
Beberapa jam kemudian Anna sudah ada di rumahnya dan juga terkejut melihat ayahnya.
Lihat ayah sudah tiada kakak itu semua gara-gara kakak pergi jauh lupa pulang. Lihat lah ayah mati kelaparan dan juga selalu memikirkanmu!" Kata adiknya lalu menangis.
Anna menangis histeris melihat ayahnya sudah tidak bernyawa dan terbaring karena seharian malas makan dan kurang tidur memikirkan putrinya Anna padahal itu semua adalah hanya bohongan agar Anna bisa pulang.
"Ayah kenapa ayah meninggalkan aku? Ayah bangunlah ayah. Aku sudah datang aku sudah ada di samping ayah. Ayah bangunlah ayah ayolah." Kata Anna sambil menangis begitu tersedu-sedu lalu memeluk Ayahnya.
"Itu semua karena kakak, lihat ayah sudah tiada." Kata adiknnya sambil marah di dekat Anna lalu berpura-pura menangis.
"Kenapa semua salah aku hah, kenapa? Kamu seharusnya datang mencariku cepat-cepat. Dasar kamu sinting brengsek pula kerjanya menyanyi terus membaca terus sampai lupa waktu kalau ayah sedang sakit hiks." kata Anna ke adiknya.
Nama adik Anna adalah Jinny dia sidah hidup 700 tahun dan juga gemar membaca buku dan menyanyi. Jinny lebih jahil dari pada Anna juga Jinny begitu sangat susah diperdekatkan dengan kakaknya Anna karena dia selalu bertengkar walaupun hanya masalah sepele.
"Apa sinting brengsek hah. Ayolah Jinny tidak tahan lagi deh mari kita bertengkar saja sekarang. Ayo ayo hah kakak takut yah hayo," Kata Jinny lalu tiba-tiba menarik rambut kakaknya. "Rasakan ini tenagaku semakin kuat untuk melawan kakak yang sukanya pergi ke luar negeri sampai-sampai lupa pulang dasar aghs." Batin Jinny lalu berhenti menarik rambut kakaknya.
"Aduuuh lepaskan sudahlah rambut sakit tau!" Kata Anna lalu memukul kepala Jinny adiknya, "Rasakan pukulanku. Sakit kan hah."
Tiba-tiba Ayah Anna bangun lalu memukul kepala putrinya Anna dan Jinny.
Pok pok...."Rasakan ini. Aghs kalian berhentilah bertengkar."
Nama ayah Anna adalah Tuan HaeJoon peri pertama dari korea umurnya sudah 1500 tahun. Sifat ayah Anna adalah suka memarahi atau memukul kedua putrinya ketika bertengkar. Mereka bertiga tinggal di Pulau Jeju Korea Selatan dan memiliki rumah bak istana dipenuhi warna hijau dan ruanganya kuning emas.
Anna terkejut melihat ayahnya bangun. "Kok ayah....Ooow jadi ayah dan Jinny habis bohongin aku yah! Aghs teganya kalian hiks." Kata Anna lalu mendekati jendela rumahnya. "Kuharap pelayan itu menjagamu Rangga. Maaf aku tidak bisa kembali lagi menemuimu karena ayahku!" Batin Anna lalu mendekati Ayahnya lagi.
"Ayah, kenapa ayah membuat aku seperti itu yah?" Tanya Anna.
Tuan Haejoon memukul kepala Anna, Pok..."Rasakan ini.....dari mana aja kamu sampai lupa pulang. Lihatlah Ayah sudah semakin gemuk dan juga tidak bisa terbang karena kegemukan. Tolong cari daun Ashitaba di sekitar Rumah ini agar berat badan ayah turun.
"Aku sihir aja deh ayah biar nggak repot-repot!" Kata Anna ke Ayahnya.
"Nggak usah pakai sihir sihir. Kita juga harus hidup seperti manusia." Kata Jinny ke kakaknya.
"Ayah ayolah. Jinny aja dong yah pergi mencari daun herbal itu pasti Jinny mudah mendapat daun itu, iyakan Jin?" Anna menatap Jinny begitu menghororkan.
"Ya ya ya....sudah sudah jangan bertengkar lagi. Yunny, kamu pergi ke sekitar rumah ini mencari daun herbal untuk ayah dan Jinny kamu pergi ke pasar membeli bahan makanan untuk dimakan bentar malam," kata Ayahnya.
"Ayah aku menganti namaku. Namaku adalah Anna bukan Yenny lagi. Namaku sekarang Anna si peri hutan yang cantik."
"Kamu sudah 100 kali ganti nama hiks," Kata Jinny ke kakaknya.
"Ayolah ayah biar Anna saja ke pasar yah," Kata Anna ke Ayahnya. "Ayah di Jepang banyak daun herbal itu ayah. Bagaimana kalau Anna kesana aja."
"Jepang matamu Anna. Di korea juga ada ayolah cepat pergi."
"Tapi Ayah....." Kata Anna mengeluh.
"Baiklah aku akan pergi mencari daun itu!," Kata Anna lalu beranjak ke hutan mencari dan herbal untuk menurunkan berat badan ayahnya karena kegemukan.
"Yes akhirnya aku ke pasar ayye!" Batin Jinny lalu beranjak lergi ke pasar dengan style nya begitu kekinian.
Anna kecewa melihat adiknya ke pasar dengan penampilannya begitu seperti artis korea. "Aghs dasar kamu Jinny. Kok adik sukanya di manja sih dari pada kakak. Kasihan deh aku jadi kakak, adik yang salah kakaknya malah di marahin hiks. Ayah juga seharusnya jangan manjain Jinny." Batin Anna kecewa.
Beberapa jam kemudian Anna sudah ada di tengah hutan mencari daun herbal yang diperintahkan oleh ayahnya padahal kata ayahnya menyuruh di sekitar rumah. "Aduuh dimana sih daun herbalnya. Kok nggak kelihatan-kelihatan juga, padahal dulu disini tumbuh banyak. Aghs kemana mereka tumbuh. Ayolah daun herbal tampakkanlah dirimu aku butuh kamu." Kata Anna.
Beberapa jam kemudian Anna sudah keliling hutan mencari daun itu belum dapat juga tiba-tiba hujan turun Anna terkejut melihat ada Peri berpakaian biru lewat didepanya begitu cepat. Peri itu adalah Peri Air, dia dan Anna sudah bersahabat selama 50 tahun. Peri Air itu tinggal di pulau yang ada di Jeju dan juga sedikit jauh dengan tempat tinggal Anna dari hutan.
"Dia lagi. Kupikir kamu yang habisin daun itu yah. Ayolah jangan malu-malu lagi. Muncul lah di depanku hey," kata Anna ke peri air itu.
"Hy Peri Hutan kamu dari mana aja sih. Aku rindu kita tidak pernah sama lagi." Kata Peri Air itu mendekati Anna.
"Panggil saja aku Anna dan kamu....juga seharusnya punya Nama Peri Air!" Anna. "Oh, Ak aku sedikit terkejut badanmu sudah berubah Peri Air. Oh aku bahagia kamu tidak gemuk lagi aduuh sahabatku kamu sudah tampan rupanya."
"Aku sudah punya nama saat itu terjadi gerhana matahari. Namaku Haruto, Bagus kan?"
"Iya iya, Haruto aku suka nama itu." kata Anna tidak berhenti melihat Haruto karena penampilanya sudah berubah. "Oh jadi.....kamu yang habisin daun herbal itu yah?"
"Iya aku setiap hari kemari sampai daun itu habis. Apa kamu membutuhkanya juga tapi.....kamu tidak gemuk kok!" Kata Haruto.
"Bukan aku tapi Ayahku. Dia sudah besar seperti sapi ngook ngoook, hahahah," Kata Anna lalu tertawa.
"Jangan bilang begitu Anna nanti ayahmu mar....." kata haruto terkejut karena melihat ayah Anna tiba-tiba ada di belakang Anna.
"Marah.....tenang aja ayahku ada di rumah kok! Hahahahahaa,"
"Oh iya Anna aku pargi dulu yah! Daah Sampai jumpa." Kata Haruto wajahnya ketakutan lalu kabur meninggalkan Anna.
"Haruto, Tunggu hiks kok ninggalin aku yah. Ada apa yah sampai-sampai wajahnya jadi ketakutan gitu!" Batin Anna lalu berbalik ke belakan dan terkejut melihat ayahnya. "Ap appa kenapa ayah bisa ada di ssi sini?" Tanya Anna kaget dan wajahnya ketakutan.
"Jadi menurutmu ayah gemuk seperti sapi?" Tanya Tuan Haejoon wajahnya jadi memerah.
"Am ampun ayah, tadi.....Anna cuma bercanda saja ayah. Maafkan Anna ayah," Ucap Anna lalu berlutut di depan Ayahnya.
"Ayo pulang!" Kata Tuan HaeJoon.
Beberapa menit kemudian Tuan HaeJoon dan Anna sudah ada di belakang rumahnya. Anna terkejut ternyata Daun herbal itu ada di belakang rumahnya. "Aduuuh lihat! Ayah menyuruh aku ke hutan....."
"Anna, emangnya ayah tadi bilang apa. Astaga Anna Anna dengar, kalau ayah sedang bicara dengar baik-baik jangan cuma diam saja seperti patung. Tadi ayah bilang cari daun itu sekitar rumah bukan di sekitar hutan hiks." Kata Tuan Haejoon lalu beranjak masuk ke rumahnya dan meninggalkan Anna. "Bawakan ayak kemari cepat."
"Aghs ini semua karena dipikiranku cuma Rangga Rangga terus. Apa kamu baik-baik saja Rangga? Aku rindu banget sama kamu aghs." Batin Anna sambil mengambil daun itu lalu pergi memberikan ke ayahnya.
Jangan lupa like vote dan dan rate yang teman-teman juga komentarnya....