
Ke esokan harinya terik matahari mulai muncul begitu sangat indah di pulau Udo. Anna mulai berkomunikasi dengan Rangga meskipun Rangga tidak mengingatnya.
Tok tok tok....
"Rangga makan yuk!" Kata Anna sambil mengetuk pintu kamar Rangga dan akhirnya Rangga keluar dari kamarnya tanpa membuka pintu.
Rangga begitu kaget karena menembus pintu kamarnya dan juga Rangga baru sadar kalau dirinya itu adalah Roh sedangakan jasadnya dibawah ke rumah sakit oleh Jenny.
"Kok aku bisa menembus pintu kamarku. Hah, apa jangan-jangan aku sudah mati!" Kata Rangga begitu panik di pagi hari sambil keluar masuk menembus pintu kamarnya.
"Stop. Sudahlah kita makan dulu setelah itu.... mari kita berbicara! Oke." Kata Anna sambil menyentuh tangan Rangga.
"Kamu siapa?" Tanya Rangga.
"Ayo makan dulu kemudian kamu harus ganti pakaian!"
Setelah mereka selesai makan pagi, Anna manarik Rangga ke pinggir pulau itu lalu mulai berkomuniaksi sambil melihat orang-orang berwisata yang sedang menikmati keindahan Pulau Udo.
"Kenapa kamu mengajak aku kemari? Apa yang akan kamu lakukan kepadaku?" Tanya Rangga terlihat bingung lalu melepaskan genggaman tanganya dari tangan Anna.
"Jadi... kamu benar-benar tidak ingat aku Ran?" Anna.
"Tidak sama sekali."
Tiba-tiba sepasang kekasih lewat dibelakang Anna dan mengira Anna gila atau tidak waras.
"Sayang tuh lihat perempuan, dia berbicara sama siapa yah?" Tanya perempuan itu ke pacarnya.
"Entahlah kupikir dia gila. Apa jangan-jangan di punya indera ke 6." Jawab pacarnya terlihat ketakutan. "Ayo, mari kita pergi nanti dia melihat kita."
"Baik, wah dia benar-benar tidak waras." Kata perempuan itu ke pacarnya lalu beranjak pergi.
Rangga memperhatikan sepasang kekasih itu karena mendengar perkataanya.
"Kok mereka baru saja mengatakanmu gila." Kata Rangga ke Anna.
"Aku tidak gila! Tapi...kamu benar-benar sudah mati Ran! Lihat kamu sudah gentayangan." Anna bercanda.
Rangga tekejut lalu tidak sengaja memeluk Anna. "Apa...aku sudah mati, jadi....aku ini adalah hantu. Tidaaaaak! Aku benci melihat hantu lain." Kata Rangga lalu menatap wajah Anna begitu sangat dekat kemudian Anna mendorong Rangga.
"Kok kamu tatap aku sih." Kata Anna, wajahnya tiba-tiba memerah.
"Apakah wajahku menyeramkan?" Tanya Rangga.
"Tidak, wajahmu sangat tampan." Jawab Anna canggung.
"Huh untunglah! Aku sedih teryata aku sudah mati dan hanya rohku yang bisa gentayangan." Kata Rangga wajahnya terlihat sedih dan muram.
"Aku cuma bercanda hehe! Sebenarnya kamu belum mati Ran!" Anna.
"Apa... benarkah! Lalu dimana tubuhku berada?" Tanya Rangga ke Anna.
"Entah aku tidak tahu, kupikir kamu koma Ran! Atau dibilang...Koma adalah situasi darurat medis yang dialami seseorang ketika dalam keadaan tidak sadar. Ketidaksadaran ini disebabkan menurunkan aktivitas otak yang dipicu oleh beberapa kondisi pada otak. Meskipun dalam keadaan tidak sadar, sebagian pasien yang mengalami koma masih mampu untuk bernapas secara spontan." Kata Anna ke Rangga lalu tersenyum.
"Huh jadi.... ini adalah rohku dan jasadku kupikir ada pada orang lain." Rangga.
"Benar. Jangan khawatir kamu akan kembali hidup."
.........
"Apa....Dokter bilang bahwa Rangga Amnesia." Kata Jenny terkejut.
"Iya. Di kepala bagian belakangnya seperti sudah terbentur keras dan itulah penyebab dia Amnesia." Kata dokter itu ke Jenny.
"Jadi....apakah ingatan dia bisa kembali Dok?" Tanya Jenny.
"Kupikir itu bisa jika nanti dia sadar. Jangan khawatir. Aku permisi dulu soalnya ada pasien yang akan ku operasi hari ini!"
"Baik Dokter, terima kasih." Ucap Jenny lalu menyentuh tangan Rannga.
"Sama-sama." Kata dokter itu lalu beranjak pergi.
"Aduh kataku benar, kalau Rangga itu habis tenggelam lalu terdampar di pinggir pulau. Aigyo Rangga kuharap kamu mengingatku kembali." Batin Jenny, wajahnya begitu sedih sambil melihat Rangga terbaring. "Hah Rangga baru saja mengeluarkan air matanya. Apa jangan-jangan Rangga menangis karena mendengar perkataanku dengan dokter itu tadi."
"Kok kamu menangis Ran!" Kata Anna terkejut melihat Rangga menangis.
"Aku sedih karena...aku tidak mengingat apa-apa." Rangga.
"Sudahlah jangan sedih. Pasti ingatan kamu kembali jika kamu sudah sadar."
"Hiks. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Rangga.
"Apa! Tidak ak aku.... punya teman mirip kamu jadi aku kira itu kamu ternyata bukan." Kata Anna bohong.
"Mmmm. Baiklah kalau begitu ayo kita kembali ke rumah Tuan Wong itu."
"Oke." Kata Anna lalu tidak sengaja menyentuh kepala bagian belakang Rangga karena hampir terkena Bola Volly. "Hey kalian. Kalo main bola. Hati-hati." Kata Anna ke para cowo-cowo itu lalu mendekatinya.
"Apaan sih dia marah-marah padahal bola volly itu tidak mengenai dirinya." Kata cowo itu ke Anna lalu mengambil bolanya. "Dari tadi kamu berbicara sendiri. Kamu gila yah kayaknya!"
"Apa apa...jujur saja disini banyak hantu." Kata Anna menakuti para cowo itu. "Tuh lihat mereka semua ada di samping kalian. Hih wajahnha seram banget."
"Bohong kamu. Mana ada hantu di siang bolong." Kata cowo itu lalu melanjutkan permainannya bersama kawan-kawanya.
Setelah itu Anna mendekati Rangga. "Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Anna sambil berjalan menuju ke rumah Tuan Wong dengan Rangga.
"Yah! Tadi saat kamu mengenai kepalaku. Kepalaku begitu terasa sangat sakit." Kata Rangga lalu menyentuh kepala bagian belakangnya.
"Benarkah! Biarkan aku melihatnya." Kata Anna kemudian memeriksa kepala Rangga di bagian belakang.
"Astaga, kepalamu lebam dan juga sedikit berwarna merah kebiruan. Kupikir kepala kamu terbentur Ran jadi... itulah penyebab kamu lupa ingatan."
"Ap apa..." Kata Rangga terkejut.
"Jangan khawatir." Kata Anna lalu tidak sengaja meneteskan air matanya.
"Aku sedih. Hatiku sangat sakit karena ini semua salahku membuat Rangga sperti ini." Batin Anna.
Rangga menghapus air mata Anna di pipinya kemudian menatap wajahnya.
"Sudah kubilang jangan suka tatap aku." Kata Anna lalu tiba-tiba menangis karena Rangga tidak bisa mengingatnya.
"Kok kamu tiba-tiba menangis. Apa kamu mengingat temanmu karena wajahnya mirip denganku?" Tanya Rangga lalu memeluk Anna.
"Dia bukan temanku tapi pacarku." Kata Anna ke Rangga.
"Menangislah sampai rasa sakit di hatimu tidak sakit lagi."
"Ayo kita ke puncak! Aku ingin melihat Pulau Jeju dari ketinggian." Kata Anna.
"Baiklah." Kata Rangga lalu menggenggam tangan Anna menuju ke puncak gunung yang sedikit kecil.
"Apa kamu tinggal disana?" Tanya Rangga.
"Iya."
Satu jam kemudian mereka sudah sampai ke puncak gunung itu sambil menikmati pulau-pulau dan juga para wisata yang sedang menikmati pulau udo.
"Wah aku senang, pulau ini sudah diramaikan orang-orang berwisata.
"Aku juga senang melihatnya. Tapi... apa kamu tidak malu saat orang-orang bilang bahwa kamu itu gila karena habis berbicara denganku tadi."
"Tidak. Buat apa malu! Aku itu orangnya cerewet dan juga tidak tahu malu loh." Kata Anna lalu tersenyum.
"Benarkah! Tapi...tadi saat aku menatap wajahmu kamu malu-malu dan juga wajahmu memerah hahaha." Rangga.
"Hiks, sudahlah. Rangga, dulu itu pacarku itu pernah berkata ke aku bahwa aku begitu jahil dan cantik."
"Benarkah!"
Bersambung....
Please jangan lupa Like,Vote,Rate,dan Komentar yah...🙏