
"Maksud kamu apa Anna, jadi kamu pernah menghilangkan ingatanku hah," ujar Rangga marah akhirnya Anna ketahuan.
"Maafkan aku Ran, ini semua perintah ibu kamu... aku tidak punya salah sama sekali sama kamu Ran," wajah Anna jadi sayu.
"Akuuu jadi bingun An, Jadiiii tadi itu adalah...." Rangga akhirnya mengetahui kalau para vampir itu lah yang membuat ibunya mati.
"Benar vam vampir itu yang membuat ibumu seperti ini! Haruskah kita melawan mereka karena ini masih gerhana matahari,"
"Bagaimana cara kita untuk melawan mereka? Mereka itu banyak sekali An,"
"Apa ibumu punya senjata? Kamu harus melawan mereka dengan senjata,"
"Aku tidak tahu! Coba kita masuk kerumah untuk mencarinya."
Rangga membawa ibunya ke kamarnya lalu membaringkanya setelah itu Rangga dan Anna mencari Senjata untuk melawan para vampir yang jahat itu.
"Ibuku pernah bilang, kalau rumah ini punya ruangan rahasia jadi kupikir pasti disana ada senjata,"
Rangga mencari ruangan rahasia yang ada di dalam rumahnya dan akhirnya Rangga menemukanya di bawah tanah.
"Ayo masuk cepat," Rangga.
Sampailah Rangga dan Anna di Ruangan Rahasia itu akhirnya yang dipikirkan Rangga itu benar.
"Kita pakai pedang saja, bagaimana?"
"Yah, lebih bagus kalau kamu tambahin Pistolnya. Dan ingat Ran cara membunuh Vampir itu kamu karus menggerek atau menembak lehernya. Mengerti,"
"Yah aku megerti. Kalau begitu ayo kita pergi. Tunggu apa kamu baik-baik saja?"
"Yah, jangan khawatirkan aku. Tapi dedam lah dengan para vampir itu."
Beberapa menit kemudian Rangga sudah ada di dekat medan peran itu dimana para vampir dan manusia serigala saling cambik-cambik dan berkelahi.
"Rangga kamu lihat orang yang berpakaian serba hitam?" Anna.
"Yah,"
"Dialah Dalang vampir itu dan kamu hanya fokus dengan vampir itu oke,"
"Oke. An jangan sampai terluka yah,"
Rangga melawan dalang Vampir itu sambil memakai pedang dan Anna melawan anak buahnya.
Brok prok prak brak...
"Siapa kamu? Kamu bau manusia?" Tanya Tuan Jungyo.
"Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri wahai dalang vampir karena kamu begitu sangat garang," kata Rangga mulai melawan Tuan Jongyo dipenuhi emosi.
Brak brok prok prak....
.........
"Matilah kau vampir brengsek," kata Anna sambil melawan anak buah Tuan Jungyo.
Brok prak brak.....
Beberapa jam kemudian anak buah Tuan Jungyo sudah mati semua dan Tuan Jungyo malah ingin kabur melarikan diri dari Rangga dan akhirnya Jackal berhasil menagkapnya.
"Mau kemana kamu Tuan Jungyo hahaha akhirnya kamu ingin melarikan diri,"
Ayah Jackal mendekati Tuan Jungyo lalu mencekik lehernya, "Hari ini adalah hari kematian mu jungyo. Berani-beraninya kamu membuat hutan ini dipenuhi bangkai manusia dan berani-beraninya kamu membuat orang-orang desa menjadi Vampir,"
Rangga terkejut, "Apa jadi semua ini adalah ulah dia?"
"Benar Ran! Dia juga orang yang mencuriku," Kata Anna ke Rangga.
"Penggal saja dia, Jackal." Anna.
Tiba-tiba Yoyo datang memanah Jackal dan akhirnya Tuan Jungyo berhasil Kabur. Rangga mengejar Yoyo dan berhasil menemukanya.
Jackal langsung membaringkan dirinya dan melepaskan Tuan Jungyo "Ah aduh ayah,"
"Jackal jack," Kata ayah Jackal sambil memeluk putranya.
"Ayah, kurasa anak panah ini menembus jantungku. Maafkan aku Ayah." Kata Jackal dan akhirnya meninggal.
"Jackaaaaaaaal," Teriak Ayahnya sambil menangis. "Awas kamu jungyo tunggu saja aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."
Gerhana sudah usai dan juga para manusia serigala sudah mengubah dirinya menjadi serigala lalu pergi ke hutan dalam.
........
"Ya, ada apa dengan pedangmu! Apa kamu ingin membunuhku?"
Rangga menurunkan pedangnya, "Kenapa kamu melakukan itu tadi Yo, Yoyo seharusnya kamu berencana membunuh dalangmu Yo. Astaga kamu itu bagaimana sih aghs," kata Rangga marah di depan Yoyo.
"Rencanaku ingin memanah Tuan Jungyo tapi malah anak panah itu....salah sasaran,"
"Dilihat dari wajahmu itu....kamu bohong yah?" Rangga kesal.
"Tidak, aku tidak bohong sumpah," kata Yoyo sambil berlutut di depan Rangga.
Tiba-tiba Anna si peri itu datang.
"Jangan mudah percayai dia, Ran dia orang yang memanah pundakku tadi," kata Anna.
Rangga semakin marah "Apa...benarkah!"
Yoyo tiba-tiba mengambil pedang dari Rangga lalu meraih Anna dan ingin memenggal Anna.
"Yoyo, jangan bunuh dia," Rangga panik melihat Anna sudah ada di tangan Yoyo.
"Hah ini semua karena dia juga Ran!"
Rangga jadi bingun, "Maksud kamu apa Yo?"
"Lepaskan aku. Tidak Rangga ini bukan salah aku."
"Diam kamu peri brengsek. Rangga percayalah peri ini membuat Tuan Jungyo menjadi vampir,"
"Apa....benarkah itu Anna?"
"Tidak....Rangga jangan mudah percaya dengan kata-katanya. Percayalah ke kataku kalau itu bukan salahku Ran! Aduh," Anna kesakitan karena tubuhnya dicekik dengan erat oleh Yoyo.
Rangga semakin bingung dan tidak tahu siapa yang benar. Dan akhirnya Tuan kaka mucul dan langsung mendekati Rangga, Anna, dan Yoyo.
"Ini semua salahku!" Kata Tuan Kaka.
"Siapa kamu?" Tanya Rangga.
"Akulah orang yang punya masalah dengan Jungyo!"
Yoyo melepaskan Anna lalu kabur menemui diamana keadaan dalangnya.
"Yoyo kamu ingin kemana?" Rangga meneriaki Yoyo.
"Tuan Kaka kamu seharusnya tidak menampakkan dirimu sebelum Jungyo si brengsek itu mati," Kesal Anna kepada Tuan Kaka.
"Anna kamu mengenalnya siapa sebenarnya dia?" Rangga
"Dia adalah ayahmu Ran!"
Rangga terkejut, "apa ayahku....
"Ap apaaa....Ayahku! hah masa, ayahku sudah lama meninggal sih itu kata ibuku," Rangga.
"Tidak Ran ayahmu belum meninggal, dia benar adalah ayahmu. Benarkan Tuan Kaka?" Anna.
"Ya, Ayah belum meninggal Rangga,"
"kamu bukan ayahku, nama ayahku adalah Cris bukan Tuan Kaka,"
Rangga lari meninggalkan Tuan Kaka dan Anna dan menuju ke rumahnya beberapa menit kemudian sampailah Rangga di rumahnya lalu ingin melihat ibunya ternyata ibunya hilang.
"Ibu...ibu tadi disini. kemana ibuku pergi!" Rangga sedih menangis tersedu-sedu karrna ibunya hilang.
Rangga mencari ibunya di seluruh isi rumahnya. "Ibu dimana! kenapa ibu hilang padahal ibu sudah mati,"
"ibuu...." Teriak Rangga hatinya seperti teriris karena memikirkan habis dibohongi kalau ayahnya belum meninggal. "Kata Anna Ayah belum mati ibu, ibu kenapa banyak bohong denganku ibu...."
*Kuharap hilangnya ibuku dia benar-benar belum mati dan kuharap aku dan ibuku pasti akan dipertemukan kembali dan mendengar kebenaran yang sebenarnya tentang desa ini juga tentang ibu dan ayah dan ingatanku pasti akan kembali karena Anna si peri itu*.
Tiba-tiba Tuan Kaka dan Anna datang menemui Rangga.
"Ayo kita bakar ibumu lalu keluar dari desa ini Ran!" Anna.
"Ibuku hilang,"
Anna terkejut. "Apa...Ibumu hilang!"