
1 minggu kemudian Rangga sudah keluar dari rumah sakit dengan Anna. Tiba-tiba di perjalanan menuju ke halte bis Rangga tidak sengaja berpapasan dengan Yoyo.
"Aduh.....Yoyo, kok kamu bisa ada disini?" Tanya Rangga.
"Rangga!" Kata Yoyo gugup dan menutup bekas luka di wajahnya.
"Hiks apa jangan-jangan kamu yang tikam Rangga minggu lalu yah. Ayo jujur saja," Kata Anna sedikit marah. "Lihat tuh wajahmu ada bekas luka! Untung saja Rangga tidak mati aghs dasar,"
"Apa benar kamu yang mencuri tas ibu tua itu minggu lalu di pantai?" Rangga.
"Ya benar, dia sebenarnya adalah ibuku, aku memakai masker agar ibuku tidak mengenaliku lalu mencuri tasnya. Ak aku.....tidak ingin menampakkan diriku di depan ibuku karena dia jalan-jalan dengan Sinta mantan pacar aku dan Arga sepupuku jadi kupikir mereka sudah menikah. Sudahlah aku ingin pergi."
Yoyo menyebrang di jalanan tiba-tiba mobil datang dan tidak sengaja menabraknya. Yoyo terlempar sedikit jauh dan juga kaki dan tanganya terluka parah.
"Yoyooooo," Teriak Rangga lalu mendekati Yoyo. "Yoyo yoyo jangan mati kamu harus bertemu ibumu Yo!" Kata Rangga Khawatir dan panik.
Tiba-tiba orang yang menabrak yoyo keluar dari mobilnya lalu mendekati Yoyo. Orang yang menabrak Yoyo ternyata adalah ibunya.
"Astaga anakku Yoyo," Kata ibunya sambil menangis tersedu sedu. "Yoyo maafkan ibu, bertahanlah nak Yoyo. Angkat dia, aku ingin membawanya ke rumah sakit,"
"Ti tidak usah ibu, Yoyo tidak sudah tidak kuat lagi." Kata Yoyo tiba-tiba dimulutnya keluar banyak darah akibat habis ditabrak oleh ibunya.
Ibu Yoyo menangis histeris sambil mengelus darah yoyo yang keluar dari mulutnya "Yoyo jangan pergi nak.....kamu harus menikahi sinta meskipun kamu bukan manusia. Nak bertahanlah kumohon,"
"Ma maafkan ak aku ib ibuuu. Yo Yoyo tidak tahan la lagii. Suruhlah Arga menikahi Sin sinta, ak aku ikhlas kok." Kata terakhir Yoyo akhirnya meninggal.
"Yoyoooooooo," Teriak Ibunya lalu menutup mata Anaknya dan mencium jidatnya.
1 hari kemudian Ibu Yoyo menemui Rangga dan Anna di hotel karena ingin membicarakan sesuatu tentang anaknya.
"Ada apa ibu kesini?" Tanya Rangga.
"Aku ingin tanya apakah kamu mengenal anakku? Apa kamu tinggal di desa yang ada di dekat gunung itu?" Tanya ibunya.
"Iya!" Rangga.
"Apa kamu juga Vampir? Apa kamu yang membuat anakku jadi seperti itu?" Kata ibunya kecewa.
"Tidak itu bukan aku dan aku bukan vampir. Aku ini manusia, benarkan Anna?" kata Yoyo sedikit gugup.
"Benar bu, kami ini bukan vampir. Singkat saja bu, kalau di desa kami ada banyak vampir tapi sekarang sudah mati semua," kata Anna ke ibunya Yoyo.
"Ini aneh kalau di kaki gunung itu tidak ada desa!"
Rangga terkejut. "Apa.....benarkah?"
"Tanya aja semua orang disini kalau desa itu tidak ada disana, cuma hutan saja yang banyak," kata ibunya. "Emangnya nama desa disana apa?"
"Namanya Desa Baempaieo," kata Rangga.
"Baempaieo! Apa itu?" Tanya ibunya Yoyo sedikit terkejut.
"Arti Desa Baempaieo itu adalah Desa vampir," Anna.
"Ap apaaaa....aku begitu tidak percaya dengan perkataanmu," kata Ibunya Yoyo.
"Tapi.....desa itu hilang saat dalang vampir itu mati. Dan itulah alasan saya kesini,"
"Aku benar tidak mengerti dengan perkataan kalian. Maksudnya kalian itu tinggal di desa vampir tapi kenapa kalian bukan Vampir," kata Ibunya Yoyo tidak berhenti mengomel ke Rangga dan Anna.
"Nih ibu maunya di jelaskan aja, bikin pusing juga masih pagi-pagi pun terus mukanya terlihat sedikit ceria dan bahagia pada hal putranya baru saja meninggal aghs lebih baik aku balik aja dek ke kamar." Batin Anna lalu kembali ke kamarnya.
"Maaf ibu ceritanya sangat panjang jadi....singkat saja aku lahir di desa itu sebelum ibuku menjadi vampir hoaarghs,"
"Udahlah kepala ibu sangat pusing. Baiklah kalau begitu aku pergi aghs. oh iya aku undang kamu ke pernikahan kemenakanku Arga dan mantan pacar putraku Sinta. Mereka akan menikah minggu depan jangan lupa datang yah! bye aku pergi." Kata Ibu Yoyo lalu pergi meninggalkan Rangga.
"Hiks kok wajahnya tiba-tiba jadi ceria padahal anaknya baru saja mati kemarin." Batin Rangga lalu kembali ke kamarnya. "Aghs aku masih ngantuk,"
Tok tok tok.....
"Rangga keluarlah....."
"Ranggaaaaa," Teriak Anna.
"Kok Rangga bikin kesal banget sih, tidak buka pintu buat aku. Apa jangan-jangan dia lagi tidur,"
Tok tok tok.....
"Ranggaaaaa bangun," Teriak Anna lalu menedang pintu kamar Rangga dan akhirnya Rangga keluar dari kamarnya.
"Ada apa sih kamu mengganggu aja hiks," Rangga marah.
"Kamu sudah lama tidak membaca buku. Emm maukah kamu pergi ke tokoh buku?" Anna.
"Tidak, aku malas." Kata Rangga menutup pintunya lalu kembali tidur.
"Dasar orang lagi tidur di gangguin aghs," Batin Rangga.
"Hiks marahnya membuatku ingin menangis," batin Anna kembali ke kamarnya sambil menangis.
"Rangga kok mudah banget berubah yah?"
Pagi telah tiba hujan turun sangat deras Rangga keluar dari kamarnya lalu ingin menemui Anna.
Tok tok tok....
"Anna maafkan aku, Anna buka pintunya Annaaaa...."
Tiba-tiba pelayan hotel itu lagi datang menemui Rangga. "Maaf Tuan Rangga, pacar anda pergi ke suatu tempat,"
"Dimana itu? Padahal hujan turun sangat deras kok dia tega banget meninggalkan aku sih," Tanya Rangga.
"Aku juga tidak tahu Tuan Rangga,"
"Emm maaf apa hotel ini punya buku?" Tanya Rangga.
"Buku apa?"
"Itu...seperti novel atau komik!" Rangga.
"Oh kamu suka baca buku novel dan komik juga?"
"Iya itu adalah hobiku sejak kecil. Apa kamu juga suka?" Tanya Rangga.
"Iya kita sehobi wah. Aku bawa dari rumah ada satu tapi komiknya bertema horor. Apa kamu mau membacanya?"
"Ya, aku ingin membacanya," Rangga.
"Baiklah kalau begitu kamu tunggu saja yah aku pergi dulu mengambil buku itu,"
Beberapa menit kemudian pelayan itu kembali dan masuk ke kamar Rangga sambil membawa buku novel miliknya.
"Aku datang. Semoga kamu suka ceritanya!" Kata pelayan itu ke Rangga.
"Oh iya. Bukumu sangat tebal juga yah pasti aku membacanya tidak cepat selesai,"
"Tidak apa-apa bacalah,"
Tiba-tiba Anna datang membawa kado untuk Rangga dan juga anna terkejut melihat pintu kamar Rangga terbuka.
"Kok Rangga barusan tidak mengunci pintu kamarnya yah!" Batin Anna tiba-tiba mendengar suara pelayan itu. Anna terkejut dan langsung masuk menampar pipi pelayan itu karena berpikir Pelayan itu sangat menyukai Rangga.
"Aghs baguslah. Rangga Rangga kamu itu bagaimana sih, aku sudah beritahu kamu jangan dekati dia!" Kata Anna begitu sangat marah.