
Menjelang jam pulang kantor, Raissa mengirim pesan ke nomor pribadi Damien. Menanyakan lebih detail untuk persiapan gala dinner.
Segera Damien membalasnya, dia bilang bahwa Raissa akan dijemput dari kantor pukul 3, karena harus memilih baju yang akan dikenakan. Kebetulan Damien bersahabat dengan Oscar Louis desainer terkemuka, jadi Raissa diminta mencoba beberapa baju yang menjadi koleksinya Oscar.
Raissa jadi semangat setelah membaca pesan itu. Karena siapa yang tidak mengenal Oscar Louis, hanya segelintir orang yang bisa mengenakan gaun karya Oscar.
Sementara Stefan sedang gelisah, dia sebetulnya tidak suka datang ke gala dinner. Tapi dia tidak rela membiarkan Raissa berduaan dengan Damien. Dengan terpaksa Stefan akan hadir ke gala dinner Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA).
Raissa melihat telepon genggamnya ada notifikasi masuk, dilihatnya Gita mengirimkan pesan.Raissa langsung mrnghubungi Gita.
"Hai Rai, bagaimana keadaanmu?" Sapa Gita
"Sudah jauh lebih baik," jawab Raissa.
"Stefan sering bertemu denganmu?"
"Tidak, aku sibuk dan dia juga sibuk." Kata Raissa lagi.
"Kalian berdua harus sering kencan, jangan asyik kerja saja. Ok, titip salam buat Stefan ya." Gita mengakhiri pembicaraannyan
"Hmmm, Gita mengira Stefan pacarku kali ya. Huh, gawat juga nih. Lain kali harus ku kasih penjelasan kalau dia ke sini lagi." Gumam Raissa
*****
Hari yang ditunggu tiba, Raissa sedang bersiap untuk pulang lebih awal, karena sebentar lagi Damien akan menjemputnya.
Telepon genggamnya berdering, raissa segera mengangkatnya.
"Hi, sudah di lobby? Ok, aku sedang mau turun ke bawah. Tunggu sebentar." Ucap Raissa sambil segera memasuki lift.
Tidak lama, Raissa sudah ada di lobby. Dilihatnya Damien sedang berdiri sambil membawa buket bunga mawar warna peach.
"Hai, maaf lama menunggu?" Sapa Raissa.
"Tidak lama," jawab Damien sambil tersenyum lembut. Dia serahkan buket bunga itu ke Raissa.
"Wanita cantik harus mendapatkan bunga yang cantik."
"Hmm, kamu gombal ya." Canda Raissa sambil tertawa.
Beriringan mereka berjalan menuju mobil Lexus warna hitam yang sudah menunggu di muka lobby.
Mobil segera meluncur menuju ke daerah menteng, tempat boutique Oscar Louis berada. Tiba di tempat, raissa dilayani bagaikan seorang putri kerajaan. Ada lima baju yang diperlihatkan, raissa memilih gaun yang potongan terlihat simple tapi tetap elegant, warnanya hitam dan banyak glitter swarovsky membuat baju itu terlihat begitu indah. Gaunnya panjang dan pas di badan Raissa membuat dia terlihat sexy tapi tidak berlebihan.
Rambut dan makeup sudah di tata dengan apik oleh MUA yang sangat terkenal di jakarta. High heel louboutine menambah keindahan kakinya Raissa yang jenjang.
Damien melihat penampilan Raissa tertegun, karena Raissa terlihat begitu mempesona. Sapaan Raissa menyadarkannya.
"Hai Damien, bagaimana penampilanku?" Tanya Raissa.
"Perfect," jawab Damien.
Raissa bersemu merah pipinya mendapatkan pujian dari Damien. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera mereka beranjak menuju ke mobil. Karena waktu sudah hampir menunjukkan pukul 7 malam.
*****
Mobil lexus berhenti di muka lobby hotel Grand Indonesia. Damien membantu Raissa keluar dari mobil. Bersamaan sebuah mobil Mercy warna hitam tiba juga, dan turunlah Stefan.
Raissa melihat Stefan datang bersama Alona. Penampilan Alona terlihat sangat cantik dengan baju warna putih dan model backless, senyum lebar di wajah Alona. Karena pertama kalinya Alona menjadi pasangan Stefan untuk menghadiri acara gala dinner.
Alona cemburu melihat Stefan hanya menatap Raissa. Langsung dia mendorong Raissa yang kebetulan berdiri di dekatnya. Hampir Raissa terjatuh, untung Damien menjaganya.
"Wanita kampung, pakai baju apapun tetap saja terlihat kampungan." Sindir Alona.
Raissa tidak mengubrisnya, dan Damien segera mengajak Raissa memasuki ballroom.
Alona merangkul lengan Stefan, dan berjalan dengan angkuhnya. Banyak lampu blitz dari para wartawan yang sedang meliput, membuat Alona semakin merasa ratu yang paling cantik. Sedangkan Stefan dengan wajah datar berjalan memasuki ruang ballroom.
"Sialan, kenapa harus dia yang kuajak pergi?" Keluh stefan dalam hatinya.
Semakin Stefan mau melepas rangkulan Alona, semakin kuat rangkulan Alona. Stefan menjadi pasrah.
Di dalam ballroom, sudah banyak tamu undangan yang hadir. Stefan melihat Raissa sedang berbincang dengan bapak menteri perdagangan dan istri. Saat dia mau menghampiri Raissa, Alona menariknya untuk mengambil minuman coctail yang tersedia.
"Pak Stefan, apa kabar? Ini sangat langka melihat anda bersedia hadir malam ini, biasanya selalu diwakilkan." Sapa Jason Liem, merupakan cucu dari keluarga tycoon terkemuka.
"Anda bisa saja, kebetulan saya ada waktu hadir malam ini." Balas Sapa Stefan secara basa basi.
"Hai bro, mimpi apa aku semalam? Melihat bos Stefan berkenan hadir ke gala dinner," tegur Shawn.
"Iya nih, biasanya dia lebih senang menghindari keramaian.Sekarang dengan memunculan dia di sini, menjadi sulit aku mendapatkan wanita." Celetuk Daniel.
"Bisa saja kalian, mana Alex?" Tanya Stefan.
"Itu di sana, sedang merayu Wanita di meja sana." Jawab Daniel.
"Kau datang dengan Alona?" Tanya Shawn. "Ku kira dengan Raissa".
"Sudah tidak usah dibahas, pening kepalaku melihat dandanan Alona. Seandainya nisa kuputar waktu, pasti sudah ku bersama Raissa malam ini. Kalah cepat, Damien duluan yang mengajaknya." Kata Stefan dengan wajah sedikit kesal.
"Ya sudah nasibmu, hahahaha. Yuk, kami kembali berkelana mencari wanita." Shawn dan Daniel meninggalkan Stefan, Alona langsung menghampiri Stefan.
"Sudah kamu ambil coctail untukku, sayang?" Tanya Alona dengan manja. Tanpa banyak bicara,Stefan memberikan segelas cocktail warna biru muda dengan hiasan nanas yang cantik.
Alona tidak mau berjauhan dengan Stefan, dia bergelayut terus dilengan Stefan sambil memperlihatkan cincin berlian zamrudnya dan juga kalungnya yang juga memakai batu zamrud.
"Cantik sekali perhiasannya nona," kata istri Jason yang biasa dikenal dengan nama Leticia Liem, beliau CEO perusahaan TV swasta yang terbesar di Indonesia.
"Terima kasih, ini memang warisan keluarga saya turun menurun. Nenek saya mendapatkannya dari ratu Inggris langsung." Ujar Alona dengan nada sombong.
"Beruntung sekali," kata Leticia Liem. Di dalam hatinya dia malas bertemu dengan orang yang sombong, tapi untuk basa basi, dia tetap tersenyum manis.
"Selamat malam para tamu undangan, sebentar lagi acara akan kami mulai. Kami persilahkan para tamu undangan untuk menempati kursinya yang sudah kami persiapkan." Tiba-tiba pembawa acara membuka acara, membuat para undangan segera mencari meja yang ada namanya masing-masing.
Raissa dan Damien melihat meja no 14 menjadi meja mereka, begitu juga Stefan dan Alona.
Raissa duduk diapit stefan dan Damien, sedangkan Alona duduk di sebelah Stefan.
Para tamu bertepuk tangan secara gemuruh menikmati dimulainya acara gala dinner. Sajian makan malam yang terlihat cantik dan menggiurkan mulai di tata di atas meja.
Satu persatu rundown acara dilewati. Perfomance artis menambah suasana semakin meriah. Tibalah acara puncak, best CEO financial akan segera diumumkan. Para kandidat adalah Stefan Adhinatha , Damien Lee, Haryanto Subiakto, Danu Rahadjo dan Jason Liem.
Dan diumumkan pemenangnya adalah STEFAN ADHINATA.
Tepuk tangan para tamu bergumuruh. Banyak wanita menatap kagum melihat Stefan berjalan menuju panggung. Mereka berharap bisa menjadi nyonya Stefan Adhinata, hanya satu yang tetap biasa saja melihatnya, yaitu Raissa.
"Huh, makin sombong dia nanti, dan lihat nona sombong itu, hidungnya makin kembang kempis, serasi sekali. Pasangan tersombong dijagat raya." Keluh Raissa dalam hatinya.