
"Sebelum Kakak membaca karya saya, Perkenalkan saya adalah penulis pemula di NOVELTOON jadi...saya ingin minta maaf jika ada kesalahan kata-kata atau cara penulisan saya yang kurang dimengerti. Mohon di maklumi yah kak. Silahkan Komentari karya saya jika ada kesalahan kata atau penulisanya. Jika kakak tertarik mohon beri Like, Vote, atau Rate yah kak!"
"Aduuh sampai kapan aku punya pacar, single terus tidak ada yang jatuh cinta denganku hiks. Ini semua karena ibuku mengurungku di kamar selama 19 tahun dan dia sama sekali tidak membiarkanku keluar rumah. Kupikir karena akulah yang tertampan didunia." Kataku sambil bercermin di kamar mandi lalu beranjak keluar dan melihat *abs* ku yang begitu sekeren *abs* Lee Min Ho *sumbaenim* yang kubaca dari Novelku, "Aku seperti dipenjara seumur hidup, liburan saja tidak pernah apalagi sekolah. Apa aku menyeramkan atau apa...*aghs*,"
Namaku Rangga Chiko, aku anak tunggal anak paling di abaikan sedunia. Aku lahir dan tinggal di pendesaan yang ada di daerah Surabaya. kadang ibuku hanya melihatku 1 kali seminggu di kamar dan juga setiap dia masuk selalu berkata kalau dia membenci bawang putih. Semua kamarku lengkap dengan alat masakan dan cucian bahkan jendela dan pintu begitu dikunci. Ini tidak adil aku tidak bebas seperti manusia lain, aku ini normal kok. Tentang ayahku dia meninggal saat aku masih bayi karena kecelekaan itu kata ibuku, kupikir ibuku sudah gila dan mengunci aku di kamar selama 19 tahun dan sekarang umurku sudah 20 tahun.
Aku tinggal di Desa terpencil dan rumah-rumah disini tidak pernah bertambah hanya saja tetap ada 9 rumah termasuk rumahku. Desa ini adalah desa yang tidak pernah di beri bantuan dari luar kota yaitu Listrik, desa ini hanya dipenuhi pelita dan obor dimalam hari. Aku begitu terheran dengan Desa ini tidak seperti desa lain. Desa ini dinamakan Desa Baempaieo. Desa Baempaieo ini membuatku penasaran aku tidak tahu apa arti Baempaieo itu, karena aku anak kamar. Jadi inilah tujuanku juga bahwa aku ingin tahu kenapa Desaku namanya Baempaieo.
Tok tok tok...ibuku masuk lagi ke kamarku, "hy sayang, apakah kamu sudah mandi dan makan? bagaimana kabarmu?" Tanya Ibuku.
"Aku tidak baik-baik saja, ibu serius dong aku sudah gede begini masih terus dikunciin sendirian di kamar, Sebenarnya aku apa, siapa, kenapa?" Tanyaku ke ibuku begitu tidak sopan tapi ibu ku sabar saja, saking sabarnya 100 persen dari pada ibu yang lain.
"Apa kamu sudah sarapan?"
"Astga nggak nyambung lagi sih, malah ditanya itu itu lagi. Apa sudah makan? Dah Mandi? Itu itu aja pertanyaanya," kataku begitu marah.
"Baik kalau begitu ibu keluar dulu yah jaga pola makanmu oke," kata ibuku beranjak keluar dari kamarku lalu mengunciku lagi.
"Ibu...hatiku sekarat, bawakan aku gadis cantik dan imut," aku teriak. "Aghs yang benar saja deh, aduuh gede begini aku harus apayah, ayolah Rangga tampan,"
Aku kadang-kadang suka mellihat-lihat di jendela pada tengah malam hari sambil membaca buku, tiba-tiba aku selalu melihat seorang gadis yang sedang berlari begitu lebih cepat seperti kilat. "Wah dia lagi. siapa dia, larinya kencang banget." Batinku, dia selalu lewat tengah malam jam 12.
Aku ingin meneriakinya tapi aku takut tetangga jadi panik dan mengira aku aneh.. beberapa menit kemudian terjadi keributan pertama kali di depan rumahku pada tengah malam. Aku melihatnya dari jendela rupanya si gadis itu lagi, aku terpaksa meneriakinya karena kupikir itu menganggu para tetanggaku, "hey apa yang kalian lakukan ditengah malam begini?" Teriakku lalu terkejut karena gadis itu sedang diserang para penjahat dan penjahat itu hilang. "Apa apaan ini apa ini mimpi," kataku lalu menampar wajahku sendiri. "Aduuh sakit, ini nyata, ini bukan mimpi."
"Ternyata di desa ini masih ada satu manusia," Kata gadis itu membuatku semakin ketakutan dan ingin rasanya aku hampir mengkencingi celanaku.
"Ka kamu siapa?" Tanyaku, lalu gadis itu membuka jendela dan masuk ke kamarku, siapa kamu?"
"Apa ini kandang ****? Kenapa kamarmu dilengkapi dapur dan alat cuci pakaian juga buku padahal rumahmulah yang paling besar di desa ini," kata Gadis itu berkeliling melihat kamarku dan aku diam saja mematung karena ketakutan di campuri keringat dingin. "Rumahmu ada 3 tingkat dan kamu sukanya kamar saja. Apa ibumu membuatmu seperti ini?"
"Be bbenar....Ak aku... sudah 19 tahun di kamar ini, entah kenapa ibuku gila atau apa... dia begitu tidak pernah mengeluarkan aku dari kamar ini selama 19 tahun," kataku.
"Hidupmu sangat menyedihkan pria tampan," kata gadis itu lalu mendekatiku begitu wajahnya dan wajahku sangat dekat 5 CM, gadis itu mencium bibirku sebentar saja. Kemudian Aku menatap wajahnya yang begitu pucat dan aku juga merasakan dingin lalu pingsan.
Pagi telah tiba, Hujan turun begitu deras kupikir badai akan datang lagi. Aku terkejut saat bangun dan tidak mengingat apa apa, "aghs kenapa aku tidur di lantai, apa ini aku tidur sambil berjalan. Hah tidak tidak."
kataku lalu melihat ke jendela. "Ups jendelanya terbuka, astaga apa hari ini aku bisa bebas keluar. Yes akhirnya aku bisa menikmati Desaku tapi sayangnya hujan deras turun lagi. Tapi sih rumah ini tinggi banget bagaimana aku bisa kabur aghs."
Beberapa menit kemudian Ibuku masuk lagi Karena aku kehabisan bahan makanan dan cemilan. Ibuku terkejut melihat jendela kamarku terbuka dan langsung menguncinya lagi, "jika kamu keluar dari jendela hidupmu akan berakhir aku sudah menaruh ranjau dibawahnya dan kamu Jangan berani-berani keluar dari Desa ini karena di desa ini banyak orang garang," Kata ibuku lalu beranjak keluar.
"Hiks, maksud ibu ini apa sih. Aghs aku sama sekali nggak mengerti. Misi gagal kabur aghs, sebaiknya aku ini mati saja... hah yang benar saja aku ini pria tampan ingin bunuh diri. Now now now ,"
Aku begitu sangat kebingunan karena aku selalu berfikir ibuku bukan manusia atau aku yang sudah mati. Selama 20 tahun kupikir juga ibuku seperti membenciku karena dia hanya masuk 1 kali dalam seminggu.
"aghs hujan semakin deras dan diiringi angin kencang aku harus menulis cerita dengan judulnya Hatiku Sekarat. yang benar saja sih Rangga," Kataku lalu mengambil buku dan pensil. "Semoga suatu hari nanti aku bisa bebas dari rumah ini dan mendapatkan gadis yang cantik dan imut."
#Jangan Lupa Like,Vote,Rate dan Komentar yah. Mohon diberi saran jika penulisan saya ada yang tidak dimengerti.🙏
Baca terus yah kak Thor ini dijamin seru nih Bagaimana jadinya sih Pria tampan berkencan dengan Peri😁