
"Ibuku hilang dan ak aku...... tidak tahu bagaimana lagi," kata Rangga sedih.
Malam telah tiba Rangga sudah kembali ke kamarnya lalu mengunci dirinya.
Tok tok tok....
"Rangga buka pintunya...apa kamu belum makan?" Tanya Anna sambil mengetuk pintu kamar Rangga.
"Biarkan aku saja yang masuk!" Kata Tuan Kaka.
Tuan Kaka langsung mendobrak pintu Rangga lalu masuk ke kamarnya sambil mengajaknya bicara tapi Rangga tetap diam mengabaikan Tuan Kaka.
"Rangga apa kamu sudah makan malam?" Tanya Tuan Kaka sambil menyentuh pundak Rangga. "Anna benar kalau aku adalah ayahmu Ran!"
"Aku benar-benar bingung dan kepalaku tambah pusing memikirkan hal itu. Kenapa ibuku begitu selalu membohongiku aghs," Rangga kecewa besar karena selama ini di bohongi oleh ibunya. Anna juga, dia seperti menghianati aku dan hatiku seperti kalau itu ak aku...aghs," kata Rangga.
Tuan kaka memanggil Anna untuk mengembalikan semua ingatan Rangga "Anna,"
Anna melangkah masuk lalu mendekati Tuan kaka dan Rangga "Ya, Tuan! Ada apa?" Tanya Anna.
"Kembalikan semua ingatan Rangga," Tuan Kaka.
"Tidak, nggak usah kembalikan ingatanku. Jika kamu mengembalikan ingatanku seperti semula maka aku tidak akan tenang sama sekali hash," Rangga sangat marah dan juga wajahnya dicampur kesedihan lalu kembali berbaring membelakangi Tuan Kaka dan Anna.
"Kamu dengar baik-baik Ran! Aku akan ceritakan tentang ibumu dan aku karena kamu tidak ingin Anna mengingatkan kembali ingatanmu semula. Saat itu ayah....."
"Sudah kubilang kamu bukan ayahku aghs," Rangga.
"Baiklah, Saat itu aku dan ibumu....pergi mendaki ke gunung yang ada di Sidney beberapa jam kemudian sampailah aku dan ibumu di puncak gunung itu tiba-tiba aku dan ibumu melihat Rumah. Rumah itu sangat cantik dan sedikit mungil karena di sekelilingnya dililiti bunga-bunga dan buah-buahan. Akuuu dan ibumu memutuskan tidak memasang tenda dan menginap ke rumah itu. Malam telah tiba secara tidak sadar Ak akuuu menghamili ibumu padahal aku itu pada hal aku....masih pacaran denganya,"
Rangga terbangun dari tempat tidurnya dan menatap Tuan Kaka dengan wajah yang penuh amarah.
"Sebenarnya Ak aku berencana melamar ibumu sebelum matahari terbit tiba-tiba ada penyihir berpakaian serba hitam dan wajahnya sedikit seram begitu juga hidungnya sedikit panjang lalu membawa sapu. Penyihir itu berkata kalau rumah itu adalah miliknya, lama kelamaan penyihir hitam itu mengunci ibumu dirumah dan aku disihir menjadi burung kakatua lalu itu... aku disuruh terbang sangat jauh....begitulah ceritanya. Maaf kan aku ini salahku karena melakukan yang tidak benar Ran!" Kata Tuan Kaka merasa sangat bersalah.
"Hahs bagaimana aku ingin memaafkan kamu! kalau kamu itu lebih memilih terbang dan tidak memilih untuk menyelamatkan ibuku aghs. Kupikir penyebab kamu disihir menjadi burung kakatua karena kamu menghamili ibuku dirumahnya dan juga kamu belum menikahinya itu membuat malu saja aghs kamu harus tahu kalau penyihir itu bisa membaca pikiranmu aghs," kata Rangga kepada Tuan Kaka. "Dan kamu.......Anna berhentilah membodohi aku dan banyak bohong kepadaku. Ini membuat hatiku sakit seperti teriris Annaaaa Aghs,"
"Soal dalang vampir itu mmm....dia adalah ayah ibumu Rangga dan dia yang menyelamatkan ibumu di gunung itu" Kata Anna ke Rangga dengan nada yang sangat gugup dan takut.
"Kalian Keluar....." Teriak Rangga sangat marah besar dan juga emosinya semakin naik. "Kalau kamu tidak ingin keluar aku....akan membunuh diriku sendiri jadi keluarlah....biarkan aku sendiri untuk menenangkan diriku."
Anna langsung meninggalkan Rangga dengan wajahnya begitu sangat sedih dan sayu.
"Maafkan ayah Rangga,"
"Aku udah bilang kalau kamu bukan ayahku astagaaa keluarlah," Rangga mendorong tuan kaka keluar dari kamarnya lalu rangga kembali mengunci pintunya.
"Hah seluruh tubuhku seperti habis di cambik-cambik lalu di bakar. Jadi....yang sebenarnya adalah Tuan Jungyo ingin membalas dendam ke Tuan Kaka karena anaknya dihamili padahal belum dinikahi oleh tuan kaka dan anak tuan jungyo sebenarnya adalah ibuku," kata Rangga sambil menghamburkan benda-benda yang ada di dalam kamarnya sambil menangis. "Kenapa hidupku tidak adil kenapa hidupku selalu dibohongi haaaaaash. Padahal besok adalah hari ulang tahunku."
Rangga tiba-tiba memikirkan lemari ajaibnya.
"Haruskah aku masuk dan pergi ke negara lain untuk menenangkan diriku."
Rangga langsung masuk ke lemari ajaibnya tanpa berhalusinasi dahulu. Beberapa menit kemudian. Rangga sudah ada dirumah seseorang yang letaknya di korea selatan yang dilalui dari lemarinya.
🇰🇷 Pergi Ke Negara Lain
"Aku dimana?" Rangga bingung karena ada di kamar seseorang dan tiba-tiba orang itu terbangun dari tempat tidurnya di malam hari karena mendengar suara Rangga.
Perempuan itu langsung terkejut melihat Rangga, "Nugu seyo? Nugu seyo? (Kamu siapa?)" Kata perempuan itu. "Oh di sa se yo?"
"Apa kamu bisa pakai bahasa Indonesia?" Tanya Rangga gugup karena muncul di kamar wanita.
"Yah, Ibuku orang indonesia tapi kamu siapa? Kenapa kamu bisa masuk ke kamarku padahal tadi....aku mengunci pintu kamarku apa jangan-jangan kamu hantu yah ups atau kamu adalah pencuri yah iyaaa?" kata perempuan itu.
"Tidak tidak....aku bukan pencuri dan juga aku bukan hantu,"
"Lalu kamu siapa?" Tanya perempuan itu.
"Kamu sudah membaca buku tentang Goblin The Lonely And Gread Ghos Cast?" Rangga.
"Aku tidak membaca bukunya tapi aku....sudah menonton filmnya! Apa jangan-jangan kamu adalah goblin nyata yah, hah apakah kamu ingin mencari pengantin goblin mu wah,"
"Duh bukan bukan begitu...apa yah! Apa kamu ingat dimana Gong Yo sumbaenim itu masuk/keluar dari ke pintu lalu tiba-tiba muncul di negara lain bersama Nuna Kim Go Eun?"
"Ya aku ingat dia sedang ada di korea tiba melewati pintu itu dan tiba-tiba mereka ada di Negara lain,"
"Ya tapi aku masuk ke lemari ajaibku terus aku tiba-tiba muncul disini,"
"Jadi.....bukan kamu yang yang ajaib tapi lemarimu! Aghs aku kira kamu adalah Goblin yang nyata,"
"Mmmmm, aku ingin tanya? Tanggal, bulan dan tahun sekarang ini berapa?" Tanya Rangga.
"Oh iya ini tanggal 9 oktober 2020 emangnya kenapa?"
"Oh, sebelumnya aku pernah masuk ke lemari ajaibku saat umurku 10 tahun dan aku ada di tahun yang lalu1999 di pantai yang letaknya ada di Amerika padahal aku lahir di tahun 18 oktober 2000.
"Aneh yah! Kamu kembali ke tahun lalu,"
"Iya aku juga pikir begitu, tapi kini akhirnya aku kembali ke tanggal, bulan, dan tahun yang sama,"
"Mmm bolehkan kamu pergi dan keluar dari rumahku. Soalnya aku takut kalau ibuku itu sangat garang. Maaf yah,"
"Baiklah. Mmmm nama kamu ssi siapa?" Rangga
"Nama aku...Jenny. kalau kamu siapa?" Tanya Jenny sedikit malu.
"Rangga. Aku pergi yah! Sampai jumpa di lain hari." Kata Rangga membuka jendela kamar Jenny lalu keluar dari rumahnya.
"Rangga tunggu!" Kata Jenny memberi Hp untuk Rangga. "Ini ambil lah HPku satu buat kamu mmm mari kita bertemu besok yah. Jika aku menelfonmu maka angkatlah dan tanyakan ke aku keberadaanmu dimana?"
"Maaf aku mmm....ini ak aku pertama kali memegang HP jadi aku tidak tahu mengangkat telefonmu," kata Rangga tersipu malu.
"Benarkah! Kamu pegang aja aku sudah melacak lokasi HP ini. Pergilah dan jangan jauh-jauh yah." Kata Jenny lalu menutup pintu jendelanya.
Wajah Jenny sangat ceria dan bahagia. "Aduuuuh....ganteng banget dia. Aghs teganya aku menyuruhnya pergi." Kata Jenny lalu kembali tidur. "Kenapa aku tiba-tiba jatuh cinta denganya dan haruskah aku berpacaran denganya! Aduuuh......Wajahnya Uwwu banget untung saja aku fasih bahasa indonesia!" Zzzzz