FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 31 Pernikahan yang buruk tapi "Sah"



Empat hari kemudian akhirnya pernikahan Rangga dan Kayla sudah mulai. Pernikahan mereka begitu mewah dan juga dihadiri tamu undangan sangat banyak. Rangga gugup tidak berhenti memikirkan Anna.


"Saya terima nikahnya Kayla Putri Bin Han Hyun Bin dengan seperangkat alat sholat dan Mas kawin dibayar tunai!" Ijab Qabul Rangga dengan tangan yang gemetar sambil meneteskan air matanya.


"SAH alhamdulillah!"


"Maafkan Aku Anna. Aku terpaksa menikahi Kayla." Batin Rangga lalu memasukkan cincin ke jari manis kayla.


"Kuharap ini tidak akan terjadi apa-apa lagi." Batin Kayla lalu mencium tangan Rangga dan Rangga mencium Jidat Kayla.


.........


Tok tok tok.....


"Anna apakah kamu sudah bangun!" Teriak ayah Anna sambil mengetuk keras pintu putrinya. "Anna bangunlah jangan malas-malas bantu ayah membuat kimbap."


"Nih, anak sudah hidup ribuan tahun masih saja malas-malasan. Aduuuh Anna membuat aku pusing saja juga Jinny semua sama saja. Aghs." Batin Ayah Anna.


Beberapa menit kemudian Anna akhirnya keluar dari kamarnya lalu menemui ayahnya.


"Ada apa ayah? Kok tadi ketuk-ketuk pintu keras banget. Pada hal mimpi hampir saja tamat!" Kata Anna lalu minum.


"Hiks....mimpi mimpi terus. Cepat bantu ayah buat kimbap!"


"Aghs emangnya Jinny dimana ayah? Kok Anna terus yang buat kimbapnya." Kata Anna sambil mengeluh.


"Jangan malas-malas. Jinny pergi ke tokoh membeli sayuran."


"apa, Hiks....sejak kapan Jinny pergi? Padahal aku kemarin sudah bilang ke dia bahwa kita pergi bareng. Aghs Jinny membuat aku kecewa banget sumpah." Kata Anna lalu memukul meja makannya.


Buk....


"Tadi, Sebelum matahari terbit." Kata Ayahnya sambil mengulung kimbap. "Nggak usah marah. Sini bantu ayah buat kimbapnya. Ayah sudah lapar dari tadi."


"Baiklah." Kata Anna lalu membantu ayahnya membuat Kimbap.


Satu jam kemudian Jinny sudah datang sambil membawa sayuran dari Tokoh Vegetable.


Anna langsung memarahi adiknya lalu melempar satu buah wortel ke wajah adiknya. "Jinny kamu itu kenapa sih. Aku sudah bilang kemarin bahwa kita pergi bareng aghs."


"Kakak kakak. Tadi aku udah ketukin pintu kamar kakak berulang kali tapi kakak malah tidur mulu jadi aku tinggalkan aja sih kakak." Kata Jinny lalu menaruh sayuran itu ke meja makanya.


"Sudah sudah... masih pagi-pagi kerjanya bertengkar terus. Jinny sekarang kamu buat Kimchi bareng Kakakmu." Perintah Ayahnya lalu istirahat karena Kimbapnya sudah selesai dibuat dan siap untuk disajikan.


"Aku nggak mau bantuin Jinny. Aku capek sudah membuat Kimbap." Kata Anna lalu kembali ke kamarnya.


"Aghs kakak nggak peduli sama adiknya ini." Batin Jinny lalu membuat Kimchi.


"Rangga apa kamu baik-baik saja? Aku merindukanmu. Aghs haruskah aku menemui Rangga hari ini?" Batin Anna wajahnya jadi muram.


Beberapa jam kemudian Anna, Jinny, dan ayahnya sudah selesai makan pagi. Anna tidak sengaja menyentuh Jinny dan tiba-tiba bisa membaca pikiranya.


"Ayah, Jinny punya pacar! Aku baru saja habis membaca pikiranya, ayah percayalah padaku.." Teriak Anna lalu mendekati Ayahnya.


"Benarkah! Jinny apa benar, kamu berkencan? Sejak kapan kamu berkencan?" Tanya Ayahnya terkejut.


"Anyeo appa. Yang benar saja sih kakak. Jinny benar-benar tidak berkencan. Aghs appaaa, ayolah. Appa hapus aja kekuatan kakak yang suka baca pikiran orang. Itu membuatku iri sejak appa menhaous kekuatanku seperti kakak. Ayolah appa." Kata Jinny ke ayahnya.


"Anna minum ini," Perintah ayahnya menyuruh minum air putih dari botol emas. "Minumlah!"


Anna meminum air itu dari pemberian ayahnya, "Aku sudah meminumnya ayah." Anna.


"Baguslah akhirnya kamu tidak bisa membaca pikiran orang lagi!" Kata ayahnya lalu beranjak keluar dari rumahnya.


Anna terkejut, "Apa.....hiks ini semua karena kamu Jinny. Aduuuh gimana nih aku tidak bisa membaca ingatan Rangga lagi hiks."


"Rangga. Rangga itu siapa kak?" Tanya Jinny.


"Nggak usah tahu deh. Jinny jangan tanya ayah bahwa aku pergi dari rumah ini, Bilang aja yah Jin! Ke ayah bahwa aku pergi piknik ke Itaewon hanya 1 hari saja.....oke. Aku hanya ingin bertemu Rangga."


"Kakak kakak. Biarpun aku merhasiakan ini, ayah tetap saja bisa membaca pikiranku."


"Aku tidak peduli. Pokoknya aku harus pergi dari sini. daah sampai jumpa." Kata Anna tiba-tiba berubah menjadi kecil lalu terbang menuju ke Indonesia.


.........


"Kayla kamu......Tidak usah khawatir yah," Kata Rangga lalu mengenggam tangan Kayla.


Tiba-tiba Bima datang memberi kado untuk Kayla.


"Halo Kayla....Selamat yah." Ucap Bima lalu melambaikan tanganya kek Kayla.


Kayla terkejut karena Bima datang padahal Bima tidak undang. "Bim Bima...Kok kamu bisa datang ke pernikahan aku!"


"Ibu kamu yang mengundangku." Kata Bima lalu matanya berkaca-kaca.


"Aghs ibu."


"Aku yang menghamili Kayla. Bayi itu anakku jaga dia." Bisik Bima ke telinga Rangga.


"Dasar kau brengsek!" Teriak Rangga marah lalu meninju wajah Bima di depan oara tamu yang begitu banyak.


Brok bruk brok......


"Astaga Rangga sudahlah. Jangan buat malu dong." Kata Kayla lalu menampar wajah Rangga.


Brak.....


"Aduuuh. Kenapa kamu menamparku hah." Kata Rangga sedikit marah.


"Kamu itu bagaimana sih Ran! Ini membuat malu aja astaga hiks." Kayla.


"Ada apa dengan mereka, kok suami Kayla malah brantem dengan tamunya itu. Apa dia punya gangguan jiwa!" Kata tamu itu terkejut dan nada suaranya sedikit besar. "Astaga itu kan Bima! Sepupu Kayla"


.........


"Akhirnya aku sudah ada di indonesia. Welcome to Indonesiaaaa. Hiks aku harus mencari keberadaan Rangga. Pasti Rangga masih ada di hotel itu!" Batin Anna sudah tiba di Surabaya.


Beberapa jam kemudian Anna sudah ada di hotel diamana Rangga menginap.


Anna terkejut karena Rangga sudah pergi, "Apa....Rangga sudah pergi! Kemana dia?" Tanya Anna ke staf hotel itu.


"Maaf Nuna! Saya lihat Rangga pergi dengan Kayla." Kata Staf hotel itu gugup.


"Kayla....oh aku tahu dia. terimah kasih yah. Hiks hamoir upa! Alamat Rumah Kayla itu dimana?" Tanya Anna.


"Oh itu ada disekitar Jl. Ahmad Yani! Rumah kayla itu sangat cantik dan dipenuhi warna pink.


"Baik terima kasih kalau begitu aku pergi!" Kata Anna lalu beranjak menuju kerumah Kayla.


"Aghs. Rangga kok tega banget serumah dengan Kayla. Hiks ini membuatku cemburu! Aduuuh bagaimana yah!Jalanya sedikit liku-liku nih. Hah yang benar saja pakai greb kan mudah!" Batin Anna cemburu.


........


Rangga ingin memeluk Kayla tapi tiba-tiba ayah Kayla datang meninju wajah Rangga.


"Maafkan aku."


Brok...


"Kok kamu membuat acara kita jadi buruk Rangga. Aduuuh ini membuat malu aja karena kamu." Kata ayah Kayla sangat marah.


Kayla menarik ayahnya tapi malah ayahnya tidak sengaja mendorong putrinya lalu terjatuh dan pingsan.


Prok.....


"Astaga! Kayla kayla bangun." Kata Rangga sambil mengelus wajah Kayla. "Tuan, Kayla harus dibawa ke rumah sakit."


"Baiklah. Angkat dia sampai ke mobilku." Kata Ayahnya panik karena membuat putrinya pingsan.


"Astaga Kayla kamu pedarahan!" Batin Rangga panik. "Tuan Kayla pedarahan. Apa dia baik-baik saja?"


"Diam kamu!" Kata ayah Kayla sangat marah ke Rangga.


"Maaf semua para tamu bubarlah! Ini semua sudah selesai." Teriak Satpan Kayla.


Jangan lupa Like, Vote, Rate and Komen yah....