan khawatir yah." Jawab Tuan Wong mulai serius menceritakan tentang keadaan Rangga sebenarnya ke Anna.


Anna menarik nafasnya dalam-dalam lalu siap mendengar tentang Rangga yang sebenarnya. "Ayolah kek, ada apa dengan Rangga?" Tanya Anna lagi.


"Rangga....bukan lagi manusia." Jawab Tuan Wong.


Anna terkejut lalu meneteskan air matanya. "Maksud kakek apa? Jadi....Rangga sudah mati? Iya! Tidak mungking kek. Rangga benar-benar masih manusia. Kakek bohong yah ke Anna?"


"Kakek serius An! Hari itu kakek hanya menemukan Rohnya saja."


"Ja jadi....jasad Rangga dimana?" Tanya Anna lagi.


"Entahlah, kakek tidak tahu dimana? Aku pikir, pasti ada yang menolongnya." Jawab Tuan Wong.


"Jadi itulah...Rangga tidak mengingatku. Kata kakek benar bahwa Rangga benar-benar lupa ingatan setelah ditelan ombak." Kata Anna sambil menangis.


"Jadi ternyata.....kamu adalah penyebabnya. Jadi kamu yang melukai perut Rangga?" Tanya Tuan Wong.


"Tidak kek. Singkat saja kalau itu...Rangga ditembak oleh orang lain di indonesia. Terus aku membawanya kemari kemudian aku menyuruh Haruto untuk mengobati lukanya tapi Haruto tidak bisa. Jadi....itulah aku membawa Rangga kemari ke rumah kakek bersama Haruto. Tiba-tiba di perjalanan kemari hujan turun di iringi angin dan ombak di pulau Jeju. Disitulah Rangga terlempar karena ombak itu."


"Jadi seperti itu. Jangan sedih didepan Rangga, kamu harus biasa aja saat bertemu dia seperti dulu." Nasehat Tuan Wong ke Anna agar Rangga bisa dekat dan baik ke Anna. "Kamu juga harus sok tidak mengenal dia."


"Baiklah, Kakek terima kasih sudah menemukan Rangga." Kata Anna lalu menghapus airmatanya. "Oh iya kakek kan, bisa berbicara sama binatang di pulau ini!"


"Tentu saja karena peri air dan binatang air itu bersahabat seperti saudara." Kata Tuan Wong ke Anna.


"Pasti salah satu dari mereka ada saksi dan bisa mengetahui siapa yang mengambil jasad Rangga."


Tiba-tiba penyu lewat di depan mereka bersama kawan-kawanya.


"Hay Turtle aku ingin nanya nih!" Kata Tuan Wong ke sahabatnya.


"Ada apa Tuan Wong? Wah Tuan Wong makin keren aja tiap hari." Kata penyu itu ke Tuan Wong.


"Apa kamu menemukan Manusia tepatnya disini satu minggu yang lalu?" Tanya Tuan Wong ke penyu itu.


"Mmmm iya!" Jawab penyu itu ke Tuang Wong.


"Kamu ingat wajah yang menolong manusia itu?" Tanya Tuan Wong lagi ke penyu itu.


"Aku sudah melupakan wajahnya tapi......dia sangat cantik Tuan Wong. Hari itu....dia bersama 3 kawan-kawanya."


"Baiklah terima kasih."


"Sama-sama tuan. Sampai jumpa di bawa air lagi." Ucap penyu itu lalu pergi.


"Apakah penyu itu mengetahuinya kakek?" Tanya Anna.


"Iya...katanya, yang menolong Rangga itu adalah perempuan cantik dan kawan-kawanya."


Anna terkejut dan terlihat sedikit marah. "Apa...dasar. pasti Rangga dibawa ke rumah sakit."


"Kok kamu cemburu. Sudahlah jangan marah. Kupikir kamu beruntung karena kamu bersama dengan rohnya jadi...disuatu hari nanti jika Rangga sadar Rangga pasti mengingat kamu."


Anna mulai terlihat senang karena perkataan Tuan Wong. "Apa....benarkah! Baguslah. Aku harus memulai dengan yang paling spesial hidupku dengan Rangga."


"Terserah kamu aja. Itu tidak baik dikatakan untuk orang tua sepertiku. Untung saja aku bukan Ayahmu."


"Bayangin jika kamu ayahku pasti dia akan menghukumku untuk menangkap kucing dan kelinci di tengah hutan." Kata Anna mulai senang.


.........


2 jam setelah Rangga ditelan ombak. Rangga berada di pinggir layaknya seperti mayat yang terdampar. Rangga kembali dipertemukan oleh Jenny yang pernah ditinggal nikah oleh pacarnya.


"Wow Pulau Udo ini sangat indah. Haruskah kita mengambil foto disini! Kurasa latarnya dibelakang sangat luar biasa." Kata Jenny menyuruh temanya untuk mengambil style.


Cekret cekret...


Setelah Jenny mengambil foto kawan-kawanya. Jenny kaget melihat kameranya karena Rangga.


"Astaga Yeji, Lia. Coba lihat hasil fotomu, fokuslah dibelakang kalian, ada mayat."


"Pulau ini berhantu..." kata Yeji dan Lia serentak ketakutan.


Jenny mendekati Rangga lalu melihat Wajahnya.


"Rangga. Kok kamu bisa seperti ini. Astaga dia terluka." Kata Jenny panik melihat Rangga.


Jenny memeriksa nadinya ternyata Rangga masih hidup. "Kawan! Cepatan telepon Anbulans, pria ini masih hidup."


"Apa benarkah. Yeji telepon anbulans cepat." Kata Yuna ke Yeji lalu pergi mendekati Jenny dan Rangga.


"Baiklah! Sabar kawan."


"Yeji....Ini adalah pria yang pernah aku ceritakan semalam."


"Apa. Omo di tampan sekali. Kamu beruntung kamu akhirnya menemukan dia lagi."


"*Aku akan menjaga dia!!!"


Bersambung.....


Please jangan lupa like,komen,vote,Rate yah...🙏🙏*