
"Ka kamu salah paham An!....." Kata Rangga gugup.
"Aghs sudahlah Rangga aku sudah muak. Kesabaran aku sudah habis. Kamu itu membuat aku tidak nyaman. Kamu tidak seperti dia. Kamu itu kenapa sih!" Kata Anna marah besar.
"Tunggu..... dia! Siapa itu?" Tanya Rangga.
"Sudahlah, kamu pilih saja dia karena kamu sama-sama manusia kan. Semoga harimu selalu bahagia dengan dia. Kita akhiri di sini saja." Kata Anna tiba-tiba menangis.
"Nuna kamu salah paham dong nun, ak aku....kesini untuk membawakan Rangga....."
Anna membuang kadonya ke Rangga, "Cukup, Rangga jaga diri baik-baik mulai sekarang kita bukan lagi pasangan. Titik." kata Anna lalu kembali ke kamarnya.
"An, Anna aduuuh bagaimana nih Anna marah lagi," Rangga.
"Aku juga tidak tahu. Haruskah aku menemuinya lagi?" Kata pelayan itu ketakutan.
"Tidak usah biar aku aja. Kamu pergilah, biar aku yang beritahu dia,"
"Baiklah kalau begitu....Aku pergi dulu," Kata pelayan itu lalu pergi.
Rangga membuka kado itu dari Anna. "Ini Buku!" Batin Rangga lalu keluar dari kamarnya.
Tok tok tok....
"An Anna buka pintunya doang, kamu salah paham. Pelayan itu cuma membawakan aku buku novel karena aku ingin membaca," kata Rangga di depan pintu Anna.
"Aku nggak percaya sudahlah Ran, kamu itu nyeselin aja deh pokonya. Kamu itu dari pertama kita ketemu sampai sekarang selalu membuat aku marah dan menangis," kata Anna di balik pintu kamarnya sambil menangis. "Pergilah jangan ganggu aku lagi. Mulai sekarang jangan sapa aku jika kita bertemu,"
"Tidak an! Kamu benar-benar salah paham doang,"
"An anna....Anna dengar aaku an anna...."
Rangga kembali ke tempat kamarnya lalu membaca buku yang di beri Anna tadi.
Malam telah tiba, Rangga ingin keluar untuk mengetuk pintu kamar Anna lagi. Rangga ingin membuka pintunya dan melihat selembar surat yang terselip di bawah pintunya. Rangga mengambil surat itu lalu membacanya setelah itu wajah Rangga menjadi sedih membaca surat itu karena isinya membuatnya terharu.
"Buat Rangga yang tersayang si hobi suka membaca buku novel, komik dan menulis cerita. Aku membelikanmu KBBI (kamus besar bahasa indonesia) agar kamu banyak mengerti arti dari kata-kata yah supaya itu memudahkan kamu untuk menulis yah. Dan aku juga membeli satu buku novel romantis dan satu komik bertema horor.Jangan cari aku lagi hiduplah dengan baik, jaga diri baik-baik dan lupakanlah aku. Maaf yah aku.... pergi ke korea meninggalkanmu sendiri huh jujur saja kalau aku tidak hanya cemburu tapi juga marah hiks kamu itu bodoh deh. Mau aku cuma.......kamu itu fokus ke aku aja dong. Makasih yah sudah bersamaku itu aja daah.....Rangga jangan marah yah nama ibumu itu..... sebenarnya adalah Anna bukan Yunita."
Rangga terkejut dan ada rasa kecewa setelah membaca isi surat itu yang ditulis dari Anna. Rangga tiba-tiba mengingat semua ingatanya yang pernah di hapus oleh Anna waktu itu dimana Rangga pertama kali bertemu Peri hutan itu, Bertemu Yoyo, ibu Rangga pernah mengungkapkan nama aslinya ke Rangga kalau namanya adalah Anna, dan juga Tuan Kaka.
Rangga tiba-tiba terjatuh karena kepalanya pusing karena ingatanya kembali. "Aduh, kepalaku sakit banget hiks." Batin Rangga lalu merobek surat itu yang ditulis dari Anna.
Pagi telah tiba Rangga keluar dari kamarnya lalu mengetuk pintu kamar Anna lagi.
Tok tok tok......
"Anna apa kamu sudah pergi. Jangan tinggalkan aku An! Aghs," kata Rangga sambil menyentuh kepalanya karena pusing. "Aduh kepalaku sakit banget,"
Tiba-tiba pelayan hotel itu lagi datang menemui Rangga.
"Rangga kamu kenapa? Kok wajahmu pucat banget. Ayo kita kerumah sakit!" Kata pelayan itu ke Rangga khawatir.
"Nggak, aku tidak peduli dengan sakitku hiks. Tolong buka pintu kamar Anna kupikir dia masih ada di dalam cepat!" Kata Rangga sedikit kecewa.
"Baiklah," kata Pelayan hotel itu sambil membuka pintu kamar Anna.
Rangga langsung masuk dan mencari Anna ternyata sudah pergi karena melihat jendela kamarnya terbuka lebar. "Anna anna kamu dimana. Aduuh jangan tinggalkan aku. Anna ku mohon jangan pergi, kembalilah Anna." Kata Rangga sambil berlutut di dekat jendela kamar Anna. "Annaaa jangan tinggalkan aku...." Teriak Rangga sambil menangis.
"Maaf sebenarnya aku...bertemu Anna sebelum dia pergi Ran!" Kata Pelayan itu wajahnya terlihat gugup.
"Ap apa....apa yang dia katakan kepadamu?"
"Dia menyuruh aku untuk menjagamu Ran! Dia khawatir kamu akan susah. Dia hanya pergi untuk sementara saja jadi jangan khawatir,"
"Tidak Ran! Aku tidak akan keluar. Dengar, ini perintah pacarmu. Anggap saja aku ini temanmu Ran! Aku sudah bilang ke dia kalau itu semua salah paham dan dia akhirnya percaya Rangga," kata Pelayan hotel itu wajahnya sedih. "Kamu ini orang baru dari desa dan kamu baru pertama kali masuk ke perkotaan jadi....aku akan menjagamu sampai pacarmu kembali atau kamu mau aku membawamu pergi ke rumah pacarmu meskipun rumahnya ada di negara lain. Jadi.....percayalah kataku Ran,"
"Tadi kamu bilang Anna sudah percaya kalau ini semua salah paham tapi....kenapa Anna pergi meninggalkan aku?"
"Karena dia bilang aku ingin pulang karena saudaraku mencariku,"
"Kenapa saudaranya datang?" Tanya Rangga.
"Aku juga tidak tahu! Lalu itu dia pergi begitu saja,"
"Apa kamu melihat saudaranya?"
"Tidak aku tidak melihatnya. Jadi.....jangan marah, aku akan mengabulkan apa maumu Ran!"
"Aku ingin kamu bawa aku ke korea secepatnya."
"Emm nama kamu siapa?" Tanya Rangga.
"Ini belum bisa Rangga kenapa? Karena kamu belum punya KTP dan paspor juga kamu harus punya surat-surat lengkap seperti kartu keluarga dll."
"Mmm nama aku Putri Kayla panggil saja aku Kayla,"
Rangga berdiri dan mendekati Kayla lalu membisiknya, "Aku ingin bersamamu tapi.....jangan ada kata cinta di antara kita! Kayla,"Kata Rangga ke Kayla lalu beranjak pergi ke kamarnya.
"Tunggu Ran! Apakah kamu pernah berfikir bahwa aku menyukaimu?"
"Apa....pernah, tapi itu kupikir seakan akan kamu ingin merayuku saat kita pertama kali bertemu dan kamu tiba-tiba ingin tahu namaku,"
Wajah kayla langsung menjadi malu dan juga menyuruh Rangga kembali kekamarnya. "Kembalilah ke kamarmu dan mulai besok sore kamu tidak disini lagi." Kata Kayla lalu beranjak pergi.
"Hahgs Wajah malunya dia....lebih parah daripada Anna hiks kuharap hidupku ini bukan cinta segitiga," Batin Rangga lalu kembali ke kamarnya.
Ke resolakan harinya Rangga sedang duduk di sofa sambil membuka bukunya yang di beri dari Kayla. Rangga tiba-tiba terkejut melihat nama penulis dibuku itu sama dengan nama ibunya, "Penulisnya adalah Anna, Hiks aduh.......Buat apa aku mengingat semua ingatan ini! Aku tidak peduli sama sekali aghs. Tapi ada yang janggal, hah kupikir ibuku....suka menulis novel jadi mungkin ibuku ada di tokoh buku ity. Aku harus pergi mencarinya." Batin Rangga keluar dari kamarnya lalu pergi menemui Kayla.
Rangga tiba-tiba melihat Kayla keluar dari hotel, "Kayla kayla tunggu. Kamu mau kemana," Teriak Rangga lalu mendekati Kayla. "Kamu mau ke mana kok pakaianmu berubah?"
"Aku mau pulang ke rumah. Kenapa kok wajahmu seperti...apa yah!." Kayla.
"Kenapa kamu pulang apa kamu tidak lagi bekerja disini?" Tanya Rangga.
"Hiks aku tidak berhenti tapi hari ini aku libur. Oh iya apa kamu ingin ke rumah aku sekarang!" Kata kayla tiba-tiba terlihat senang.
"Temani aku tokoh buku yang paling terkenal disini!"
"Dugaanku salah hiks." Batin Kayla. "Kenapa? Disini banyak tokoh buku Rangga. Semuanya itu terkenal lah,"
"Apa yah hiks. Oh iya buku yang kamu berikan ke aku kamu beli dimana? Aku ingin menemui pemilik tokoh buku itu,"
"Ayo, aku temani kamu ke tokoh itu!" Kata kayla lalu masuk ke mobilnya.
"Kok mobilmu terlihat bagus banget Kayla. Kupikir kamu itu... "
"Hush diam saja. Mobil ini ada rekaman tersembunyi yang bisa di dengar oleh ayahku,"
"Kenapa?"
"Karena ayahku tidak suka aku di dekati cowo-cowo! Mulai sekarang diam hush,"
"Apaan sih. maksudnya," Batin Rangga kebingunan.
Sampailah Rangga dan Kayla di tokoh buku itu Rangga terkejut.