FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 5 kenapa para pendaki itu baik-baik saja?



Tengah malam tibaa para pendaki ada 5 orang yang sedang istirahat di perbatasan Desa. Nama mereka adalah Sinta, Kiki, Arga, Yoyo, dan Joko. Mereka bertengkar karena salah arah habis pulang dari penggunungan.


"Tadi waktu kita menuju ke gunung ada banyak pita yang sudah ku ikat di pohon tapi malah pitanya hilang," kata Yoyo marah besar.


"Apa jangan-jangan kita salah arah? Karena tadi saat kita pulang dari gunung kupikir kita jalan ke arah terbitya matahari itu," kata Arga ngeluh dan capek.


"Aghs kita terjebak. Apa yang harus kita lakukan. Makanan kita juga habis," kata Sinta.


"Tunggu aku disini.... aku ingin pipis sebentar jangan tinggalin aku yah," kata Yoyo beranjak pergi.


Beberapa menit kemudian ada 20 menit Yoyo tidak kembali-kembali.


"Aduuh Yoyo dimana nih, lama banget. Nambah emosi pula aghs," kata Joko hampir emosi karena terjebak di tengah hutan.


"Kawan-kawan dengar dulu nenekku bilang kalau disini ada Desa yang tersembunyi, kupikir Desa ini ada disekitar kita," kata Kiki kepada teman temanya.


"Jangan banyak ngeles aja nanti desanya dah Horor gitu," kata Sinta ke Kiki.


"Aduh Yoyo dimana sih nggak kembali juga lamanya,"


Haaaaaaaargh.....suara teriak Yoyo dari kejauhan sampai-samapi temanya terkejut dan panik.


"Kawan-kawan itu barusan suara Yoyo kan?" Joko.


"Yah aku mendengarnya astgaa," kata Kiki ketakutan.


"Ayo kita temukan dia," Kata Arga ke kawan-kawanya.


"Jangan-jangan.....kurasa dia sedang diburuh," Kata Joko mulai ketakutan.


"Joko, Yoyo itu sahabat kita dari kecil kan? Kamu kenapa sih ayo kita temukan dia cepat. Ayolaaaah," Arga emosi dan tidak tahan ingin memukul Joko.


"Kamu kenapa sih Arga, didengar dari suaranya saja sepertinya dia dibunuh,"


"Omong kosong kamu," Kata Arga begitu marah.


Prok.... Arga meninju wajah joko sampai lebam.


"Berhenti berhenti....kok pada brantem sih. Lihat kita dah terjebak Yoyo nggak kembali-kembali terus kamu ingin brantem mati matian disini. Hutan disini bahaya jangan ribut ribut. Hush, kata Kiki ke Joko dan Arga akhirnya mereka berhenti berkelahi.


Beberapa menit kemudian para kawanan itu memasang tendanya di tengah hutan dan tidak mencari Yoyo temanya karena ketakutan. Setelah itu tiba tiba Yoyo datang dengan wajah yang pucat.


"Hay kawan, aku kembali. Maaf membuatmu lama menunggu," kata Yoyo suaranya tidak seperti biasanya.


Arga dan joko langsung memeluk sahabatnya yaitu Yoyo.


"Kok tubuhmu dingin banget sih Yo, mana tas kamu? Maafkan aku tidak mencarimu tadi," kata Arga terlihat sedih.


Joko memegang wajah Yoyo begitu dingin, "kok kamu pucat banget sih kawan dingin pula, apa kamu baik-baik saja," kata Joko ke Yoyo terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja. Kenapa kalian memasang tenda di tengah hutan ini sebaiknya kita pulang saja aku sudah mendapat jalanan keluar dari hutan ini,"


"Benarkah! Jangan canda dong Yo hehe," kata Kiki.


"Sinta dimana?" Tanya Yoyo ke kawan-kawanya.


"Dia sedang tidur di tenda," kata Kiki ke Yoyo lalu beranjak menemui sinta di tendanya lalu membangunkanya.


"Sin sinta bangun, Yoyo sudah kembali,"


"Maafkan aku buat kamu khawatir Sin," kata Yoyo sambil memeluk erat Sinta dan membuat Arga, Kiki, dan Joko terkejut.


"Ada apa dengan kalian berdua kok mesra banget berpelukan," kata Arga.


"Kenapa tubuhmu dingin banget Yo? apa kamu sakit?" Tanya sinta telihat khawatir lalu melepaskan Syalnya dan memasangkan ke leher Yoyo.


"Aku baik-baik saja kok. Maaf kawan-kawan Kiki, Arga dan Joko..... aku tidak meberitahumu dari dulu sebenarnya aku dan sinta sudah 3 bulan pacaran,"


"What....yang benar saja sahabat...kenapa tidak memberitahu aku dan Joko kalau kamu punya pacar 3 bulan lalu biar kita kompak jadian. padahal aku punya gebetan." kata Arga ke Yoyo.


"Betul kata Arga. Aku juga punya gebetan di itu selebrity aghs yang benar saja sih Yo padahal aku udah nggak tahan nembak dia!" kata Joko.


"Tidak ada waktu lagi untuk bicara banyak. Cepat bereskan peralatanmu lalu kita pergi aku sudah mendapat jalan pulangnya," kata Yoyo ke Kawan-kawanya.


"Baiklah,"


Setelah mereka membereskannya mereka siap-siap untuk pulang. Beberapa jam kemudian matahari sudah hampir terbit dan para pendaki itu sudah ada di perbatasan hutan yang dia laluli.


"Kita sudah sampai. Jadi pulanglah maafkan Yoyo tidak bisa kembali," kata Yoyo.


"Maksud kamu apa Yo. Ayo kita pulang matahari sudah terik," kata Arga ke sahabatnya.


Yoyo bmembisik Arga ke telinganya, "Jaga sinta, dan jangan buat dia sedih oke,"


Arga terkejut, "Maksud kamu apa kawan,"


"Kawan kawan semua, semoga kamu sukses selalu yah. Aku akan kembali ke hutan itu lagi," kata Yoyo ke kawanya begitu wajahnya terlihat sayu.


Sinta langsung mendekati Yoyo dan mengenggam tanganya, "Yo, ayo pulang ngapain kembali ke hutan lagi disana kan bahaya dan banyak binatang buas,"


"Kawan-kawan sebenarnya aku bukan lagi manusia," kata Yoyo membuat kawan-kawanya syok dan ketakutan.


Sinta langsung melepaskan genggaman tanganya dari Yoyo lalu kembali mendekati Kiki, "Lalu kamu siapa, apa kamu sudah mati?" Tanya Sinta menangis lagi dan hatinya seperti teriris.


"Maafkan aku kawan, Aku habis digigit Vampir Semalam. Aku adalah Vampir. Jadi pergilah secepatnya sebelum Vampir yang lainya memburuh kalian. Cepatlah mereka sudah ada di dekat kita. Pergilah,"


Sinta menangis histeris lalu kembali memeluk Yoyo, "Ti tidaaak... kenapa kamu seperti itu. Padahal kemarin di puncak Gunug itu kamu beru saja melamarku dan menikah minggu depan," kata sinta memeluk erat Yoyo dan tidak ingin melepaskanya.


"Arga jaga dia oke jangan buat dia sedih buat dia bahagia seperti kamu membahagiakan aku dari kecil, Arga lepaskan Dia dari pelukanku,"


"Tidak tidaaak Yoyo," tangisan Sinta begitu sangat tersedu sedu.


Arga melepaskan Sinta dari pelukan Yoyo sahabatnya lalu pergi.


"Selamat tinggal kawan, maafkan aku..." Batin Yoyo ke kawan kawan dari kejauhan lalu kembali kehutan menemui sekumpulan Vampir itu di dekat Desa.


"Mereka sudah selamat Tuan. Terimah kasih sudah membebaskan kawan kawanku dan kembali ke asalnya kata Yoyo ke dalang Vampir itu.


"Hahaha kenapa kamu ingin sekali diburuh tadi dan gigit olehku,"


"Karena ini demi sahabatku tuan aku rela berkorban,"


"Sekarang tugasmu untuk menjadi anak buahku dan menjaga perbatasan desa ini jika kamu menemukan manusia jangan bebaskan dia kenapa? Karena kamu tidak memakan makanan makanan lagi tapi kamu sudah menjadi Vampir dan menghisap darah manusia,"


"Ya tuan," kata Yoyo ke Tuanya sepertinya Yoyo tidak ingin menjadi jahat seperti vampir lainya.