
1 minggu kemudian, Anna merayakan ulang tahunya yang ke 1001 tahun lamanya. Tuan Haejon sengaja membuat Anna kesal seharian bersama Rangga dan Jenny begitu juga Haruto. Mereka semua membuat Anna marah dan menangis karena hari ini adalah ulang tahunya. Hari ini sudah memasuki musim Salju. Musim salju adalah musim yang tidak disukai Anna karena sangat dingin dan susah untuk berpanasan dibawah terik matahari. Anna bangun pagi sekali karena semalaman tidak berheti memikirkan ulang tahunya untuk besok.
"Huh, aku lahir dimusim salju tapi aku benci musim ini. Astaga hampir lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku! Yes, aku harus memberitahu ayah, jinny, dan Rangga." Batin Anna lalu pergi menemui ayahnya terlebih dahulu.
Ayah Anna sedang membuat kimbap sendirian didapurnya begitu banyak. "Kurasa kimbapnya sudah cukup. Hiks Anna barusan dia cepat bangun pagi' padahal dia selalu bangun kesiangan." Batin ayah Anna lalu menyembunyikan sebagian kimbapya di lemari makanan.
"Ayah....selamat pagi. Oh iya, ayah tahu hari ini apa?" Tanya Anna.
"Hari ini, hari minggu. Hari pertama turun salju lagi." Jawab Tuan Haejon pura-pura tidak mengingatnya.
"Hiks.... masa sih, ayah lupa." Kata Anna lalu menemui adiknya Jinny dikamarnya.
"Jinny." Teriak Anna lalu masuk ke kamar Jinny.
"Dimana sih Jinny ini. Hiks kok hari ini tidak ada satu orang pun yang memberiku ucapan ulang tahun! Padahal juga Haruto datang memberiku ucapan saja." Batin Anna mengeluh dan kecewa.
Anna kembali menemui ayahnya lagi. Ayah Jinny dimana?" Tanya Anna.
"Entah."
"Terus apakah ayah melihat Rangga? Biasanya dia setiap pagi selalu membantu ayah membuat sarapan. Dimana sih mereka?"
"Aduuuh. Anna kamu tuh masih pagi udah merepotkan aja. Pergi sana. Ayah sedang sibuk memmbuat sarapan."
"Aku bantu ayah boleh nggak?" Anna.
"Nggak usah. Pergi sana!"
"Lihat sih ayah. Masih pagi dah marah-marah. Huh aku harus ke rumah Haruto. Pasti Haruto mengingat kalau hari ini hari ulang tahunku." Batin Anna lalu beranjak kerumah Haruto.
Sesampailah disana Anna semakin marah karena rumah Haruto tertutup.
"Hiks...nyeselin aja sih huh. Mereka pada dimana yah! Kok hilang." Kata Anna kemudian beranjak kembali kerumahnya lagi.
Beberapa menit kemudian Anna sudah sampai dirumahnya dan terkejut melihat rumahnya terkunci.
"Ada apa ini. Kok pintu rumah tertutup semua!" Batin Anna wajahnya begitu emosional.
Tok tok tok...
"Ayah...buka pintunya.!" Teriak Anna sambil mengetuk pintu rumahnya.
"Hiks. Aku marah besar. Aku harus pergi ke Pulau Udo. Aku benci mereka karena mambuat hari menetasku buruk huh." Kata Anna lalu mengubah dirinya menjadi peri kemudian terbang menuju ke Pulau Udo dimana kakeknya Haruto tinggal.
20 menit kemudian Anna sudah sampai lalu mengubah dirinya menjadi semula. Di perjalanan menuju kerumah Tuan Wong' Anna tidak sengaja berpapasan dengan ibu-ibu yang begitu wajahnya sangat mirip ibunya Rangga.
"Oh Maaf nyonya. Ups ka kamu masih hidup!" Kata Anna begitu kaget melihat ibu yang sangan mirip dengan ibunya Rangga.
"Anna! Kamu sudah kembali. Apakah kamu masih bersama Rangga?" Tanya ibu itu ternyata dia benar-benar adalah ibu Rangga.
"Aduh kita punya nama yang sama. Aku bingun harus memanggil namamu." Kata Anna wajahnya begitu masih panik.
"Panggil saja aku Yunita." Kata ibu Rangga lalu memeluk Anna.
"Rangga masih bersamaku. Tapi aku tidak tahu sekaranh dia dimana."
"Bagaimana kamu bisa hidup?" Tanya Anna ke ibu Rangga.
"Aku dihidupkan kembali oleh seorang penjaga hutan. Dia melukai tanganya lalu meneteskan darahnya ke tulan-tulangku. Jadi itulah aku terlahir kembali." Jawab ibu Rangga lalu tersenyum bahagia.
"Jadi...kamu masih bukan manusia lagi?" Tanya Anna gugup.
"Aku bukan manusia dan juga bukan vampir!" Jawab ibu Rangga.
"Jadi.....Maksudnya kamu itu adalah sepertiku. Apakah benar kamu adalah peri hutan?" Anna.
"Benar. Singkat saja yang sebenarnya aku belum tahu kenapa aku bisa sepertimu."
"Baiklah. Ayo kita kerumah kakek temanku."
"Wow! Jadi ini yah. Hiks awalnya mengecewakan akhirnya Bahagia itulah yang kurasakan hari ini!" Batin Anna wajahnya kembali bahagia.
"Makasih buat kalian! Oh iya Rangga aku buat kejutan buat kamu. Nyonya masuklah" kata Anna lalu menyuruh ibu Rangga masuk kerumah Tuan Wong.
"Ibu..." Kata Rangga terkejut melihat ibunya.
"Rangga. Kemarilah ibu sangat rindu denganmu." Kata ibunya sambil menangis.
Rangga mendekati ibunya lalu menangis bahagia.
"Tuhan terima kasih sudah mempertemukan aku dengan ibuku kembali!" Batin Rangga.
"Rangga. Ibu senang kamu masih hidup." Ucap Rangga ke ibunya lalu berhenti menangis.
"Ibu juga."
"Apakah kamu masih suka membaca?" Tanya ibunya.
"Maaf, Rangga lupa!" Jawan Rangga lalu menggaruk rambutnya.
"Hiks. Ibu menyesal kamu tidak bisa menjadi penulis padahal kuncinya itu adalah belajar memahami kata kata atau membaca sebanyaknya dahulu agar karya bisa tertarik atau dipuji bagi peminat." Kata Ibu Rangga lalu mencubit pipi anaknya. "Tidak apa-apa. Ibu akan mengajari kamu menjadi penulis yang baik."
"Siap bu. Oh iya bagaimana ibu bisa bertemu Anna?" Tanya Rangga.
"Aku tidak sengaja berpapasan dengan Anna." Jawab Ibunya lalu membisik ke Rangga. "Ibu ini sudah menjadi peri seperti Anna. Hush!"
"Apa...aku iri deh! Oh iya, hari ini adalah hari ulang tahun Anna. Ayo kita sama-sama merayakanya."
Setelah mereka merayakan ulang tahun Anna. Rangga mengungkapkan rasa cintanya ke Anna dengan tulus. Rangga mendekati Anna lalu menyentuh kedua tangan Anna.
"Anna selamat ulang tahun. Singkat saja bahwa aku...benar-benar mencintaimu." Ucap Rangga ke Anna.
"Aku juga! Saranghaeyyo."
Beberapa menit kemudian Anna baru mengingat Jinny.
"Ada yang hilang. Jinny dimana kok nggak nampak-nampak dari tadi!" Batin Anna.
"Ayah Jinny diman.......'"
Tiba-tiba Jinny datang bersama member BTS.
"Hy kakak selamat ulang tahun. Nah lihat kado spesial untuk kakak adalah......Bangtan Sonyeondan silahkan masuk.
Para member BTS masuk dengan kompak mengucapkan ucapan untuk Anna sambil membawa kucing peliharaanya yang diberikan dari Anna waktu itu. Rangga mulai cemburu karena Anna mulai mendekati mereka sambil bernyanyi bersama.
"Ibu bagaimana kalau aku menjadi artis saja. Kupikir Anna sangat lebih menyukainya!" Bisik Rangga ke ibunya.
"Memangnya kamu pintar dance dan menyanyi?" Tanya Ibunya ke Rangga.
"Pastilah."
"Terserah kamu aja deh Ran! Kamu pasti cemburu yah hahaha." Kata ibunya Rangga sampai-sampai hampir semua orang di isi rumah Tuan Wong mendengarmya.
"Siapa yang cemburu?" Tanya Anna medengar perkataan ibu Rangga.
"Rangga!" Jawab Jinny.
Anna mendekati Rangga. "Jangan cemburu cintaku lebih besar untukmu sedangkan aku dan mereka hanya adalah penggemarnya."
"Terserah!" Kata Rangga lalu memalingkan wajahnya sambil tersenyum.
Bersambung....
Jangan lupa like vote rate komen yah!