
Selang dua hari berlalu, rupanya adalah waktu untuk mengumpulkan tugas kelompok bahasa Inggris yang diajar oleh Bu Heny. Sebagaimana ketentuan dari Bu Heny, bahwa tugas ini diselesaikan dua orang. Secara khusus untuk Alona dan Altharazka, bahwa Bu Heny memberikan perintah bahwa mereka yang tak mengerjakan tidak perlu dicantumkan namanya, dengan begitu siswa itu juga tidak akan mendapatkan nilai.
Rupanya, Alona benar-benar mengumpulkan tugas dengan namanya sendiri. Tidak menyertakan nama Altharazka. Sebab, Razka sama sekali tak terlibat dalam pengerjaan tugas itu sama sekali.
"Tugas yang Ibu berikan dua hari yang lalu, silakan dikumpulkan. Akan Ibu cek terlebih dahulu," ucap Bu Heny kepada seluruh siswa 12 IPA 2.
Akhirnya ada ketua kelas yang membantu untuk mengumpulkan tugas. Kemudian tugas itu barulah dikumpulkan ke meja Bu Heny. Sembari Bu Heny mengecek seluruh tugas yang masuk, Anak-anak diberikan tugas yang lain.
Sama seperti biasa, ada satu siswa yang terlihat begitu enggan. Siapa lagi kalau bukan Altharazka. Dia membuka bukunya dengan ogah-ogahan. Jika ada passion yang dia miliki itu hanya tentang Balap motor saja. Selain itu, dia seolah kehilangan nyawanya di sana.
"Apakah ada yang tidak mengumpulkan tugas?" tanya Bu Heny.
Akan tetapi, tidak ada seorang siswa pun uang mengangkat tangan. Itu artinya semuanya mengumpulkan tugas. Namun, ketika Bu Heny mengecek lembar tugas milik Alona, di sana tidak tercantum nama Altharazka. Tepat seperti tebakan Bu Heny sebelumnya bahwa Altharazka tidak terlibat untuk mengerjakan tugas. Itu sudah menjadi jawaban pasti kenapa Alona tidak mencantumkan nama siswa itu.
"Al," panggil Bu Heny.
Kala Bu Heny hanya memanggil nama itu, Alona dan Altharazka sama-sama mengangkat tangannya. Sebab, mungkin saja yang dipanggil adalah bisa saja Alona dan Altharazka.
Seluruh siswa dalam satu kelas pun tertawa serempak melihat kedua tangan yang terangkat. Bu Heny sedikit tersenyum, menyadari bahwa nama siswa yang memiliki nama awal Al adalah Alona dan Altharazka.
"Ya, maksud saya adalah Altharazka. Altharazka, kenapa kamu tidak mengerjakan tugas ini?" tanya Bu Heny.
Barulah sekarang Altharazka tahu bahwa yang dimaksud adalah dirinya. Terkait tugas, barulah kemudian Altharazka menoleh ke belakang ke arah Alona. Itu berarti memang Alona tak main-main dengan ucapannya.
"Tidak usah menengok ke belakang, Altharazka," kata Bu Heny.
Altharazka menghela napasnya. Rasanya setiap kelas Bu Heny, dia seolah apes. Selalu saja, terkena masalah. Dulu karena terlambat masuk, dan sekarang karena tidak mengerjakan tugas.
"Maaf, Bu," jawab Altharazka.
Walau hatinya kesal dengan teman sekelasnya bernama Alona, tapi Altharazka juga tahu bahwa yang salah adalah dirinya. Oleh karena itu, dia cukup meminta maaf saja.
"Ibu tahu, Al ... kamu tidak serius dengan sekolah, tapi sekarang kamu sudah kelas 12. Tahun terakhir kamu di bangku SMA. Jadi, kalau bisa jalani satu tahun ini dengan baik-baik, Altharazka. Ibu harap, kamu mengerjakannya sendiri. Tanyanya kepada Alona, bagian mana yang dikerjakan. Lakukan sesuatu yang baik, Altharazka."
Bu Heny memberikan nasihat itu kepada Altharazka. Sebagai wali kelas dan perangai Razka di dalam kelas sudah terlibat bahwa memang Razka tak tertarik dengan sekolah. Akan tetapi, Bu Heny mengatakan manfaatkan satu tahun ini saja.
Begitu kelas Bu Heny selesai, Altharazka mengubah posisinya. Sekarang pemuda tampan itu menghadap ke arah Alona yang duduk di belakangnya.
"Tugasnya yang mana?" tanya Razka.
"Yang ini," tunjuk Alona di perintah yang sempat dia catat.
"Loe ini yah, bikin gue gak dapat nilai," sahut Altharazka.
"Konsekuensi harus berjalan bukan. Loe sendiri yang bilang gak peduli dan gak mau ngerjain. Gue hanya melakukan itu aja. Toh, cowok berani berbuat, berani terima konsekuensinya," jawab Alona panjang lebar.
Seketika mata tajam Altharazka menatap ke Alona. Sebal dengan ocehan teman sekelasnya.
"Gue pinjem dulu," kata Altharazka.
Usai itu, Altharazka menyalin perintah itu ke bukunya. Walau masih tetap ogah-ogahan, tapi setidaknya Altharazka berusaha mengerjakan. Dia sudah tidak mendapat nilai, maka konsekuensi ya harus mengerjakan sendiri.