FAIRY IN LOVE

FAIRY IN LOVE
Part 10 Apakah kawanku Yoyo di bunuh?



"Yoyo ayo deh kita keluar aja, Yuk," kata Rangga begitu tidak sabar untuk keluar dari rumahnya.


"Baik,"


Mereka sudah melewati batas pintu kamarya, Anna si peri itu langsung menghalangi jalan Rangga dan Yoyo.


"Rangga...percayalah padaku jangan keluar oke..." Anna.


Rangga langsung mendorong Anna sampai terjatuh, "aghs enyahlah. Biarkan aku keluar sebentar saja kok,"


"Oke oke oke....silahkan tapi jika kamu sudah ketakutan diluar sana jangan sebut sebut namaku di batin mu," Anna marah lalu pergi menjauhi Rangga.


Saat Rangga menyebut nama Anna dibatinya dan juga memikirkanya Anna langsung muncul jadi itulah alasan Anna selalu muncul di depan Rangga.


Rangga dan Yoyo sudah ada di depan rumahnya. Rangga begitu sangat terkejut melihat desanya yang terlihat sepi, sunyi tidak ada penghuni di rumah tetangganya dan juga desa itu terlihat sedikit seram.


Rangga tidak berhenti menengokkan kepalanya ke kiri dan kanan karena berpikir penghuni rumah lainya sudah keluar dari desa.


"Yoyo....kenapa rumah di desa ini sepi mana para penghuni rumah lainya? Apa dia sudah keluar dari desa ini?" Tanya Rangga.


"Mmm kayaknya begitu deh,"


"Apa jangan jangan orang orang di desa ini semua sudah menjadi Vampir?"


"Nggak kok...jangan pikir begitu. Masuk ke hutan yuk disana banyak ayam hutan. Apa kamu mau kita bakar-bakar ayam? pasti seru deh,"


"Ini seru jadinya kalau kamu juga ikutan makan," Rangga.


"Tentu sajalah," Wajah Yoyo penuh kebohongan.


"Tapi kan kamu vampir. Vampir itu sukanya minum darah saja kan?"


"Siapa yang bilang semua vampir itu suka makanan kecuali bawang putih,"


"Apa manusia juga termasuk?" Tanya Rangga. "Aku cuma bercanda kawan. Yuk ayo deh kita pergi,"


"Baik," kata Yoyo lalu menemani Rangga masuk ke hutan di kaki gunung.


Sampailah mereka dihutan Rangga dan Yoyo sudah sampai dan beberap jam kemudian yoyo dan rangga sudah ayam tiba-tiba sekumpulan vampir itu datang juga dalangnya. Yoyo sangat terkejut dan ingin melindungi Rangga.


"Rupanya kamu disini Yoyo. Dari tadi kami mencarimu kamu darimana aja,"


"Kalian semua siapa sih, kok pada bawa tombak dan pisau apa kalian juga sedang memburu hewan dihutan ini," kata rangga ke para vampir itu.


"Hush kamu diam dan tetap dibelakangku," kata Yoyo kepada Rangga, "jangan ganggu dia Tuan,"


"Hahaha Yoyo siapa dia?"


"Oh dia......adalah pria dari kota tuan dia sedang terjebak," Yoyo berbohong.


"Kok kamu pada bohong sih Yo!" Bisik Rangga ke Yoyo.


"Kamu diam aja Angga," kata Yoyo ke Angga wajahnya mulai gugup.


"Tuan jangan bunuh dia yah," Yoyo berlutut dihadapan Dalang Vampir itu lalu memohon agar Rangga tidak menjadi Vampir, "Tuan bebaskan dia...kumohon," kata Yoyo begitu ketakutan.


"Apa kalian juga adalah vampir? Jangan sok sombong deh," kata Rangga begitu memberanikan dirinya.


"Bangunlah Yoyo buat apa berlutut di depan mereka."


"Hahaha hahahaha berani-beraninya bocah itu berkata sok berani. Kamu mau mati....yah," kata anak buah vampir itu kepada Rangga dan tidak tahan untuk membunuh Rangga dengan tombaknya.


"Rangga kamu diam saja kita ini lemah. Bagaimana bisa kita kalahkan mereka!" Kata Yoyo.


Rangga tetap mengabaikan perkataan dari Yoyo dan tetap fokus bebicara di hadapan oara Vampir itu.


Rangga menarik nafas dalam-dalam lalu mengendusnya dan semakin berani menghadapi Vampir itu.


"Kalian semua tidak punya perasaan sama sekali terhadapa manusia dan juga...kalian begitu tidak peduli kepada manusia," kata Rangga lalu mendekati para Vampir itu. "Salah satu diantara kalian disini....siapa sebenarnya dalangnya?"


"Rangga hentikan. Jangan buat situasi ini makin buruk," teriak yoyo masih diabaikan oleh Rangga. "Jangan dekati para vampir itu dia akan menghisap darahmu. Angga menjauhlah,"


"Ayooo mengaku...siapa dalangnya. Aghs hahaha,"


"Hah jadi kamu si dalang itu....aku tahu kalau kamu adalah vampir dari korea selatan dan juga membawa peri hutan,"


Dalang vampir itu terkejut, "apa... Peri hutan si ******** itu! Apa kamu tahu dimana dia. Bawakan aku kesini akan kubunuh dia dengan tanganku sendiri,"


"Cari saja sendiri, Peri itu ada di sekitar desa dan hutan ini,"


"Rupanya kamu bukan dari perkotaan yah? Kenapa kamu bisa tahu si Peri ******** itu?"


"Kamu nggak usah tahu deh...pembicaraan kita sampai disini saja jika kamu mau lanjut pembeciraan kita aku punya satubsyarat!"


"Apaitu hah apa syaratnya," kata dalang itu dengan tegas..


"Syaratnya kamu....kembalilah ke asalmu."


Dalang Vampir itu dan anak buahnya langsung berubah menjadi vampir gigi dan kukunya sudah muncul juga matanya yang berubah sangat seram karena marah dengan Rangga.


"Hoooaaarghs haaarghs.....kamu cari mati yah bocah tengik," kata dalang Vampir itu.


Wajah Rangga mulai mejadi sedikit takut karena dikelilingi para Vampir itu.


"Hentikan tuan jangan bunuh dia tuaaan kumohon," kata Yoyo.


"Aku tidak ingin membunuhmu karena cerita itu belum selesai bocah tengik. Aku hanya ingin mengurungmu di tengah hutan sampai kelaparan agar pembicaraan kita bisa selesai jika kamu tidak ingin aku akan memenggal lehermu," kata Dalang Vampir itu marah.


Tangan Rangga sudah di ikat oleh vapir itu dan akan di bawa ke tengah hutan untuk dikurung.


"Tuan tunggu...." teriak Yoyo lalu mendekati dalang vampir itu.


"Apa kamu apa hah? Apa hidupmu ingin berakhir hari ini juga,"


"Tuan jangan lakukan dia seperti itu....kumohon," Yoyo menangis histeris. "Bunuh aku saja tuan. Penggal lah leherku tapi jangan bawa dia ke tengah hutan,"


"2 bocah ini bikin bodoh saja," akhirnya dalang vampir itu langsung memutuskanya. "Lepaskan dia..."


Rangga akhirnya dibebaskan, "Yoyo ayo kita pergi.." teriak Rangga.


"Pergilah sebelum kami kami berubah pikiran. Ingat jika aku mendapatmu lagi....kami benar-benar akan membunuhmu." Kata Dalang itu lalu beranjak menuju ke kaki gunung bersama Yoyo.


"Yoyo jangan ikuti dia," teriak Rangga.


"Maafkan aku kawan. Seharusnya kamu tidak mempercayaiku." Kata terakhir Yoyo ke Rangga.


"Hari ini akan ku penggal dia di kaki gunung dan kamu selanjutnya jika aku menemukanmu. Ingat di batas desa ini banyak jebakan kamu tidak bisa kabur," kata Dalang vampir itu dari kejauhan.


"Dengar...ibumu tadi mencarimu. Kuharap hidupnya belum berakhir."


Rangga berlari ke desa lalu sampailah disana tiba-tiba melihat ibunya sedang terbaring lemas di depan rumahnya. Rangga langsung menghampiri ibunya begitu pakainya dipenuhi darah lagi.


"Ibu ibu.....ibu kenapa lagi seperti ini? Apa si dalang Vampir itu membuatmu seperti ini?"


Rangga mengangkat ibunya sampai ke kamarnya dan ibunya tiba-tiba kehausan darah lagi.


"Ibu minta sedikit darahmu nak.... ibu kehausan darah lagi,"


"Baik ibu tunggu,"


Rangga melukai tangan lagi demi memberi ibunya segelas darah. Setelah ibun Rangga meminum segelas darah anaknya, wajah Rangga mulai pucat.


"Kamu dari mana ajasih sayang. Ibu tadi setengah mati mencarimu?" Tanya Ibunya khawatir.


"Maafkan aku ibu... ta tadi aku bertemu para vampir itu,"


"Yoyo temanmu dimana dia?"


"Kupikir dia akan dipenggal di kaki gunung itu oleh si dalang vampir brengsek itu!"


"Kupikir dalang vampir itu ada sisi baiknya tapi cuma sedikit jadi jangan khawatir Yoyo pasti tidak jadi dipenggal,"


"Begitukah. Ibu istirahat saja...aku akan mandi dulu,"


"Yah,"