FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 39 Asal mula mereka menjadi peri! part 1.



"Jika kamu tidak ingin sedih atau hatimu sakit maka berhentilah membahas pacarmu. Biar kuhitung satu dua tiga lupakan dia." Kata Rangga ke Anna.


Anna menarik nafasnya dalam-dalam. "Baiklah."


"Padahal itu adalah kamu Ran!" Batin Anna. "Hah aku punya ide! Biar aku buktikan lagi ke Rangga kalau aku ini adalah peri. Pasti Rangga sangat terkejut." Kata Anna mulai menjahili Rangga.


"Rangga bolehkah kamu menutup matamu. Sekarang juga." Kata Anna ke Rangga.


"Apaan, jangan macam-macam yah!"


"Astaga, ayolah aku itu baik kok."


"Tunggu, nama kamu Anna kan?"


"Iya! Namaku Anna. Sekarang tutulah matamu."


Rangga mulai menutup matanya kemudian Anna mengubah dirinya menjadi peri lalu berbisik ke telinga Rangga.


"Bukalah matamu sekarang!!!" Kata Anna sambil berdiri di pundak Rangga lalu membisiknya lagi. "Ini aku Ran!"


Rangga membuka matanya lalu ketakutan karena mengira Anna hilang.


"Anna. An, kamu dimana." Kata Rangga lalu berdiri. "Jangan buat aku takut deh, aku tahu aku ini roh tapi begitu, aku sangat takut dengan hantu."


"Anna, ayolah....kamu dimana."


"Aku berada di pundak kirimu Ran!" Kata Anna.


Rangga begitu terkejut melihat Anna sedang duduk di pundaknya.


"Hey! Kamu siapa?" Tanya Rangga ke Anna.


"Aku Anna!" Teriak Anna ke telinga ke Rangga.


"Apa! Aku tidak percaya kalau itu adalah dirimu An." Rangga.


Anna mengubah dirinya menjadi seperti manusia dan membuat Rangga semakin terkejut dan panik.


"Tadaa....ini aku Anna si peri cantik!" Kata Anna ke Rangga.


"Ap apa....Peri, jadi kamu adalah makhluk mungil yang bisa menjadi manusia? Ternyata peri itu ada." Kata Rangga ke Anna.


"Benar, Aku ini peri yang cerdik dan sangat cantik." Kata Anna begitu percaya diri dihadapan Rangga.


"Wow...aku kagum melihat kamu Anna."


Anna semakin bahagia dan sangat ceria karena Rangga habis memujinya.


"Terima kasih." Ucap Anna lalu tersenyum lebar di hadapan Rangga.


"Ketika hidupku dengan Rangga seperti terulang kembali! Aku harus memulai cara hidup yang lebih baik dan tidak ada lagi kenyataanku denganya yang buruk." Batin Anna.


"Em aku ingin kamu....memanggilku Anna si peri cantik. Kali ini saja, aku ingin dengar itu Ran!" Kata Anna ke Rangga.


"Baiklah, hay....Anna si peri cantik. Kamu secantik bidadari." Ucap Rangga ke Anna sambil tersenyum dan membuat Anna semakin jatuh hati ke Rangga.


"Aku senang mendengar kamu berkata itu Ran!" Anna.


"Haruskah aku selalu memanggimu seperti itu?" Tanya Rangga.


"Oh tidak usah. Panggil saja aku Anna." Jawab Anna hampir saja malu dan wajahnya sedikit memerah.


"Baiklah, ngomong-ngomong sih An! Kenapa kamu bisa menjadi peri?" Tanya Rangga.


"Dulu...aku adalah manusia."


.............


Anna menceritakan ke Rangga tentang asal mulanya menjadi peri.


1000 tahun yang lalu, saat umur Anna 17 tahun sebelum menjadi peri. Anna kehilangan orang tuanya karena dibunuh oleh pemilik kampung itu karena tidak mematuhi peraturan di tempat tinggalnya. Anna tidak tahu harus bagaimana lagi tanpa orangtua dan keluarganya. Dulu Anna begitu sangat baik dan rajin membantu kedua orangtuanya.


"Aku harus bagaimana lagi. Kudengar gadis-gadis yang masih perawan disekirarku hamil padahal belum menikah." Batin Anna sambil menangis ketakutan dirumahnya sendirian.


Beberapa menit kemudian tiba-tiba seorang laki-laki mabuk yang menorobos masuk kekamar Anna.


"Jangan dekati aku." Kata Anna semakin ketakutan.


Anna memukul kepala laki-laki itu dengan balok papan kemudian lari menuju kehutan dalam yang ada dikorea. Tibalah Anna dihutan itu Anna ketakutan karena suara-suara pohon dicampur hewan hewan buas begitu sangat menyeramkan.


"Kenapa aku masuk kehutan ini. Kata ibuku dulu kalau hutan ini memiliki pernghuni yang garang." Batin Anna lalu duduk berdiam diri dibawah pohon yang begitu sangat besar. Semenit kemudian Anna sagat lapar karena seharian tidak makan setelah orangtuanya meninggal.


"Aku lapar sekali. Haruskah aku mencari makanan di hutan ini. Tidak! Kata ayahku pernah bilang jangan ambil makanan nanti itu adalah milik penghuni hutan ini." Batin Anna lalu menyentuh perutnya. "Aku sangat tidak tahan lagi."


Beberapa jam kemudian, malam telah tiba begitu sangat terang karena cahaya bulan dan bintang-bintang bagitu terang dan dihadiri ribuan kunang-kunang. Anna melihat keatas sambil menatap bintang-bintang yang betuknya seperti manusia bersayap.


"Wah bintangnya bagus banget. Andaikan aku punya sayap pasti aku sudah terbang jauh sambil menikmati indahnya bumiku. Aku percaya bumi itu bulat dan Tuhan itu ada." Batin Anna lalu terbaring lemas sambil menatap langit itu yang dihiasi dengan bulan dan bintang-bintang.


"Tuhan, Malam ini sebentar lagi aku menutup mataku dan malam ini aku ingin bermimpi bahwa aku mempunyai sayap seperti malaikat." Doa Anna lalu menutup matanya. "Aku rasa... besok aku sudah tiada karena kelaparan."


Beberapa menit kemudian, Anna tiba-tiba menjadi Peri yang sangat mungil dan cantik. Tibalah penghuni hutan itu datang ternyata dia adalah Tuan HaeJoon. Tuan Haejoon dan Tuan Wong adalah peri pertama sebelum Anna dan Jinny juga Haruto si peri Air.


"Gadis ini... sangat beruntung sepertiku dikutuk menjadi peri hutan. Baguslah akhirnya doamu terkabulkan." Kata Tuan Haejoon lalu membawa Anna kerumahnya yang terlatak di hutan dekat Pulau Jeju.


Ke esokan harinya Anna akhirnya sadar dan terkejut karena melihat dirinya sangat mungil dan mempunyai sayap di belakangnya.


"Akhirnya kamu sudah bangun. Ayo makan." Ucap Tuan Haejoon ke Anna.


"Aku masih hidup! Padahal semalam aku benar-benar sudah mati." Kata Anna lalu tidak sengaja menunjukkan dirinya dihadapan cermin yang letaknya tepat di dekat jendela.


"Haaaaaa.....kenapa tubuhku kecil. kenapa rumah ini sangat besar dan cantik." Teriak Anna panik melihat dirinya. "Kenapa dibelakangku ada sayap. Dan kamu siapa?"


"Kamu adalah peri!" Kata Tuan Haejoon ke Anna.


"Apa...apaitu peri?" Tanya Anna.


"Peri itu adalah makhluk yang mungil dan kamu juga bisa mengubah dirimu menjadi manusia."


"Hah apa jangan-jangan ini cuma mimpi kan?" Tanya Anna kebingunan ke Tuan Haejoon.


"Ini bukan mimpi. Ini nyata."


"Apa, benarkah.....," kata Anna lalu menampar wajahnnya. "Astaga ini benar-benar nyata."


Satu minggu setelah Anna kehilangan orangtuanya. Anna memutuskan untuk menjadi putri Tuan Haejoon karena wajah Anna selalu muram tidak berhenti memikirkan kedua orangtuanya. Anna sedang duduk di pinggir pulau jeju tiba-tiba Tuan Haejoon datang membawa Kucing lucu untuknya.


"Anna kamu kenapa? Hari-harinya kamu selalu muram." Kata Tuan Haejoon lalu memberikan kucing itu ke Anna.


"Nih Kucing untuk kamu. Semoga suka yah."


"Terima kasih Tuan. Oh iya. Aku sedih karena tidak berhenti memikirkan orangtuaku."


"Emm. Apakah oraangtuamu itu hidup dengan baik?"


"Tidak, sama sekali Tuan. Dulu Ayahku selalu menganiaya ibuku sedangkan ibuku selalu mencuri makanan agar ayahku berhenti menyiksanya. Aku begitu salah taunya hanya diam saja karena perintah ibuku. Tiba-tiba pemilik kampung itu marah kemudian membunuh kedua orangtuaku karena tidak mematuhi peraturan di kampung." Kata Anna sambil menangis.


"Sudahlah jangan menangis."


"Haruskah aku menjadi ayah gadis itu! kupikir dia butuh ayah."


"Anna....,"


"Ita Tuan!" Anna.


"Maukah kamu menjadi Annakku. dulu aku juga punya Anak sepertimu tapi dia sudah mati karena banyak dosa kepadaku."


"Aku ingin Tuan."


"Baguslah. berhentilah sedih dan muram. yah!"


"Siap Tuan! maksudnya Appa.....,"


"Mari kita hidup dengan damai!"


***Bersambung...


Please jangan lupa Like,Vote,Rate, dan komentar yah***!!!!.....