Dreamy Girl Vs Bad Boy

Dreamy Girl Vs Bad Boy
Resmi Jadian



Sebelum bertindak semakib jauh, dan hasrat menjadi tak terkendali. Razka memilih mengurai ciumannya. Bisa dia lihat wajah dengan rona merah di wajah Alona. Pun dengan bibir yang mengkilap basah dan sedikit bengkak di sana.


"Fixed, hari ini kita resmi jadian, Alona."


Dengan penuh kepercayaan diri Altharazka mengatakan semuanya itu. Untuk Razka, tidak adanya penolakan dari Alona cukup menjadi bukti bahwa Alona memiliki perasaan kepadanya. Maka, Altharazka pun mengambil keputusan itu.


"Al," suara lirih Alona dengan berusaha menahan air mata.


"Kenapa?"


"Ini ... gak benar, Al," kata Alona.


"Sikapmu sudah menunjukkan semuanya, Alona. Sudah, intinya hari ini adalah hari pertama kita," balas Altharazka.


Usai itu, Alona tak lagi membalas perkataan Altharazka. Cewek itu lebih banyak diam. Les atau tidak, Alona tidak peduli. Ya Tuhan, perasaan Alona benar-benar berkecamuk sekarang. Akan tetapi, Altharazka tidak tinggal diam.


Sekian menit diam dan tidak ada suara dari Alona, akhirnya Altharazka kembali bersikap impulsif. Ya, sekarang Altharazka mulai memeluk Alona.


"Bukan maksudku kurang ajar, Alona. Aku hanya mengungkapkan perasaanku. Walau kamu belum bisa menerimaku sekarang, tidak apa-apa. Aku akan menunggu. Yang pasti, biarkan aku terus melindungi kamu. Biarkan aku yang menjadi perisai untukmu," kata Altharazka.


Kedua tangan Alona luruh. Ya, dia sama sekali tidak memberikan pelukan untuk Altharazka. Bibirnya terasa kelu. Terlebih dengan jantungnya yang kian berdebar-debar saja rasanya. Namun, dengan wajah Alona yang berada di dada bidang Razka. Perlahan-lahan dia menitikkan air mata, walau tanpa bersuara.


"Senin nanti aku jemput, Alona," kata Razka.


"Hmm," jawab Alona dengan amat singkat.


Setelah itu, Altharazka memilih untuk kembali pulang. Jujur, dalam sepanjang perjalanan bibir Razka selalu tersenyum. Dia masih terbayang-bayang waktu mencium Alona. Altharazka sendiri heran, dia yang begitu amatir, ternyata bisa mencium Alona dengan begitu buasnya. Terlebih, ada rasa terngiang-ngiang dengan sensasi basah dan manis dari bibir Alona.


"Fixed Alona, kamu cinta pertama dan ciuman pertama gue. Kalau kamu memintaku tidak balapan lagi, oke. Aku akan berhenti balapan Alona. Baru kali ini, aku melakukan sesuatu untuk orang lain. Sebelumnya, aku tidak pernah mau melakukan apa pun untuk orang lain. Namun, kamu berbeda Alona."


Dengan bergumam sendiri, sampai akhirnya Altharazka tiba di rumahnya. Hal pertama yang dia lakukan ketika tiba di rumah adalah menyimpan motor balapnya. Sebagaimana menuruti permintaan Alona, memakai motor balap saja tidak akan dilakukan Razka.


Dia menuntun motor balapnya memasuki bagasi mobil dan hendak menutupinya dengan sebuah kain.


"Mulai hari ini, aku gak akan menyentuh dan menaikimu lagi. Hari ini aku resmi meninggal balapan dan keluar dari APC. Aku akan menjadi sosok yang lebih baik lagi. Ini pembuktianku, Alona. Tidak akan ada motor balap lagi. Namun, jika kondisi memaksa, mau tidak mau, aku akan kembali berpacu dengan kuda besiku."


Sekarang Altharazka merentangkan sebuah kain dan benar-benar menutupi motornya. Altharazka berharap tidak akan menyentuh atau mengendarainya lagi. Namun, jika kondisi mendesak barulah Altharazka akan kembali berpacu dengan kuda besinya.


Untuk Alona, Altharazka siap melakukan semuanya. Ini adalah pembuktian perasaannya. Cinta yang mau melindungi dan memberikan bukti.