
Ke esokan harinya, Rangga akhirnya bangun dan terkejut melihat Anna sedang tidur di kursi kamarnya.
"Kok Anna bisa tidur di kamarku." Kata Rangga lalu mendekati Anna. "An! Bangun, ini sudah pagi."
Anna akhirnya terbangun lalu tidak sengaja memeluk Rangga. "Rangga. Huh akhirnya kamu terbangun juga. Maaf lain kali aku janji akan mempercayai kata-katamu lagi."
"Udahlah. Jangan khawatir aku cuma lelah saja." Kata Rangga. "Ayo kita keluar. Aku tidak sabar melihat matahari terik."
"Baiklah! Sudah kubilang lain kali jangan merasuki tubuh orang lain lagi. Itu kata kakek." Kata Anna sedikit marah lalu beranjak pergi dengan Rangga ke pinggir pulau itu.
"Apaan sih Anna. Tadinya peduli ke aku sekarang marah-marah mulu huh."
Sampailah Anna dan Rangga dipinggir pulau itu. Anna begitu sangat senang melihat matahari terik.
"Ya Tuhan, semoga Rangga cepat sembuh dan bisa mengingatku kembali." Doa Anna dalam hati sambil melihat matahari itu terik. "Amiiin.....,"
"Apakah kamu habis berdo'a! An?" Tanya Rangga.
"Iya. Kamu juga bisa berdo'a. Silahkan! Semoga Tuhan mengabulkan do'amu!" Jawab Anna ke Rangga.
"Kamu berdo'a tentang apa?" Tanya Rangga lagi.
"Aku....berdo'a tentang pacarku, semoga dia cepat kembali mengingatku. Berdo'a lah sebelum matahari menamppakkan semua sinarnya."
"Baiklah."
"Tuhan aku ingin ingatanku kembali agar aku bisa mengingat masa laluku." Doa Rangga dalam hati. "Amiiin."
"Apa yang kamu doakan?" Tanya Anna.
"Kamu tidak usah tahu." Jawab Rangga. "Sudahlah. Katakan saja Amiiin."
"Hiks padahal aku penasaran. Ran, apa kamu punya agama?"
"Dulu aku sebelum menjadi peri agamaku adalah Islam. Aku ingin agamamu juga Islam. Apakah kamu tahu isinya?" Tanya Anna.
"Aku hanya mengingat agamaku tapi tidak bahwa siapa yang mengajarku agama itu. Kupikir orangtuaku atau seseorang." Jawab Rangga hanya mengingat agamanya.
"Kupikir dia adalah Kayla. Karena kenapa? Aku pernah melihatnya sedang membaca Al-Qur'an di tempat kerjanya." Batin Anna lalu tersenyum.
"Aku senang kamu punya agama! Mulai sekarang memperbanyaklah ber'doa." Ucap Anna.
"Anna. Bagaimana kalau kita mencari keberadaan tubuhku sekarang. Kupikir aku pasti akan sadar." Kata Rangga membuat Anna terkejut.
"Apa! Huh katamu juga benar. Tapi kita haru izin ke Tuan Wong lalu berangkat."
"Baiklah."
Beberapa jam kemudian Rangga dan Anna akhirnya sudah sampai di perkotaan korea selatan.
"Ran! Kupikir kamu ada di rumah sakit." Kata Anna.
"Pasti. Tapi rumah sakit disini banyak! Bagaima caranya agar bisa menemui tubuhku." Kata Rangga berpikir hal itu sulit.
Tiba-tiba Jenny tidak sengaja menabrak Anna di halte bus.
"Maaf yah, aku tidak sengaja." Ucap Jenny ke Anna.
Jenny tiba-tiba ditelefon oleh dokter yang merawat Rangga.
Sing sing sing....
Jenny: "Halo dokter, ada apa?"
Dokter: "Pakaian rangga sudah kuganti menjadi kemeja. Aku senang akhirnya rumah sakit ini pertama kali di adakan pernikahan dadakan."
Jenny: "Sudahlah. Ohiya apakah Rangga bisa duduk dok. Sudahlah aku segera menuju ke sana!" (Kata Jenny lalu menutup teleponya kemudian menaiki taksi menuju ke rumah sakit.
"Ayo kita ikuti perempuan itu!" Kata Anna lalu mengikuti Jenny
"Apakah dia yang menemukanku?" Tanya Rangga.
"Kurasa benar karena dia baru saja menyebut namamu. Ayo nanti kita tidak melihatnya."
Anna dan Rangga mengikuti jenny ke rumah sakit dengan memakai taksi padahal Anna tidak punya uang hanya saja dia bisa menjadi peri untuk terbang kemana maunya. Beberapa jam kemudian mereka akhirmya berhasil mengikuti Jenny sampai di rumah sakit. Anna hanya memberikan berlian yang cukup mahal ke supir taksi itu. Sesampailah disana Anna kaget ternyata Rangga dan Jenny ingin menikah karena dihadiri oleh orang tua Jenny.
"Ayah...aku tidak usah mengganti pakaianku. Ini sudah cukup untuk mendampingi Rangga." Kata Jenny ke Ayahnya.
"Baiklah."
Tiba-tiba Anna langsung masuk ke kamar dimana Rangga dirawat.
"Hey kalian, kalian ini seenak-enaknya ingin menikah tanpa pemberitahuan Rangga. Hah terlalu bodoh!" Ujar Anna sangat marah.
"Perawat bawa perempuan itu keluar." Perintah Jenny.
"Apa...milikmu hahaha sejak kapan Rangga bersamamu. Ini kalau akulah perempuan pertama." Jenny. "Bawa cepat keluar, jangan buat rencanaku gagal."
Anna ditarik oleh dua perawat keluar dari rumah sakit. Anna menangis karena Rangga sama sekali tidak mengingat Anna.
"Rangga. Apakah ada cara lain agar kamu bisa sadar kembali"
"Aku tidak tahu!"
"Ayolah! Jangan biarkan dirimu menikah kedua kalinya."
Rangga terkejut. "Apa aku sudah menikah dua kali."
"Aku tahu! Bagaimana kalau sekarang. Kamu kembali ketubuhmu. Kupikir itu pasti bisa Ran." Kata Anna lalu menghapus airmatanya.
"Ayo kita masuk. Kita pasti bisa oke!"
Rangga dan Anna langsung menorobos masuk kekamar dimana Rangga dirawat.
"Stop. Nikah beda agama itu tidak mungking. Jadi tidak usah kamu lakukan itu." Kata Anna ke Jenny.
"Kenapa kamu datang lagi hah." Kata Jenny marah.
Rangga berusaha menyadarkan dirinya berulang kali tetap saja tidak bisa. Setelah beberapa menit Rangga berdo'a dengan tulus kemudian akhirnya berhasil masuk ke tubuhnya.
"Lihat tangan Rangga mulai bergerak." Kata Anna lalu mendekati Rangga.
Rangga membuka matanya dengan pikiran yang belum stabil.
"Rangga apakah kamu mengingatku." Kata Anna ke Rangga sambil menangis.
"Ti tidak." Kata Rangga dengan lemas membuat hati Anna semakin teriris.
"Rangga kumohon ingat aku. Ini aku Anna si peri cantik. Kamu lernah berkata kepadaku kan!"
Tiba-tiba kedatangan 3 orang polisi yanga akan menangkap Jenny.
"Jenny sekarang kamu ke kantor polisi." Kata polisi itu ke Jenny.
Ayah jenny tiba-tiba panik. "Kenapa kalian ingin menangkap putriku?" Tanya ayah Jenny.
"Maafkan aku ayah. Aku yang membunuh pacarku karena aku ditinggal nikah." Kata Jenny lalu menyerahkan dirinya ke polisi itu.
"Jenny. Jangan pergi." Kata Ayah dan ibunya kemudian mengikuti putrinya ke kantor polisi.
Anna kembali manatap wajah Rangga lalu tersenyum.
"Rangga jadi kamu benar-benar tidak mengingatku!"
"Tidak! Kamu siapa?" Tanya Rangga.
Anna terpaksa meninggalkan Rangga karena tidak mengingatnya. Anna kembali pulau jeju dimana dia tinggal. Keesokan harinya. Anna kembali merenungkan dirinya dipinggir pulau jeju sambil menangis dipagi hari.
"Kenapa sih Rangga! Tidak mengingatku sama sekali. Padahal aku bersama rohnya." Batin Anna.
Tiba-tiba Haruto datang memberi kejutan untuk Anna.
"Anna. Ada yang mencarimu entah siapa namanya!"
"Siapa? Dimana dia?" Tanya Rangga.
"Dia ada dibelakang kamu." Kata Haruto lalu beranjak pergi ke rumahnya.
Anna berdiri lalu berbalik kebelakan ternyata dia adalah Rangga.
"Ngapain disitu seperti aja orang keluyuran." Kata Rangga lalu tersenyum ke Anna. "Akhirnya kita berhasil Anna. Terima kasih sudah membantuku!"
"Rangga." Kata Anna lalu memeluk Rangga.
"Pelukan ini sudah tak asing lagi bagiku." Rangga.
"Apa kamu mengingatku?" Tanya Anna.
"Tentu saja. Aku bersyukur bisa mengingat kembali masa laluku. Akhirnya doa kamu terkabulkan An!" Jawab Rangga ke Anna.
"Bagaimana bisa kamu tahu aku ada disini?" Tanya Anna.
"Tuh kawan kamu yang menemukanku di halte bus. Ingatan aku kembali semalam."
Bersambung...
jangan lupa like vote rate dan komen yah...