
1 hari kemudian Rangga dan Anna sudah ada di perkotaan Surabaya, Jawa Timur. Rangga terkejut melihat patung buaya dan hiu.
"Anna aghs apa itu? Bukankah itu namanya adalah patung?"
"Astaga....benar itu patung. Panas banget deh kita harus mencari tokoh emas!"
"Tokoh emas?" Tanya Rangga kebingunan.
"Hiks, diam saja deh. Aku ingin jual berlian mahkotaku lalu itu kita ke hotel," kata Anna senang.
"Hotel? Apa itu?"
Anna memukul kepala Rangga karena terus bertanya, tuk....."Astaga Rangaaaaa....Hotel ituuuuu tempat penginapan atau tempat tinggal mengerti? Hugh sabar sabar sabar akuuu hiks,"
"Adduuh....kenapa harus hotel. Oh iya bagaimana kalau kitaaa beli rumah aja pasti senang deh,"
"Nggak, kenapa? Karena aku ingin banget kembali ke korea soalnya aku sangat rindu dengan ayahku juga saudaraku,"
"Benarkah.....jadi akuuu. Hah kamu mau ninggalin aku ke korea? Jangan aku masih belum tahun banyak tentaaang....." Rangga mulai mengomel.
"Hiks emangnya kamu pikir kalau aku ingin ninggalin kamu! Itu tidak akan terjadi Ran. Ayo kita sama-sama ke korea." Kata Anna.
"Makasih yah."
Anna menyihir pakaian Rangga yang di pakai menjadi model seperti pengacara. "Zimsalabiiiiiiim.....wow kamu tambah gampan banget Ran! Pakaian mu kamu seperti pengacara,"
"Pengacara! apa itu?"
Rangga jadi kagum melihat dirinya begitu tambah tampan dan imut karena memiliki 2 lesung pipi di pipinya "Woah aku tambah percaya diri nih,"
"Ya, ayo kita ke Mall biar romantis gitu sambil gandengan tangan,"
Sampailah Rangga dan Anna di mall. Rangga begitu membuat Anna sedikit malu dan marah. Rangga membuka sepatunya lalu melewati batas pintu mall itu dan membuat wajah Anna sangat malu. "Dingin banget lantainya...."
Anna menoleh ke bawah dan melihat kaki Rangga tanpa sepatu, "Astaga Ranggaaaa......ambil sepatumu itu lalu pakai cepat bikin malu ajasih cepat cepat sebelum semua orang memperhatikan kamu.
"Aduuuh aku hari ini hari yang gawat hiks" Batin Anna.
Setelah Rangga memakai sepatunya Rangga takut naik eskalator dan memeluk Anna dengan erat.
"Kok tangganya bergerak. Aku takut naik begituan. Astaga ini membuat mataku tidak fokus," Kata Rangga wajahnya gugup dan ketakutan.
"Aduuuh Rangga! Lepaskan aku. Ini membuatku tidak nyaman di depan orang banyak. Tuh lihat orang-orang memperhatikan kita hiks lepaskan aku," Kata Anna akhirnya terlepas dari pelukan Rangga.
"Tapi Anna haruskah kita terbang saja! Biar cepat sampai,"
"Yang benar saja sih Ran! Kita ini tidak boleh ketahuan dan kamu harus pelankan suaramu. Hiks kecilkan sedikit suaramu ini memalukan," Anna.
"Baiklah tapi Anna aku tidak pintar, tangga bergerak itu! Nanti kaki ku kejepit gimana aghs nanti aku gagal tampan deh," Rangga.
"Ya Ampun ayoooo," Kata Anna menarik Rangga naik ke eskalator itu dan membuat tangan Rangga bergetar.
"Aku takut! Sumpah An,"
Beberapa menit kemudian Rangga dan Anna akhirnya sampai ke Tokoh Emas.
"Selamat Datang di tokoh emas kami. Mbak mau apa?" Tanya pemilik tokoh emas itu ke Anna.
"Wah cantik banget dia," Batin Rangga matanya fokus ke pemilik tokoh itu.
"Dasar dia!" Batin Anna mecubit pinggang Rangga sambil memelototinya
"Maaf An!" Rangga.
"Saya ingin menjual mahkota ku bu! Kira-kira harganya berapa yah?" Kata Anna sambil memberikan mahkotanya.ke pemilik tokoh itu.
"Tunggu dulu mbak yah, saya tes dulu."
"Anna apa ayahmu tidak marah?" Tanya Rangga ke Anna.
"Marah kenapa?"
"Tuh lihat mahkotamu,"
"Sudahlah jangan di pikirkan santai saja,"
Beberapa menit kemudian.
"Mmm....saya mau," Kata Anna ke pemilik tokoh itu dan akhirnya akhirnya memutuskan menjual berlianya dengan harga sebesar Rp.270 juta.
Setelah Anna menjual mahkotanya Anna belanja pakaian untuknya dan juga untuk Rangga. Sore telah tiba Rangga dan Anna sudah ada di Hotel.
"Selamat datang di hotel Emerland Surabaya." Ucap pelayan hotel cantik itu ke Rangga dan Anna.
"Aduuuh mbak hotelnya juga cantik," Batin Rangga.
"Saya pesan 2 kamar mbak yah," Kata Anna.
"Baik, mari saya antar ke kamar anda,"
Anna dan Rangga mengikuti pelayan hotel itu dari belakang untuk menuju ke kamar yang akan di tempati Rangga dan Anna. Rangga tidak berhenti melihat pelayan itu karena tubuhnya sangat seksi dan langsing.
Anna mencubit pinggang Rangga lagi, "Awas yah matamu akan kucopot nanti," Bisik Anna ke Rangga.
"Maaf maaf aku tidak mengulanginya lagi okeee," kata Rangga ke Anna.
"Ini kamar buat anda nuna dan juga.....oh iya apa kalian pacaran?" Tanya pelayan itu.
"Em iya!" Anna.
"Oh pacarmu tampan banget nuna. Siapa namanya?" Tanya pelayan itu.
"Salam kenal namaku Rangga Chiko," Kata Rangga penuh semangat sambil melambaikan tangan ke pelayan itu.
"Hiks," Anna cemburu lalu melihat Rangga dengan pelayan itu lalu masuk ke kamarnya.
"Oh Rangga. Baik ini kamar anda berhadapan kamar kamar nuna. Baiklah kalau begitu saya permisi dulu yah." Kata pelayan itu lalu pergi.
"Aduh Anna marah lagi." Batin Rangga wajahnya kembalii muram lalu masuk ke kamarnya.
Malam sudah tiba Anna keluar dari kamarnya lalu mendekati pintu kamar Rangga.
"Kok dia tidak mencari aku sih. Apa jangan-jangan dia sangat suka dengan si pelayan hotel itu hiks." Batin Anna ingin mengetuk pintu kamar Rangga tapi tiba-tiba Rangga membuka pintu kamarnya.
"Ups Anna, kamu kenapa berdiri disitu?" Tanya Rangga sedikit terkejut.
"Ak akuu baru keluar dari kamarku," Anna.
"Kamu bohong yaaaah,"
"Tidak kok, kamu itu kenapabsih sudah berapa kali aku bilang sama kamu. Jaga mata jaga mulut di depan wanita cantik awas yah kali ini aku tidak bercanda ingin mencopot matamu," kata Anna sedikit marah.
"Aku tahu.....Kamu cemburu yah? Benar kan?" Tanya Rangga sambil mengusap Rambu Anna.
Anna kambali tersenyum lalu mencubit pinggang Rangga lagi, "Hiks sudahlah ayo kita pergi makan!"
"Dimana?" Tanya Rangga. "Ke restoran bagus mmm pasti menunya sedap dan lezat,"
"Ap apaaa.....kenapa kamu tiba tahu kalau Restoran itu adalah tempat makan?" Tanya Anna sedikit terkejut.
"Itu Jenny pernah membawaku ke restoran makananya di sana sangaaaaat enak,"
"Jenny jenny lagi aghs. Disini juga ada tempat makan ngapain jauh-jauh ke restoran ayo," Anna.
"Baiklah apa disini ada nasi goreng?" Tanya Rangga lagi.
"Nasi goreng....yah semuanya lengkap."
Setelah Anna dan Rangga makan malam, Anna keluar dari Hotel dan pergi jalan-jalan ke taman yamg ada di depan hotel itu.
"Anna!" Rangga.
"Ya ada apa?" Tanya Anna.
"Kenapa kamu bisa seperti manusia modern jaman sekarang padahal kamu adalah Peri Hutan?"
"Hahaha....aku sudah hidup 1000 tahun dan aku sudah menikmati semua negara yang ada di dunia ini,"
Rangga terkejut. "Ap apaaaa.....semua negara di dunia ini. Wow kamu keren pantesan bahasamu kekinian banget yah,"
"Bahasamu juga kekinian tapi kamu tidak tahu apa yang ada di perkotaan ini seperti hotel, hiks apalagi tadi buka sepatu di mall bikin malu aja," Anna. "Rangga bagaimana kalau kita pergi piknik besok! Pasti seru hahs...... aku sudah lama tidak lernah ke pantai,"
"Oke! siap."